Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Festival Budaya Nasional 2026 Hadirkan Keberagaman di Taman Reinwardt

Festival Budaya Nasional 2026 digelar di Bogor dengan tema "Budaya yang Terus Hidup", menghadirkan perpaduan seni, edukasi, dan interaksi langsung dari 200 seniman serta 10 objek pemajuan kebudayaan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 21 Oktober 2026, 09.01 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 55x dibuka
Festival Budaya Nasional 2026 Hadirkan Keberagaman di Taman Reinwardt📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Festival Budaya Nasional 2026 resmi dibuka di Taman Reinwardt, Kebun Raya Bogor, pada Sabtu (17/10), bertepatan dengan peringatan Hari Kebudayaan Nasional. Acara yang diselenggarakan oleh Yayasan Mawar Budaya bekerja sama dengan Universitas Pakuan mengusung tema "Budaya yang Terus Hidup", menekankan pentingnya pelestarian nilai budaya sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Kementerian Kebudayaan, menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga keberagaman budaya Indonesia.

Puncak acara diwarnai pagelaran budaya nusantara bertajuk "Mari Bersama Merawat Akar Budaya", yang melibatkan 200 seniman dari berbagai daerah. Pertunjukan ini menampilkan ragam ekspresi budaya mulai dari Sabang hingga Merauke, membentuk narasi kolektif tentang kekayaan tradisi bangsa. Selain pertunjukan, festival menyediakan ruang edukatif melalui pameran dan aktivitas interaktif yang menampilkan 10 Objek Pemajuan Kebudayaan (OPK), seperti manuskrip lontar, ritus daur hidup Jawa, dan teknologi tempa tradisional.

Pengunjung juga diberi kesempatan untuk mempelajari langsung budaya melalui kegiatan seperti membatik, bermain tradisional, hingga menyimak dongeng Nusantara dan Hikayat Aceh. Warisan budaya takbenda diperkenalkan lewat wayang dan angklung interaktif, sementara instalasi Ketahanan Pangan Nusantara menyoroti pentingnya pengetahuan tradisional dalam pengelolaan pangan lokal. Lomba menggambar, kompetisi video pendek, serta Pasar Budaya UMKM menjadi wadah apresiasi terhadap kreativitas dan produk budaya yang inovatif.

Dialog Budaya Nasional menjadi bagian penting dalam rangkaian acara, dihadiri empat narasumber utama: Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi Kementerian Kebudayaan Restu Gunawan, Rektor Universitas Pakuan Didik Notosudjono, seniman dan akademisi Nungki Kusumastuti, serta sejarawan Asep Kambali, pendiri Komunitas Historia Indonesia. Mereka membahas pentingnya kolaborasi lintas generasi dan institusi dalam melestarikan warisan budaya. Tujuan utama festival tetap pada penguatan kesadaran kolektif: budaya bukan hanya warisan masa lalu, tetapi kehidupan yang terus berkembang dan dirawat bersama.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya