Gen Z Dorong Peningkatan Belanja Kosmetik Premium di RI
Generasi Z menjadi penggerak utama kenaikan belanja kosmetik di Indonesia, termasuk produk berharga tinggi dan beragam kategori, didorong akses digital dan kebiasaan eksplorasi produk.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 21.34 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Generasi Z kini menjadi motor utama pertumbuhan pasar kosmetik di Indonesia, terbukti dari peningkatan signifikan dalam jumlah pembelian dan preferensi terhadap produk premium. Menurut analis dari Worldpanel, Gen Z menunjukkan tingkat kenaikan belanja produk kecantikan paling tinggi dibandingkan generasi lain, tidak hanya dalam volume, tetapi juga dalam kecenderungan memilih merek bernilai tinggi. Perilaku ini menunjukkan pergeseran dari sekadar memenuhi kebutuhan dasar ke arah eksplorasi merek dan kategori yang lebih luas.
Kebiasaan belanja Gen Z juga mencerminkan perbedaan khas dibanding milenial, meskipun keduanya memiliki minat tinggi terhadap produk kecantikan. Sementara milenial lebih fokus pada perawatan kulit kusam dan komedo, Gen Z lebih banyak menyoroti masalah jerawat, yang memengaruhi pilihan produk yang mereka beli. Hal ini turut memengaruhi pilihan merek, di mana Gen Z lebih terbuka untuk mencoba berbagai produk secara bersamaan, tanpa terpaku pada satu brand.
Digitalisasi menjadi pilar utama dalam perubahan ini. Dengan penetrasi internet mencapai 98 persen di kalangan Gen Z dan milenial, belanja kosmetik secara daring semakin dominan. Data dari Worldpanel menunjukkan bahwa 56 persen Gen Z melakukan pembelian produk kecantikan melalui platform digital. Akses cepat ke informasi, ulasan produk, dan promosi daring membuat mereka lebih mudah menemukan dan mencoba beragam merek dan kategori tanpa batas fisik.
Ketua Umum Perkumpulan Perusahaan Kosmetika Indonesia menegaskan bahwa tren ini bukan sekadar perubahan konsumsi, melainkan tantangan strategis bagi industri. Perubahan perilaku konsumen yang cepat, dipengaruhi oleh teknologi dan tren global, memaksa pelaku industri untuk terus beradaptasi. Dengan semakin banyaknya pilihan kanal belanja digital, keberagaman produk, dan ekspektasi terhadap kualitas, industri harus mampu menyediakan solusi yang responsif dan relevan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

PMI Manufaktur RI Masih di Zona Kontraksi
Aktivitas industri manufaktur Indonesia mengalami penurunan pada Agustus 2026, tercatat di level 49,8, menunjukkan penurunan aktivitas produksi.
9 September 2026

Imos 2026 Siap Hadirkan Solusi Mobilitas Modern di Tangerang
Pameran sepeda motor terbesar Tanah Air bakal digelar 20–29 November 2026 di ICE BSD City, menawarkan inovasi teknologi dan beragam solusi mobilitas produktif bagi masyarakat.
8 September 2026

Dana Desa Rp40 T Siap Lunasi Cicilan Kopdes Merah Putih
Pemerintah menjamin pembayaran cicilan proyek Koperasi Desa Merah Putih tidak akan membebani bank negara berkat alokasi dana desa Rp40 triliun per tahun selama enam tahun.
8 September 2026

237 SPBU di Jatim, Bali, NTB, dan NTT Diberi Sanksi BBM Subsidi
Pertamina menerapkan sanksi terhadap 237 SPBU di lima wilayah karena pelanggaran penyaluran BBM bersubsidi hingga September 2026.
8 September 2026
Berita Lainnya

Anak Rentan Iritasi Paru Akibat Abu Vulkanik
Rabu, 9 September 2026, 11.47 WITA

Wisata Bromo Tetap Beroperasi, Syuting Dibekukan Sementara
Rabu, 9 September 2026, 11.46 WITA

7 Langkah Alami Atasi Tenggorokan Gatal Akibat Abu Vulkanik
Rabu, 9 September 2026, 11.46 WITA

7 Makanan Alami Bantu Atasi Lendir di Tenggorokan Akibat Abu Vulkanik
Rabu, 9 September 2026, 11.44 WITA

Penjualan Motor Agustus 2026 Turun Signifikan
Rabu, 9 September 2026, 11.44 WITA

Penjualan Mobil Nasional Agustus 2026 Tumbuh, Toyota Puncaki Peringkat
Rabu, 9 September 2026, 11.44 WITA

Harga Apple Naik Akibat Kelangkaan Chip, Penjualan Tetap Stabil
Rabu, 9 September 2026, 11.37 WITA

Penjualan Mobil Capai Rekor Tertinggi, BYD Masuk Lima Besar
Rabu, 9 September 2026, 11.37 WITA


