Harga Gabah Rp6.500 Dorong Kebangkitan Penggilingan Kecil di Desa
Kebijakan harga pembelian gabah Rp6.500 per kg mendorong pemulihan lebih dari 15 ribu penggilingan padi skala kecil di berbagai daerah.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 9 Oktober 2026, 12.01 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pemerintah melalui Perum Bulog berhasil menciptakan dampak ekonomi luas dengan menetapkan harga pembelian gabah kering panen (GKP) sebesar Rp6.500 per kilogram. Kebijakan ini bukan sekadar menopang petani, tetapi juga menjadi pemicu kebangkitan ekonomi mikro di pedesaan, khususnya melalui pemulihan aktivitas penggilingan padi kecil yang sempat lesu. Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menegaskan bahwa fokus utama kebijakan ini adalah memperkuat ekosistem ekonomi lokal dengan menempatkan pelaku usaha kecil sebagai mitra strategis.
Dalam praktiknya, lebih dari 15 ribu penggilingan padi kecil telah diaktifkan kembali sebagai mitra Bulog, menjadikan mereka bagian integral dari rantai pasok pangan nasional. Dengan harga jaminan yang stabil, petani kini memiliki kepastian pendapatan, sementara penggilingan kecil—yang umumnya dikelola oleh UMKM lokal—mendapat aliran bahan baku terus-menerus. Hal ini secara langsung meningkatkan aktivitas ekonomi di tingkat desa dan memberikan ruang bagi pengusaha mikro untuk tumbuh.
Kebijakan ini juga memberikan dampak berantai, mulai dari petani, penggiling, hingga pedagang dan konsumen di pasar desa. Rizal menekankan bahwa keberhasilan ekonomi berbasis desa tidak hanya tergantung pada harga gabah, tetapi juga pada keterlibatan masyarakat lokal secara aktif. Dengan adanya jaminan harga, para pelaku usaha di desa kini mampu berinvestasi, memperluas usaha, dan menciptakan lapangan kerja baru di lingkungan mereka.
Ke depan, Bulog berencana memperluas sinergi dengan Koperasi Desa Merah Putih untuk memperkuat distribusi pangan dan pupuk bersubsidi. Tujuannya adalah menciptakan ekosistem ekonomi pedesaan yang mandiri dan berkelanjutan, di mana pertumbuhan ekonomi bergerak dari desa ke kota, bukan sebaliknya. Rizal berharap pola ekonomi baru ini dapat menjadi fondasi utama bagi kemandirian pangan dan kesejahteraan masyarakat pedesaan di masa mendatang.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Nomor Paspor Tetap Seumur Hidup Mulai 2027
Pemerintah menyiapkan penerapan paspor nasional tunggal dengan nomor tetap seumur hidup, mulai 2027, meski masa berlaku dokumen tetap maksimal 10 tahun.
9 Oktober 2026

Perpres Ojol Tegas Atur Komisi Maksimal 8% dan Penetapan Tarif oleh Kemenhub
Pemerintah resmi terbitkan Perpres atur komisi ojek online maksimal 8% dan menyerahkan penentuan tarif dasar kepada Kemenhub sebagai wujud perlindungan ekosistem transportasi digital.
9 Oktober 2026

MoU Kemensos-BRIN Dorong Inovasi untuk Sekolah Rakyat
Kerja sama antara Kemensos dan BRIN diwujudkan melalui MoU untuk memanfaatkan hasil riset guna memperkuat pendidikan dan infrastruktur di Sekolah Rakyat.
9 Oktober 2026

Utang Pemerintah Capai Rp494,3 Triliun dalam 9 Bulan
Pemerintah telah menarik utang baru senilai Rp494,3 triliun hingga akhir September 2026, atau 59,4% dari target tahunan Rp832,2 triliun.
9 Oktober 2026
Berita Lainnya

Rokok Varian Baru Mulai Beredar di Kota Kendari
Jumat, 9 Oktober 2026, 12.35 WITA

PT Ceria Nugraha Indotama Kolaborasi dengan Universitas 19 November dalam Pendidikan
Jumat, 9 Oktober 2026, 12.35 WITA

Warung Makan Sop Saudara di Kota Una-Una
Jumat, 9 Oktober 2026, 12.35 WITA

Antrian BBM di Kabupaten Konawe Pondoideaha
Jumat, 9 Oktober 2026, 12.35 WITA

Antrian Mobil Truk Menanti Pengisian Solar di SPBU Pondidaha, Konawe
Jumat, 9 Oktober 2026, 12.35 WITA
Tempat Nongkrong Paling Asik di Kota Kendari
Jumat, 9 Oktober 2026, 12.35 WITA

Penerimaan Pajak Capai Rp1,6 Puluhan Triliun di Pertengahan Tahun
Jumat, 9 Oktober 2026, 12.20 WITA

Maung Garuda Resmi Diluncurkan sebagai Mobil Dinas Menteri
Jumat, 9 Oktober 2026, 12.10 WITA

