Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Haze Melanda Labuan Bajo, BMKG Imbau Warga Batasi Aktivitas di Luar Ruangan

Fenomena kabut asap menyelimuti Labuan Bajo, dengan jarak pandang hanya empat kilometer, memicu imbauan BMKG agar masyarakat, terutama kelompok rentan, batasi aktivitas di luar ruangan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 21 Oktober 2026, 12.01 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 12x dibuka
Haze Melanda Labuan Bajo, BMKG Imbau Warga Batasi Aktivitas di Luar Ruangan📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kabut asap kembali mengganggu kualitas udara di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, pada awal pekan ini. Kondisi tersebut mengurangi jarak pandang hingga sekitar empat kilometer, menimbulkan ketidaknyamanan bagi warga, terutama pada bagian mata yang mengalami iritasi. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan fenomena ini perlu diwaspadai karena berpotensi memicu gangguan pernapasan, terutama bagi anak-anak, lansia, dan penderita penyakit saluran napas.

Kepala Stasiun Meteorologi Komodo, Maria Patricia Christin Seran, mengimbau masyarakat untuk membatasi aktivitas fisik berat di luar ruangan saat kondisi udara terasa berasap atau berdebu. Ia menekankan pentingnya konsultasi dengan tenaga kesehatan apabila muncul gejala sesak napas atau iritasi pada saluran pernapasan. Imbauan ini dikeluarkan sebagai langkah preventif untuk menjaga kesehatan masyarakat di tengah kondisi atmosfer yang tidak stabil.

BMKG memperkirakan bahwa penyebab haze di wilayah tersebut berpotensi berasal dari sebaran asap akibat kebakaran hutan dan lahan di wilayah sekitar, terutama dari arah timur. Pola angin dominan dari arah timur diperkirakan menjadi mekanisme transportasi partikel asap ke wilayah NTT. Namun, peneliti menyatakan bahwa penyebab pasti masih perlu analisis lebih mendalam, karena partikel yang menyebabkan kabut tidak selalu berasal dari kebakaran.

Selain asap, kemungkinan lain yang diidentifikasi adalah partikel aerosol dari percikan air laut yang terangkat ke atmosfer, terutama mengingat lokasi Labuan Bajo yang dikelilingi laut. Pemodelan BMKG menunjukkan adanya indikasi partikulat halus, tetapi belum dapat dipastikan sumber utamanya. Klarifikasi akhir memerlukan pengukuran langsung kualitas udara secara rutin dan pemantauan berkelanjutan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya