Senin, 26 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Guterres Desak Dunia Hentikan Uji Coba Nuklir

Sekjen PBB meminta seluruh negara pemilik senjata nuklir menghentikan uji coba, sekaligus mendorong ratifikasi perjanjian larangan uji nuklir global.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 31 Agustus 2026, 20.43 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 4x dibuka
Guterres Desak Dunia Hentikan Uji Coba Nuklir📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres secara tegas menyerukan penghentian semua uji coba nuklir di seluruh dunia, menekankan bahwa aktivitas tersebut merusak kepercayaan internasional dan berpotensi memicu eskalasi persenjataan. Dalam pernyataannya di media sosial, ia menyoroti dampak jangka panjang yang dialami masyarakat di lokasi uji coba masa lalu, sebagai bentuk kekhianatan terhadap generasi yang telah menderita akibat aktivitas nuklir. Guterres menekankan pentingnya komitmen global untuk memperkuat norma anti-nuklir melalui pelaksanaan perjanjian Comprehensive Nuclear-Test-Ban Treaty (CTBT).

Desakan ini muncul menyusul peluncuran rudal balistik antarbenua (ICBM) berdaya hancur nuklir oleh Rusia. Menurut Kementerian Pertahanan Moskow, rudal bermesin bahan bakar padat diluncurkan dari Kosmodrom Plesetsk, wilayah Arkhangelsk, dan berhasil mencapai sasaran di wilayah latihan Kura, Kamchatka. Tujuan peluncuran tersebut adalah untuk menguji karakteristik taktis, teknis, dan jangkauan sistem rudal, yang merupakan bagian dari upaya pemeliharaan kapasitas strategis negara.

Meskipun CTBT telah disepakati sejak 1996 sebagai kerangka hukum global untuk melarang semua bentuk ledakan nuklir, perjanjian ini belum berlaku secara penuh karena belum diratifikasi oleh sejumlah negara penting. Khususnya, sembilan negara yang termasuk dalam "Lampiran 2" — yaitu negara-negara yang memiliki teknologi nuklir saat perundingan berlangsung — belum menyelesaikan proses ratifikasi. Termasuk Amerika Serikat, Rusia, China, Iran, Israel, Mesir, India, Pakistan, dan Korea Utara.

Hingga saat ini, sebanyak 188 negara telah menandatangani CTBT, sementara 179 negara telah meratifikasi perjanjian tersebut. Peningkatan jumlah ratifikasi menjadi kunci untuk menegaskan kembali komitmen global terhadap perlucutan senjata nuklir. Guterres menegaskan bahwa keberhasilan perjanjian ini bergantung pada konsistensi dan tanggung jawab kolektif dari semua pemilik senjata nuklir, terutama dalam konteks keamanan global yang semakin rentan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya