Harga Pangan Naik, Pedagang Kecil Terdampak Omzet Turun 20 Persen
Kenaikan harga bahan pokok menyebabkan omzet pedagang kecil turun hingga 20 persen, dengan penjual sayur dan warung nasi keluhkan tekanan biaya dan daya beli pelanggan yang menurun.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 22 Oktober 2026, 15.44 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 65x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pedagang kecil di wilayah Tangerang mengeluhkan tekanan ekonomi akibat kenaikan harga komoditas pangan yang signifikan dalam beberapa hari terakhir. Kholifah, pedagang sayur di Pasar Anyar, menyebut harga cabai rawit merah naik dari Rp60 ribu menjadi Rp90 ribu per kilogram, sementara cabai rawit hijau dan keriting juga mengalami kenaikan masing-masing Rp20 ribu dan Rp35 ribu. Selain cabai, tomat dan mentimun naik Rp5 ribu per kilogram, mencapai Rp18 ribu, sedangkan lemon dan jeruk nipis mengalami kenaikan Rp10 ribu. Sawi putih, sawi hijau, dan kubis juga mengalami kenaikan sekitar Rp5 ribu.
Menurut Kholifah, kenaikan harga ini terjadi dalam tiga hingga empat hari terakhir, diduga akibat musim kemarau panjang yang mengganggu produksi pertanian dan menyebabkan gagal panen. Dampak langsungnya adalah penurunan daya beli pelanggan. Ia menyebut sebelumnya pelanggan membeli sayuran hingga 1 kilogram, kini hanya sekitar setengah kilogram. Akibatnya, omzet pedagang anjlok hingga lebih dari 20 persen, yang membuatnya kesulitan menjaga kelangsungan usaha.
Pedagang warung nasi (Warteg) di Jalan Darusallam II, Andini, juga mengalami tekanan serupa. Ia menyebut harga beras naik dari Rp600 ribu per 50 kg menjadi Rp750 ribu, minyak goreng naik dari Rp14 ribu menjadi Rp19 ribu per liter, serta bumbu seperti bawang putih, kemiri, dan serai mengalami kenaikan harga yang merata. Ia mengaku tidak mampu menaikkan harga jual karena takut kehilangan pelanggan.
Untuk menjaga kualitas produk, Andini memilih tidak mengurangi takaran bumbu meski biaya produksi melonjak. Ia rela menurunkan keuntungan harian dari Rp300 ribu menjadi Rp200 ribu demi menjaga loyalitas pelanggan. Menurutnya, kehilangan kualitas akan berisiko merusak reputasi usaha dalam jangka panjang.
Para pedagang meminta pemerintah melakukan intervensi lebih intensif untuk menstabilkan harga pangan, terutama bagi kelompok ekonomi lemah yang paling terdampak. Mereka berharap kebijakan yang tepat dapat mencegah pelemahan daya beli dan menjaga stabilitas ekonomi mikro di tengah tekanan inflasi yang terus berlanjut.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Presiden Iran Masoud Pezeshkian akan bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin pada akhir Oktober di Moskow untuk membahas kerja sama ekonomi, energi, dan isu global tanpa penandatanganan dokumen.
24 Oktober 2026

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
AsetKu hadir dalam Jakarta Financial Festival 2026 untuk tingkatkan pemahaman masyarakat terhadap layanan keuangan digital secara bijak dan inklusif.
24 Oktober 2026

Produk UMKM Ramah Lingkungan Siap Eksplorasi Pasar Global
Menteri Perindustrian optimistis produk fesyen dan kerajinan berbahan alami dari UMKM Indonesia mampu menembus pasar internasional berkat meningkatnya kesadaran global terhadap lingkungan dan kesehatan.
24 Oktober 2026

OJK Dorong Aktivitas Rekening Rp50 Ribu Agar Tak Jadi Dormant
OJK memperkuat edukasi dan pendampingan keuangan untuk memastikan rekening program Rp50 ribu tetap aktif, khususnya di kalangan pelajar dan masyarakat kelas menengah ke bawah.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Panas atau Dingin, Apakah Suhu Kopi Pengaruhi Kesehatan?
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.49 WITA

Empat Acara Besar Serentak Guncang GBK, Dinas Perhubungan Siapkan Langkah Antisipasi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.39 WITA

