Bantuan Beras Perpanjangan Dukungan Daya Beli di Tengah Perlambatan Konsumsi
Pemerintah perpanjang bantuan beras hingga Desember 2026 untuk jaga daya beli rumah tangga berpendapatan rendah di tengah melambatnya pertumbuhan penjualan eceran.
Redaksi iNarasikita·Senin, 21 September 2026, 12.28 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 ANTARAKendari, ıNarasikita - Pertumbuhan penjualan ritel pada Agustus 2026 tercatat melambat menjadi 0,5 persen secara tahunan, menurun dari 1,1 persen pada Juli, menunjukkan perlambatan dalam konsumsi massal. Data ini didukung oleh prakiraan Indeks Penjualan Riil (IPR) dari Bank Indonesia yang memperkirakan pertumbuhan sebesar 0,5 persen, menandakan tekanan terhadap daya beli masyarakat, khususnya di kalangan berpenghasilan rendah.
Dalam konteks itu, bantuan pangan beras menjadi instrumen utama pemerintah untuk menopang akses pangan dan mempertahankan konsumsi rumah tangga. Lead Economist PT Bank Danamon Indonesia menegaskan bahwa kebijakan fiskal kini lebih difokuskan pada program yang langsung memperkuat daya beli, terutama di tengah lonjakan harga pangan yang mempersempit ruang belanja keluarga.
Perpanjangan bantuan pangan beras hingga Desember 2026 telah ditetapkan, dengan target sekitar 33,24 juta penerima dari kelompok desil 1 hingga desil 4 berdasarkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Masing-masing penerima akan menerima 10 kilogram beras per bulan, total 30 kilogram selama tiga bulan. Anggaran untuk periode Oktober–Desember 2026 diproyeksikan mencapai Rp17 triliun, sejalan dengan alokasi sebelumnya yang telah disalurkan oleh Perum Bulog.
Sejak awal tahun, total alokasi beras untuk bantuan pangan diperkirakan mencapai 2,6 juta ton, menjangkau tiga periode: Februari–Maret, Juli–September, serta Oktober–Desember. Bantuan ini tidak hanya bertujuan menjamin akses pangan, tetapi juga menjadi alat stabilisasi ekonomi jangka pendek, khususnya dalam menjaga permintaan domestik yang terdampak tekanan inflasi.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

New York Siap Bantu Jakarta Rancang Obligasi Daerah
Wali Kota New York menawarkan dukungan teknis melalui tim keuangan untuk mendukung penerbitan obligasi daerah oleh Pemprov DKI Jakarta.
21 September 2026

Harga Emas di Pegadaian Hari Ini Beragam Per Jenama
Harga emas di Pegadaian pada Senin menunjukkan variasi antarjenama, dengan Antam paling tinggi per gram, disusul UBS dan Galeri24.
21 September 2026

Menkeu Tekankan Penguatan Sistem Perpajakan dan Pengawasan Berbasis Risiko
Menteri Keuangan meminta pejabat DJP dan DJBC memperkuat pengawasan berbasis risiko serta mampu membaca dinamika ekonomi untuk capai target penerimaan negara secara berkelanjutan.
21 September 2026

Sistem Digital Pemantauan Harga Siap Percepat Respons Inflasi
Pemkab Bekasi siapkan sistem digital terintegrasi untuk deteksi dini kenaikan harga bahan pokok dan kelangkaan stok guna kendalikan inflasi secara proaktif.
21 September 2026
Berita Lainnya

Pramono Paparkan Strategi Transportasi Gratis Hadapi Kemacetan Jakarta
Senin, 21 September 2026, 12.29 WITA

Gibran Tegaskan Keprihatinan atas Kelakuan Karyawan SPPG Bantul
Senin, 21 September 2026, 12.29 WITA

Penutupan Sementara GKPI Rajeg Usai Keributan Viral
Senin, 21 September 2026, 12.29 WITA

BGN Berhentikan Pegawai SPPG Usai Lecehkan Siswi Keracunan MBG
Senin, 21 September 2026, 12.28 WITA

8 Terdakwa Kasus Korupsi LPEI Divonis di PN Jakpus
Senin, 21 September 2026, 12.28 WITA

Pemerintah Jaga Stabilitas Harga Sembako di Sleman
Senin, 21 September 2026, 12.27 WITA

Musik Serial Harry Potter Dibuat Orisinal, Jauh dari Jejak John Williams
Senin, 21 September 2026, 12.26 WITA

Baznas Perkuat Pengelolaan Zakat di 48 K/L
Senin, 21 September 2026, 12.26 WITA

