Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Galon Bekas Jadi Media Tanam Nanas Jumbo di Jogja Agro Park

Program galonisasi di Edu Wisata Jogja Agro Park memanfaatkan galon bekas sebagai media tanam nanas jumbo, menawarkan solusi budidaya berkelanjutan di lahan terbatas.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 16.47 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Galon Bekas Jadi Media Tanam Nanas Jumbo di Jogja Agro Park
Foto: ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Di tengah upaya mengurangi limbah plastik, Edu Wisata Jogja Agro Park di Kulon Progo berhasil menghadirkan inovasi pertanian berkelanjutan dengan memanfaatkan galon bekas air mineral sebagai pot budidaya. Ide ini diterapkan oleh Jamaludin Nur Ridho, tenaga ahli di lokasi, sebagai bagian dari program galonisasi yang bertujuan mengubah limbah menjadi sumber daya produktif. Dengan memotong galon bekas, sistem tanam vertikal pun terbentuk, memungkinkan penanaman tanaman di area yang minim lahan.

Nanas jumbo yang dibudidayakan menggunakan varietas Smooth Cayenne Filipina, dikembangkan khusus untuk hasil yang optimal dan ukuran buah yang besar. Tanaman ini dipilih karena tahan terhadap kondisi marginal, tidak mudah dimakan hewan, dan cocok ditanam di pekarangan rumah maupun area perkotaan. Melalui pendekatan tumpang sari, nanas ditanam bersama alpukat, memaksimalkan penggunaan ruang dan sumber daya tanah.

Program ini bukan hanya berfokus pada produksi, tetapi juga edukasi. Melalui percontohan di kawasan edukasi pertanian yang dikelola pemerintah daerah DIY, masyarakat diajak memahami pentingnya daur ulang dan pemanfaatan sumber daya lokal. Jamaludin menjelaskan bahwa inovasi ini menjadi solusi nyata bagi pertanian di lahan terbatas, termasuk wilayah yang kurang produktif atau berstatus marginal.

Hasil dari uji coba sebelumnya di Sleman menunjukkan bahwa nanas yang ditanam dalam galon bekas mampu tumbuh optimal dan menghasilkan buah berkualitas. Dengan demikian, galon bekas tidak lagi menjadi sampah, melainkan memiliki nilai ekonomi dan fungsi produktif. Inovasi ini menjadi bukti bahwa pertanian modern bisa tumbuh dari kreativitas lokal dan konsistensi dalam pengelolaan limbah.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya