Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Gaikindo Minta Insentif untuk Mobil Hybrid Diperluas

Gaikindo mengusulkan pemberian insentif fiskal dan nonfiskal bagi kendaraan hybrid, PHEV, dan REEV sebagai bentuk dukungan terhadap efisiensi BBM dan transisi energi.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 22 Oktober 2026, 21.02 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 51x dibuka
Gaikindo Minta Insentif untuk Mobil Hybrid Diperluas📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menyerukan perlunya pemerintah memberikan insentif bagi kendaraan elektrifikasi berbasis hybrid, termasuk plug-in hybrid (PHEV) dan range extended electric vehicle (REEV). Permintaan ini disampaikan usai pertemuan dengan Menteri Perindustrian M Sarmuji, yang menekankan bahwa kendaraan hybrid telah memberikan kontribusi nyata dalam penghematan bahan bakar minyak (BBM) sekaligus menurunkan emisi gas rumah kaca.

Jongkie D. Sugiarto, Ketua I Gaikindo, menegaskan bahwa pemberian insentif tidak boleh hanya terfokus pada mobil listrik murni (BEV), karena mobil hybrid juga memainkan peran penting dalam transformasi industri otomotif. Ia menilai bahwa penghematan BBM yang dicapai melalui penggunaan teknologi hybrid layak diakui dan didukung melalui kebijakan insentif, baik berupa keringanan pajak maupun fasilitas tambahan.

Dalam audiensi tersebut, Gaikindo juga menyampaikan komitmen industri untuk meningkatkan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) hingga mencapai 60 persen pada tahun 2027. Peningkatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem produksi kendaraan listrik dan hybrid secara lokal, tanpa mengabaikan keterjangkauan bagi konsumen.

Menteri Perindustrian menanggapi usulan tersebut dengan menyatakan bahwa insentif fiskal dan nonfiskal akan dikaji bersama kementerian terkait, termasuk Kementerian Keuangan. Ia menilai bahwa kendaraan hybrid dan REEV memiliki potensi adaptasi yang lebih mudah dibandingkan BEV, karena tetap memanfaatkan mesin pembakaran internal (ICE) sekaligus baterai. Momentum kenaikan harga BBM dinilai tepat untuk mendorong kebijakan ini.

Pemerintah menargetkan realisasi kebijakan insentif ini pada akhir tahun ini, atau paling lambat awal tahun depan. Sarmuji menekankan bahwa besar insentif tidak harus sama dengan BEV, namun harus sejalan dengan kontribusi masing-masing jenis kendaraan terhadap efisiensi energi dan perlindungan lingkungan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya