GIC dan Temasek Bantah Intervensi dalam Reklasifikasi Pasar Saham RI
Dua investor global menegaskan tidak pernah memengaruhi keputusan MSCI terkait perubahan klasifikasi pasar saham Indonesia, menanggapi dugaan yang disebarkan secara luas.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 21 Oktober 2026, 21.26 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 52x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Dana kekayaan negara Singapura, GIC dan Temasek, secara tegas membantah tudingan telah memengaruhi keputusan Morgan Stanley Capital International (MSCI) terkait rencana penurunan peringkat pasar saham Indonesia. Pernyataan ini disampaikan menyusul pernyataan mantan Menteri Perdagangan yang menyebut adanya tekanan dari kedua institusi untuk mempertimbangkan penurunan klasifikasi pasar. GIC menegaskan bahwa keputusan investasi mereka selalu berbasis pada fundamental perusahaan dan potensi aset, bukan pada dinamika indeks atau tekanan dari atas.
Dalam pernyataan resmi, juru bicara GIC menekankan bahwa investasi di Indonesia telah berlangsung lebih dari tiga dekade, mencakup berbagai kelas aset, dan dilakukan secara independen berdasarkan analisis risiko dan peluang pasar. Investasi dilakukan dari bawah ke atas, bukan sebagai respons terhadap perubahan klasifikasi indeks. Pernyataan ini ditegaskan melalui media Singapura, The Strait Times dan The Business Times, sebagai respons terhadap isu yang berkembang di ruang publik.
Temasek Global Investments juga membantah tegas tuduhan tersebut. Kepala Asia Pasifik kecuali China dan India, Fock Wai Hoong, menyatakan bahwa tidak ada pihak dari Temasek—baik institusi maupun individu—yang pernah berkomunikasi dengan MSCI untuk memengaruhi keputusan terkait pasar Indonesia. Pernyataan ini menegaskan bahwa aktivitas investasi Temasek tetap berjalan secara transparan dan independen, tanpa intervensi politik atau ekonomi eksternal.
MSCI saat ini sedang dalam proses konsultasi publik terkait proposal reklasifikasi pasar saham Indonesia dari kategori Emerging Market menjadi Standalone Market. Keputusan akhir akan diumumkan paling lambat pada 30 Juni 2027. MSCI menilai bahwa kondisi pasar saham Indonesia kini tidak lagi sesuai dengan kriteria pasar berkembang, terutama terkait transparansi kepemilikan saham dan praktik perdagangan yang dinilai terkoordinasi. Standalone Market merupakan kategori yang menempatkan suatu negara di luar kelompok pasar utama, tanpa integrasi ke dalam indeks global besar seperti MSCI Emerging Markets Index.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Presiden Iran Masoud Pezeshkian akan bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin pada akhir Oktober di Moskow untuk membahas kerja sama ekonomi, energi, dan isu global tanpa penandatanganan dokumen.
24 Oktober 2026

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
AsetKu hadir dalam Jakarta Financial Festival 2026 untuk tingkatkan pemahaman masyarakat terhadap layanan keuangan digital secara bijak dan inklusif.
24 Oktober 2026

Produk UMKM Ramah Lingkungan Siap Eksplorasi Pasar Global
Menteri Perindustrian optimistis produk fesyen dan kerajinan berbahan alami dari UMKM Indonesia mampu menembus pasar internasional berkat meningkatnya kesadaran global terhadap lingkungan dan kesehatan.
24 Oktober 2026

OJK Dorong Aktivitas Rekening Rp50 Ribu Agar Tak Jadi Dormant
OJK memperkuat edukasi dan pendampingan keuangan untuk memastikan rekening program Rp50 ribu tetap aktif, khususnya di kalangan pelajar dan masyarakat kelas menengah ke bawah.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Panas atau Dingin, Apakah Suhu Kopi Pengaruhi Kesehatan?
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.49 WITA

Empat Acara Besar Serentak Guncang GBK, Dinas Perhubungan Siapkan Langkah Antisipasi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.39 WITA

