Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Frozen Yogurt vs Es Krim: Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?

Studi menunjukkan es krim bisa memberi respons gula darah lebih lambat dibanding beberapa jenis frozen yogurt, terutama karena kandungan lemaknya.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 08.33 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Frozen Yogurt vs Es Krim: Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pengendalian gula darah menjadi perhatian utama bagi penderita diabetes, namun tidak berarti makanan manis seperti es krim atau frozen yogurt harus dihindari sepenuhnya. Keduanya dapat dimasukkan dalam pola makan seimbang jika dikonsumsi dengan porsi terukur. Kunci utamanya terletak pada komposisi nutrisi dan cara penyajian, bukan hanya pada label produk yang beredar di pasar.

Setengah cangkir frozen yogurt rasa vanila mengandung sekitar 17 gram gula, 3 gram protein, dan 4 gram lemak. Meski dianggap lebih sehat, kandungan proteinnya tidak signifikan dibandingkan dengan harapan umum. Lebih mengejutkan, banyak produk frozen yogurt justru mengandung gula tambahan yang setara atau bahkan lebih tinggi dibanding es krim, guna mengurangi rasa asam alami dari yogurt dan memperbaiki tekstur. Ahli diet menyebutkan bahwa rendahnya lemak dalam produk ini bisa mempercepat penyerapan gula ke aliran darah, sehingga berpotensi menimbulkan lonjakan gula darah yang lebih cepat.

Di sisi lain, es krim dalam porsi setengah cangkir mengandung sekitar 14 gram gula dan 7 gram lemak—angka yang lebih tinggi dalam hal lemak, namun lebih rendah dalam hal gula dibandingkan frozen yogurt tertentu. Kandungan lemak penuh dalam es krim memiliki efek menghambat pengosongan lambung, sehingga menunda penyerapan gula ke dalam darah. Hal ini membuat respons gula darah cenderung lebih stabil dibandingkan dengan frozen yogurt rendah lemak yang kaya gula.

Penting untuk dicatat bahwa tidak ada produk yang secara mutlak lebih baik. Kedua makanan ini memiliki variasi komposisi yang sangat beragam tergantung merek dan formulasi. Oleh karena itu, membaca label nutrisi sebelum membeli menjadi langkah krusial. Porsi juga menjadi faktor penentu; mengonsumsi satu porsi kecil es krim justru bisa memberi respons yang lebih baik dibandingkan mengonsumsi frozen yogurt dalam jumlah besar dengan tambahan topping manis.

Respons individu terhadap makanan juga berbeda. Penggunaan alat pemantau gula darah kontinu (CGM) dapat membantu memahami bagaimana tubuh merespons masing-masing makanan secara pribadi. Dengan demikian, keputusan terbaik bukan ditentukan oleh asumsi umum, melainkan oleh pemahaman mendalam terhadap kandungan makanan dan respons tubuh pribadi.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya