Menkeu Tekankan Penguatan Sistem Perpajakan dan Pengawasan Berbasis Risiko
Menteri Keuangan meminta pejabat DJP dan DJBC memperkuat pengawasan berbasis risiko serta mampu membaca dinamika ekonomi untuk capai target penerimaan negara secara berkelanjutan.
Redaksi iNarasikita·Senin, 21 September 2026, 12.27 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 3x dibuka
📷 ANTARAKendari, ıNarasikita - Menteri Keuangan Suahasil Nazara menekankan pentingnya kemampuan para pejabat Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) dalam memahami perkembangan ekonomi nasional serta perilaku wajib pajak. Ia menekankan bahwa keberhasilan pencapaian target penerimaan negara tidak hanya bergantung pada kebijakan, tetapi juga pada kualitas analisis dan respons yang cepat terhadap perubahan lingkungan ekonomi. Kredibilitas sistem perpajakan, menurutnya, harus terus dibangun sebagai fondasi keuangan negara yang stabil dan adil.
Dalam kesempatan pelantikan pejabat pimpinan tinggi pratama dan Sekretariat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), Suahasil menyoroti perlunya pendekatan pengawasan yang lebih proaktif di DJBC. Ia menekankan agar pengawasan tidak hanya dilakukan setelah terjadi pelanggaran, tetapi dimulai dari awal aktivitas ekonomi dengan pendekatan berbasis risiko. Dengan mampu membaca pola dan memprediksi potensi pelanggaran, DJBC diharapkan bisa mengurangi aktivitas ilegal secara signifikan sebelum berkembang.
Menkeu juga menekankan bahwa DJBC memiliki peran ganda—selain mengawasi, lembaga ini juga menjadi salah satu pilar utama dalam pengumpulan penerimaan negara melalui sektor ekspor. Dengan demikian, efisiensi dan akurasi dalam pengawasan langsung berdampak pada kinerja keuangan negara. Ia mengingatkan agar fungsi operasional tidak hanya fokus pada penindakan, tetapi juga pada pencegahan dan pendampingan terhadap pelaku usaha yang patuh.
Untuk pejabat Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb), Suahasil menekankan pentingnya menjaga pengelolaan APBN sebagai instrumen strategis yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi. Sementara itu, terhadap Sekretariat KSSK, ia menuntut peran yang lebih aktif dalam mengkoordinasikan antarlembaga, termasuk Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, OJK, dan LPS. Ia menekankan bahwa KSSK harus menjadi penggerak koordinasi, bukan sekadar penyelenggara rapat.
Suahasil menegaskan bahwa koordinasi KSSK harus berkelanjutan dan mencakup pemantauan kondisi ekonomi, pembacaan risiko, pertukaran data antarinstansi, serta penyiapan sistem peringatan dini. Setiap rapat harus menghasilkan tindak lanjut yang dapat dipantau secara berkala. Dengan demikian, sistem keuangan negara diharapkan mampu merespons dinamika ekonomi secara cepat, akurat, dan berkelanjutan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Bantuan Beras Perpanjangan Dukungan Daya Beli di Tengah Perlambatan Konsumsi
Pemerintah perpanjang bantuan beras hingga Desember 2026 untuk jaga daya beli rumah tangga berpendapatan rendah di tengah melambatnya pertumbuhan penjualan eceran.
21 September 2026

New York Siap Bantu Jakarta Rancang Obligasi Daerah
Wali Kota New York menawarkan dukungan teknis melalui tim keuangan untuk mendukung penerbitan obligasi daerah oleh Pemprov DKI Jakarta.
21 September 2026

Harga Emas di Pegadaian Hari Ini Beragam Per Jenama
Harga emas di Pegadaian pada Senin menunjukkan variasi antarjenama, dengan Antam paling tinggi per gram, disusul UBS dan Galeri24.
21 September 2026

Sistem Digital Pemantauan Harga Siap Percepat Respons Inflasi
Pemkab Bekasi siapkan sistem digital terintegrasi untuk deteksi dini kenaikan harga bahan pokok dan kelangkaan stok guna kendalikan inflasi secara proaktif.
21 September 2026
Berita Lainnya

Pramono Paparkan Strategi Transportasi Gratis Hadapi Kemacetan Jakarta
Senin, 21 September 2026, 12.29 WITA

Gibran Tegaskan Keprihatinan atas Kelakuan Karyawan SPPG Bantul
Senin, 21 September 2026, 12.29 WITA

Penutupan Sementara GKPI Rajeg Usai Keributan Viral
Senin, 21 September 2026, 12.29 WITA

BGN Berhentikan Pegawai SPPG Usai Lecehkan Siswi Keracunan MBG
Senin, 21 September 2026, 12.28 WITA

8 Terdakwa Kasus Korupsi LPEI Divonis di PN Jakpus
Senin, 21 September 2026, 12.28 WITA

Pemerintah Jaga Stabilitas Harga Sembako di Sleman
Senin, 21 September 2026, 12.27 WITA

Musik Serial Harry Potter Dibuat Orisinal, Jauh dari Jejak John Williams
Senin, 21 September 2026, 12.26 WITA

Baznas Perkuat Pengelolaan Zakat di 48 K/L
Senin, 21 September 2026, 12.26 WITA

