Senin, 21 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Gibran Tegaskan Keprihatinan atas Kelakuan Karyawan SPPG Bantul

Wakil Presiden Gibran mengecam tindakan karyawan SPPG Bantul yang mengejek korban keracunan MBG, menekankan pentingnya menjaga ruang publik yang aman dan penuh empati.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 21 September 2026, 12.29 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 2x dibuka
Gibran Tegaskan Keprihatinan atas Kelakuan Karyawan SPPG Bantul📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menyampaikan keprihatinan mendalam atas viralnya rekaman aksi seorang karyawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Bantul yang dinilai mengejek korban keracunan akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dalam pernyataan resmi di media sosial, Gibran menegaskan bahwa perbuatan tersebut tidak sesuai dengan nilai-nilai kemanusiaan dan keselamatan publik yang harus dijunjung tinggi. Ia menekankan bahwa anak-anak, sebagai penerima utama program, seharusnya menjadi prioritas perlindungan, bukan sasaran ejekan.

Gibran menyertakan video yang menampilkan tindakan karyawan tersebut saat mengonsumsi ayam katsu, disertai lelucon tentang hilang ingatan, yang kemudian dibandingkan dengan rekaman kunjungannya ke korban keracunan di Karo, Sumatera Utara. Unggahan itu menjadi bentuk penekanan bahwa tindakan yang dianggap bercanda dapat menimbulkan dampak psikologis serius, terutama terhadap korban yang baru pulih dari masa kritis. Ia menegaskan bahwa setiap tindakan publik harus mempertimbangkan dampak emosional dan sosial yang mungkin timbul.

Korban keracunan, Febiona Purba dan Agnesia Paruliana Silitonga, yang sempat mengalami kehilangan ingatan akibat konsumsi makanan dari program MBG, kini telah diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing di Kabupaten Karo. Keduanya juga telah dinyatakan pulih secara medis dan siap kembali menempuh pendidikan setelah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Gibran menyampaikan harapan agar mereka bisa kembali menjalani kehidupan normal tanpa trauma tambahan dari peristiwa yang menimpa mereka.

Pihak Koordinator Regional BGN DIY, Wirandita Gagat Widyatmoko, membenarkan bahwa pelaku adalah pegawai SPPG di Dlingo, Bantul, yang berposisi sebagai pengawas keuangan. Ia mengungkapkan bahwa sudah dilakukan teguran resmi terhadap oknum tersebut. Dalam klarifikasi terbaru, karyawan bernama Gerardus Permanaditya menyatakan bahwa rekaman dibuat semata-mata untuk hiburan, tanpa niat menistakan program MBG atau menyakiti korban. Ia menegaskan bahwa makanan yang dikonsumsi adalah sisa dari hari sebelumnya dan dianggap masih layak dimakan. Namun, Gibran tetap menekankan bahwa konten seperti ini tidak bisa dibenarkan secara moral, terlepas dari niat awal.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya