Senin, 28 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

GoTo Tekankan Kinerja Kuat Meski Saham Turun Pascaubah Floor Price

Manajemen GoTo menegaskan kinerja bisnis tetap positif meski harga saham turun setelah BEI turunkan batas bawah harga saham dari Rp50 ke Rp1 per saham.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 28 September 2026, 12.12 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
GoTo Tekankan Kinerja Kuat Meski Saham Turun Pascaubah Floor Price📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pasar saham GoTo mengalami volatilitas pada perdagangan Senin, 28 September 2026, menyusul penerapan kebijakan baru Bursa Efek Indonesia (BEI) yang menurunkan batas bawah harga saham dari Rp50 menjadi Rp1 per saham. Saham GOTO diperdagangkan pada level Rp43, mengalami penurunan 14% dengan volume perdagangan mencapai 58,12 juta saham dan nilai transaksi sebesar Rp2,5 miliar. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga melemah 0,51% ke posisi 6.210, mencerminkan tekanan pasar secara umum.

Head of Corporate Affairs GoTo, Audrey Petriny, menegaskan bahwa fluktuasi harga saham hari ini tidak mencerminkan kondisi fundamental perusahaan. Ia menekankan bahwa dinamika pasar pada hari pertama penerapan kebijakan baru lebih dipengaruhi oleh aspek teknis dibandingkan kinerja operasional. Menurutnya, kondisi pasar saat ini merupakan respons terhadap perubahan mekanisme perdagangan yang menaikkan fleksibilitas harga saham hingga batas bawah baru sebesar Rp1 per saham.

Di sisi lain, GoTo terus menunjukkan pertumbuhan bisnis yang solid. Pada kuartal II-2026, perusahaan membukukan laba bersih sebesar Rp252 miliar, menjadi kuartal kedua berturut-turut meraih laba. Pendapatan bersih mencapai Rp5,7 triliun, sementara adjusted EBITDA melampaui angka Rp1 triliun. Perusahaan juga mempertahankan komitmen untuk mencapai target adjusted EBITDA tahunan sebesar Rp3,2–3,4 triliun, sejalan dengan rencana strategis jangka panjang.

Sebagai bagian dari upaya meningkatkan nilai pemegang saham, GoTo juga menyatakan rencana membatalkan lebih dari 32 miliar saham treasury, yang setara dengan sekitar 2,7% dari total saham beredar. Proses pembatalan akan dilakukan sesuai aturan perundang-undangan dan memerlukan persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan pada 14 Oktober 2026.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya