Senin, 21 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Sistem Digital Pemantauan Harga Siap Percepat Respons Inflasi

Pemkab Bekasi siapkan sistem digital terintegrasi untuk deteksi dini kenaikan harga bahan pokok dan kelangkaan stok guna kendalikan inflasi secara proaktif.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 21 September 2026, 12.26 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Sistem Digital Pemantauan Harga Siap Percepat Respons Inflasi📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah Kabupaten Bekasi tengah menyelesaikan pengembangan sistem pemantauan digital berbasis data real-time guna mencegah fluktuasi harga bahan pokok. Sistem ini dirancang sebagai alat deteksi dini yang mampu mengidentifikasi perubahan harga dan kondisi stok di tingkat distributor secara lebih cepat dan akurat dibandingkan metode sebelumnya. Tujuannya adalah mempercepat respons pemerintah terhadap potensi gangguan pasar sebelum terjadi lonjakan harga atau kelangkaan barang.

Proses pengembangan sistem ini merupakan penyempurnaan dari program yang telah berjalan sejak 2018, kini diperkuat dengan integrasi data harian dari delapan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) wilayah yang tersebar di wilayah Kabupaten Bekasi. Setiap petugas melakukan pemantauan langsung di pasar tradisional dan modern, lalu mencatat hasilnya dalam sistem digital yang terpusat. Data tersebut kemudian diverifikasi sebelum dipublikasikan, memastikan akurasi dan tanggung jawab atas informasi yang disampaikan ke publik.

Sistem terdiri dari dua modul utama yang saling terhubung. Modul pertama menyediakan akses terbuka bagi masyarakat melalui situs daring, menampilkan data harga harian dari pasar-pasar utama. Sementara modul kedua berisi laporan stok distributor yang bersifat internal dan rahasia, karena mengandung informasi sensitif dalam perdagangan. Meskipun tidak dipublikasikan, data stok tersebut digunakan untuk analisis internal guna memprediksi potensi kelangkaan dan menentukan intervensi yang tepat.

Hingga saat ini, proses integrasi sistem telah mencapai 85 persen dan sedang dalam tahap penyempurnaan terakhir berdasarkan masukan dari konsultan. Target operasional penuh ditetapkan dalam waktu dua bulan ke depan. Dengan sistem baru, waktu respons terhadap permasalahan harga dan ketersediaan barang diproyeksikan berkurang dari enam hari menjadi hanya dua hari. Kecepatan ini menjadi kunci untuk melakukan intervensi pasar secara tepat waktu, mencegah dampak ekonomi yang lebih luas.

Selain untuk pemerintah, sistem ini juga dirancang untuk membantu masyarakat dalam mengakses informasi harga secara transparan dan akurat. Dengan tersedianya data resmi, diharapkan dapat menekan penyebaran hoaks terkait kenaikan harga atau kelangkaan barang. Dinas Perdagangan juga berencana mengembangkan aplikasi mobile yang bisa diunduh melalui Play Store, agar masyarakat dapat memantau harga secara real-time melalui perangkat seluler, semakin memperkuat peran sistem sebagai alat stabilitas ekonomi lokal.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya