Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Gen Z Dorong Peningkatan Belanja Kosmetik Premium di RI

Generasi Z menjadi penggerak utama kenaikan belanja kosmetik di Indonesia, termasuk produk berharga tinggi dan beragam kategori, didorong akses digital dan kebiasaan eksplorasi produk.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 21.34 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Gen Z Dorong Peningkatan Belanja Kosmetik Premium di RI
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Generasi Z kini menjadi motor utama pertumbuhan pasar kosmetik di Indonesia, terbukti dari peningkatan signifikan dalam jumlah pembelian dan preferensi terhadap produk premium. Menurut analis dari Worldpanel, Gen Z menunjukkan tingkat kenaikan belanja produk kecantikan paling tinggi dibandingkan generasi lain, tidak hanya dalam volume, tetapi juga dalam kecenderungan memilih merek bernilai tinggi. Perilaku ini menunjukkan pergeseran dari sekadar memenuhi kebutuhan dasar ke arah eksplorasi merek dan kategori yang lebih luas.

Kebiasaan belanja Gen Z juga mencerminkan perbedaan khas dibanding milenial, meskipun keduanya memiliki minat tinggi terhadap produk kecantikan. Sementara milenial lebih fokus pada perawatan kulit kusam dan komedo, Gen Z lebih banyak menyoroti masalah jerawat, yang memengaruhi pilihan produk yang mereka beli. Hal ini turut memengaruhi pilihan merek, di mana Gen Z lebih terbuka untuk mencoba berbagai produk secara bersamaan, tanpa terpaku pada satu brand.

Digitalisasi menjadi pilar utama dalam perubahan ini. Dengan penetrasi internet mencapai 98 persen di kalangan Gen Z dan milenial, belanja kosmetik secara daring semakin dominan. Data dari Worldpanel menunjukkan bahwa 56 persen Gen Z melakukan pembelian produk kecantikan melalui platform digital. Akses cepat ke informasi, ulasan produk, dan promosi daring membuat mereka lebih mudah menemukan dan mencoba beragam merek dan kategori tanpa batas fisik.

Ketua Umum Perkumpulan Perusahaan Kosmetika Indonesia menegaskan bahwa tren ini bukan sekadar perubahan konsumsi, melainkan tantangan strategis bagi industri. Perubahan perilaku konsumen yang cepat, dipengaruhi oleh teknologi dan tren global, memaksa pelaku industri untuk terus beradaptasi. Dengan semakin banyaknya pilihan kanal belanja digital, keberagaman produk, dan ekspektasi terhadap kualitas, industri harus mampu menyediakan solusi yang responsif dan relevan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya