Senin, 21 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Pemerintah Jaga Stabilitas Harga Sembako di Sleman

Pemerintah menegaskan komitmen menjaga harga kebutuhan pokok tetap wajar melalui pemantauan langsung di pasar tradisional Sleman.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 21 September 2026, 12.27 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Pemerintah Jaga Stabilitas Harga Sembako di Sleman📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Menteri Perdagangan RI melakukan peninjauan langsung ke Pasar Potrojayan, Prambanan, Kabupaten Sleman, dalam upaya memantau kondisi harga dan pasokan bahan pokok secara mendalam. Kunjungan ini dilakukan bersama Bupati Sleman Harda Kiswaya untuk memastikan ketersediaan komoditas utama tetap terjaga serta harga berada dalam batas normal. Hasil observasi lapangan menunjukkan bahwa mayoritas kebutuhan pokok berada dalam kisaran stabil, tanpa gejolak signifikan.

Harga beras program SPHP, bawang merah, dan daging ayam dinyatakan sesuai dengan batas wajar yang ditetapkan. Bawang merah tercatat dijual mulai dari Rp32.000 hingga Rp35.000 per kilogram, lebih rendah dari harga acuan Rp39.000. Telur ayam dijual seharga Rp26.000 per kilogram, sedangkan daging ayam di kisaran Rp38.000. Cabai besar juga terkendali di angka Rp50.000 per kilogram, sesuai dengan target kontrol harga.

Namun, terdapat peningkatan harga pada cabai rawit yang mencapai Rp70.000 per kilogram, melampaui harga acuan sebesar Rp57.000. Pemerintah menegaskan bahwa penetapan harga acuan atau HET bertujuan menyeimbangkan kepentingan produsen dan konsumen. Harga yang terlalu rendah dapat merugikan petani dan peternak akibat kenaikan biaya produksi, sementara kenaikan berlebihan akan memberatkan daya beli masyarakat.

Pemerintah daerah, khususnya Pemkab Sleman, diapresiasi atas sinergi dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga. Bupati Sleman menyampaikan bahwa kebutuhan pokok harian masyarakat tetap terpenuhi melalui beragam alternatif pasokan. Upaya ini dinilai efektif dalam menjaga daya beli secara berkelanjutan, meskipun menghadapi dinamika inflasi yang terus dipantau secara ketat.

Komitmen pemerintah tetap pada upaya menjaga keseimbangan harga agar tidak merugikan produsen maupun menimbulkan beban berlebihan bagi konsumen. Kolaborasi antarinstansi dan pemerintah daerah menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas ekonomi mikro di tingkat pasar.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya