Galon Bekas Jadi Media Tanam Nanas Jumbo di Jogja Agro Park
Program galonisasi di Edu Wisata Jogja Agro Park memanfaatkan galon bekas sebagai media tanam nanas jumbo, menawarkan solusi budidaya berkelanjutan di lahan terbatas.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 16.47 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 10x dibuka
📷 ANTARAKendari, ıNarasikita - Di tengah upaya mengurangi limbah plastik, Edu Wisata Jogja Agro Park di Kulon Progo berhasil menghadirkan inovasi pertanian berkelanjutan dengan memanfaatkan galon bekas air mineral sebagai pot budidaya. Ide ini diterapkan oleh Jamaludin Nur Ridho, tenaga ahli di lokasi, sebagai bagian dari program galonisasi yang bertujuan mengubah limbah menjadi sumber daya produktif. Dengan memotong galon bekas, sistem tanam vertikal pun terbentuk, memungkinkan penanaman tanaman di area yang minim lahan.
Nanas jumbo yang dibudidayakan menggunakan varietas Smooth Cayenne Filipina, dikembangkan khusus untuk hasil yang optimal dan ukuran buah yang besar. Tanaman ini dipilih karena tahan terhadap kondisi marginal, tidak mudah dimakan hewan, dan cocok ditanam di pekarangan rumah maupun area perkotaan. Melalui pendekatan tumpang sari, nanas ditanam bersama alpukat, memaksimalkan penggunaan ruang dan sumber daya tanah.
Program ini bukan hanya berfokus pada produksi, tetapi juga edukasi. Melalui percontohan di kawasan edukasi pertanian yang dikelola pemerintah daerah DIY, masyarakat diajak memahami pentingnya daur ulang dan pemanfaatan sumber daya lokal. Jamaludin menjelaskan bahwa inovasi ini menjadi solusi nyata bagi pertanian di lahan terbatas, termasuk wilayah yang kurang produktif atau berstatus marginal.
Hasil dari uji coba sebelumnya di Sleman menunjukkan bahwa nanas yang ditanam dalam galon bekas mampu tumbuh optimal dan menghasilkan buah berkualitas. Dengan demikian, galon bekas tidak lagi menjadi sampah, melainkan memiliki nilai ekonomi dan fungsi produktif. Inovasi ini menjadi bukti bahwa pertanian modern bisa tumbuh dari kreativitas lokal dan konsistensi dalam pengelolaan limbah.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Ledakan di Lapak Besi Tua, Tim Jibom Sterilisasi TKP
Tim Jibom Brimob Polda Babel melakukan sterilisasi lokasi ledakan di penampungan besi tua di Belitung untuk memastikan tidak ada ancaman susulan dan mengungkap penyebab kejadian.
25 Oktober 2026

Houthi Lancarkan Serangan Berulang ke Kota Suci, Pemimpin Masjidil Haram Kecam Keras
Sheikh Abdulrahman Al-Sudais mengecam keras serangan rudal dan drone Houthi terhadap Makkah dan Madinah, menyatakan pelanggaran terhadap kesucian tempat suci dan norma kemanusiaan internasional.
25 Oktober 2026

NASA Soroti Lonjakan Kebakaran di Papua dan Kalimantan
NASA mencatat kebakaran hutan dan lahan di Papua serta Kalimantan mencapai level tertinggi sepanjang 2026, didorong El Niño dan aktivitas manusia, dengan emisi karbon melampaui rekor sebelumnya.
25 Oktober 2026

Lula dan Bolsonaro Tutup Kampanye di Pantai Rio
Dua tokoh politik utama Brasil, Lula dan Flavio Bolsonaro, menutup kampanye pemilu dengan massa besar di kawasan pantai Rio de Janeiro, menyusul debat terakhir yang memperuncing persaingan.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Lonjakan Pasien RS di Kalteng Akibat Kabut Asap, Kemenkes Percepat Bantuan Medis
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.29 WITA

Klaten Perluas Akses PAUD Dukung Wajar 13 Tahun
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.28 WITA

Operasi Modifikasi Cuaca Turunkan Polusi Selama Acara Besar
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.27 WITA

Presiden Tak Bisa Hentikan Gibran Secara Sepihak, Tegas Anggota DPR Gerindra
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.27 WITA

Tito Karnavian Masuk Lima Besar Menteri dengan Kinerja Terbaik
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.27 WITA

PDIP Respons Ajakan PKS Periksa Ijazah Wapres Gibran
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

Kumitra Jambore 2026 Dorong Integrasi UMKM Kalsel ke Pasar Nasional
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

OJK Sultra Perkenalkan INFINITY Dorong Inovasi Keuangan Digital
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.25 WITA

