Haze Melanda Labuan Bajo, BMKG Imbau Warga Batasi Aktivitas di Luar Ruangan
Fenomena kabut asap menyelimuti Labuan Bajo, dengan jarak pandang hanya empat kilometer, memicu imbauan BMKG agar masyarakat, terutama kelompok rentan, batasi aktivitas di luar ruangan.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 21 Oktober 2026, 12.01 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 12x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Kabut asap kembali mengganggu kualitas udara di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, pada awal pekan ini. Kondisi tersebut mengurangi jarak pandang hingga sekitar empat kilometer, menimbulkan ketidaknyamanan bagi warga, terutama pada bagian mata yang mengalami iritasi. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan fenomena ini perlu diwaspadai karena berpotensi memicu gangguan pernapasan, terutama bagi anak-anak, lansia, dan penderita penyakit saluran napas.
Kepala Stasiun Meteorologi Komodo, Maria Patricia Christin Seran, mengimbau masyarakat untuk membatasi aktivitas fisik berat di luar ruangan saat kondisi udara terasa berasap atau berdebu. Ia menekankan pentingnya konsultasi dengan tenaga kesehatan apabila muncul gejala sesak napas atau iritasi pada saluran pernapasan. Imbauan ini dikeluarkan sebagai langkah preventif untuk menjaga kesehatan masyarakat di tengah kondisi atmosfer yang tidak stabil.
BMKG memperkirakan bahwa penyebab haze di wilayah tersebut berpotensi berasal dari sebaran asap akibat kebakaran hutan dan lahan di wilayah sekitar, terutama dari arah timur. Pola angin dominan dari arah timur diperkirakan menjadi mekanisme transportasi partikel asap ke wilayah NTT. Namun, peneliti menyatakan bahwa penyebab pasti masih perlu analisis lebih mendalam, karena partikel yang menyebabkan kabut tidak selalu berasal dari kebakaran.
Selain asap, kemungkinan lain yang diidentifikasi adalah partikel aerosol dari percikan air laut yang terangkat ke atmosfer, terutama mengingat lokasi Labuan Bajo yang dikelilingi laut. Pemodelan BMKG menunjukkan adanya indikasi partikulat halus, tetapi belum dapat dipastikan sumber utamanya. Klarifikasi akhir memerlukan pengukuran langsung kualitas udara secara rutin dan pemantauan berkelanjutan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

14 Lokasi Piknik Unik yang Menyuguhkan Sejarah dan Keindahan Tak Biasa
Berbagai tempat piknik di dunia menawarkan pengalaman berbeda, dari bekas tambang hingga reruntuhan kastel, dengan nuansa sejarah dan alam yang menarik.
24 Oktober 2026

16 Wilayah Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang Hari Ini
BMKG memperingatkan 16 wilayah di Indonesia berpotensi hujan lebat hingga sangat lebat serta angin kencang, didorong dinamika atmosfer regional dan lokal pada Sabtu (24/10).
24 Oktober 2026

Musim Hujan 2026/2027 Tiba Lebih Lambat, BMKG Peringatkan Potensi Bencana
Prediksi BMKG menunjukkan musim hujan di sebagian besar wilayah Indonesia mulai mundur hingga November hingga Desember, dengan risiko banjir dan longsor meningkat di akhir tahun.
24 Oktober 2026

NASA Tancap Gas untuk Misi Pendaratan Manusia di Bulan 2028
NASA menegaskan komitmen mendaratkan astronot di permukaan bulan pada 2028 melalui misi Artemis IV, dengan dukungan SpaceX dan Blue Origin dalam pengembangan wahana pendaratan.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

