Senin, 21 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

KPK Malaysia Tangkap Mantan Pemimpin FELDA Terkait Kasus Investasi Sawit

Komisi Antikorupsi Malaysia menangkap mantan direktur jenderal FELDA dan mantan CEO FIC atas dugaan penyelewengan dalam proyek KLVC, sambil melanjutkan penyelidikan menyeluruh terhadap transaksi aset selama 2010–2020.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 21 September 2026, 09.13 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 2x dibuka
KPK Malaysia Tangkap Mantan Pemimpin FELDA Terkait Kasus Investasi Sawit📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Komisi Pemberantasan Korupsi Malaysia (MACC) telah menahan dua mantan pejabat tinggi, termasuk mantan Direktur Jenderal FELDA dan mantan CEO Felda Investment Corporation (FIC), dalam kerangka penyidikan terhadap dugaan penyalahgunaan keuangan terkait proyek properti Kuala Lumpur Vertical City (KLVC). Penangkapan dilakukan setelah MACC menyelesaikan tahap penyidikan awal dan menilai cukup bukti untuk melanjutkan proses hukum. Kedua tersangka kini menunggu rekomendasi dakwaan dari MACC untuk diproses lebih lanjut ke kejaksaan.

Selain dua mantan eksekutif tersebut, mantan Ketua FELDA Isa Samad juga telah diperiksa di Penjara Sungai Buloh. Ia dimintai keterangan dalam tujuh kasus terpisah yang mencakup dugaan korupsi, penyalahgunaan wewenang, dan penyelewengan dana investasi di lingkungan FELDA dan FIC. Pemeriksaan dilakukan pada Kamis (17/9), dengan rencana lanjutan pekan depan. Sampai Jumat (18/9), sebanyak 34 saksi telah diperiksa dan keterangan mereka telah direkam sebagai bagian dari proses penyelidikan.

Penyelidikan yang diberi nama Op Fella ini mencakup seluruh aktivitas investasi dan akuisisi aset FELDA selama periode 2010 hingga 2020. MACC menekankan bahwa fokus utama adalah pada transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana negara yang berasal dari sektor perkebunan sawit. Selain itu, penyidik juga telah mengumpulkan keterangan dari Menteri Pertanian dan Ketahanan Pangan Mohamad Sabu serta sekretaris jenderal kementerian terkait keterlambatan pasokan pupuk di wilayah Kedah.

Keterangan dari pejabat tinggi tersebut dicatat pada 16 dan 15 September, menandai perluasan ruang lingkup penyelidikan yang melibatkan berbagai instansi pemerintah. Hingga saat ini, total 37 saksi telah diperiksa sejak penyelidikan dimulai pada 26 Agustus. MACC memperkirakan proses penyelidikan akan selesai dalam waktu satu hingga dua minggu ke depan, sebelum diserahkan ke kejaksaan untuk penuntutan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya