Gibran Tegaskan Keprihatinan atas Kelakuan Karyawan SPPG Bantul
Wakil Presiden Gibran mengecam tindakan karyawan SPPG Bantul yang mengejek korban keracunan MBG, menekankan pentingnya menjaga ruang publik yang aman dan penuh empati.
Redaksi iNarasikita·Senin, 21 September 2026, 12.29 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 2x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menyampaikan keprihatinan mendalam atas viralnya rekaman aksi seorang karyawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Bantul yang dinilai mengejek korban keracunan akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dalam pernyataan resmi di media sosial, Gibran menegaskan bahwa perbuatan tersebut tidak sesuai dengan nilai-nilai kemanusiaan dan keselamatan publik yang harus dijunjung tinggi. Ia menekankan bahwa anak-anak, sebagai penerima utama program, seharusnya menjadi prioritas perlindungan, bukan sasaran ejekan.
Gibran menyertakan video yang menampilkan tindakan karyawan tersebut saat mengonsumsi ayam katsu, disertai lelucon tentang hilang ingatan, yang kemudian dibandingkan dengan rekaman kunjungannya ke korban keracunan di Karo, Sumatera Utara. Unggahan itu menjadi bentuk penekanan bahwa tindakan yang dianggap bercanda dapat menimbulkan dampak psikologis serius, terutama terhadap korban yang baru pulih dari masa kritis. Ia menegaskan bahwa setiap tindakan publik harus mempertimbangkan dampak emosional dan sosial yang mungkin timbul.
Korban keracunan, Febiona Purba dan Agnesia Paruliana Silitonga, yang sempat mengalami kehilangan ingatan akibat konsumsi makanan dari program MBG, kini telah diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing di Kabupaten Karo. Keduanya juga telah dinyatakan pulih secara medis dan siap kembali menempuh pendidikan setelah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Gibran menyampaikan harapan agar mereka bisa kembali menjalani kehidupan normal tanpa trauma tambahan dari peristiwa yang menimpa mereka.
Pihak Koordinator Regional BGN DIY, Wirandita Gagat Widyatmoko, membenarkan bahwa pelaku adalah pegawai SPPG di Dlingo, Bantul, yang berposisi sebagai pengawas keuangan. Ia mengungkapkan bahwa sudah dilakukan teguran resmi terhadap oknum tersebut. Dalam klarifikasi terbaru, karyawan bernama Gerardus Permanaditya menyatakan bahwa rekaman dibuat semata-mata untuk hiburan, tanpa niat menistakan program MBG atau menyakiti korban. Ia menegaskan bahwa makanan yang dikonsumsi adalah sisa dari hari sebelumnya dan dianggap masih layak dimakan. Namun, Gibran tetap menekankan bahwa konten seperti ini tidak bisa dibenarkan secara moral, terlepas dari niat awal.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Penutupan Sementara GKPI Rajeg Usai Keributan Viral
Polisi menutup sementara lokasi ibadah GKPI Rajeg pasca-viral keributan di media sosial, dengan langkah berbasis musyawarah untuk menjaga keamanan dan kerukunan masyarakat.
21 September 2026

Katering Sehat Jadi Solusi Praktis untuk Gaya Hidup Seimbang
Meningkatnya kesadaran akan nutrisi dan keterbatasan waktu mendorong kenaikan permintaan katering sehat yang personal dan terjangkau di kalangan masyarakat urban.
21 September 2026

Aliansi Milisi Ethiopia Ancam Kekuasaan Federal
Tujuh kelompok bersenjata di Ethiopia membentuk koalisi baru untuk melawan pemerintah federal, memicu kekhawatiran akan meledaknya konflik baru setelah perang saudara yang menewaskan ratusan ribu jiwa.
21 September 2026

Resident Evil (2026): Kehidupan Sehari-hari dalam Kiamat Zombi
Film ini menggambarkan perjalanan seorang kurir biasa yang terjebak dalam krisis zombi, menggabungkan horor brutal dengan komedi gelap dan narasi psikologis mendalam.
21 September 2026
Berita Lainnya

Pramono Paparkan Strategi Transportasi Gratis Hadapi Kemacetan Jakarta
Senin, 21 September 2026, 12.29 WITA

BGN Berhentikan Pegawai SPPG Usai Lecehkan Siswi Keracunan MBG
Senin, 21 September 2026, 12.28 WITA

8 Terdakwa Kasus Korupsi LPEI Divonis di PN Jakpus
Senin, 21 September 2026, 12.28 WITA

Bantuan Beras Perpanjangan Dukungan Daya Beli di Tengah Perlambatan Konsumsi
Senin, 21 September 2026, 12.28 WITA

New York Siap Bantu Jakarta Rancang Obligasi Daerah
Senin, 21 September 2026, 12.28 WITA

Harga Emas di Pegadaian Hari Ini Beragam Per Jenama
Senin, 21 September 2026, 12.27 WITA

Menkeu Tekankan Penguatan Sistem Perpajakan dan Pengawasan Berbasis Risiko
Senin, 21 September 2026, 12.27 WITA

Pemerintah Jaga Stabilitas Harga Sembako di Sleman
Senin, 21 September 2026, 12.27 WITA

