Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Honda Rancang Penghematan 1,5 Triliun Yen Lewat Pemasok China

Honda mulai alihkan pengadaan komponen ke produsen asal Tiongkok demi capai penghematan 1,5 triliun yen hingga 2030.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 18.45 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Honda Rancang Penghematan 1,5 Triliun Yen Lewat Pemasok China
Foto: Sindonews

Kendari, ıNarasikita - Honda tengah menyusun strategi besar dalam pengelolaan biaya produksi dengan fokus pada pengurangan ketergantungan pada pemasok tradisional dan memperluas kerja sama dengan perusahaan manufaktur dari Tiongkok. Langkah ini merupakan respons terhadap tekanan kompetitif yang meningkat, khususnya dari merek otomotif asal Tiongkok yang mampu menawarkan produk dengan harga lebih kompetitif. Target utamanya adalah mencapai penghematan sebesar 1,5 triliun yen—setara sekitar RM40 miliar—dalam lima tahun ke depan melalui optimasi rantai pasok global.

Dalam dokumen internal yang diungkap oleh sumber terpercaya, perusahaan menetapkan target pengurangan biaya hingga 30 persen untuk sejumlah komponen kunci. Komponen yang menjadi fokus meliputi bagian hasil proses *stamping* dan *forging*, elemen kelistrikan, serta perangkat keras pendukung kendaraan berbasis perangkat lunak atau *software-defined vehicles* (SDV). Penekanan ini menunjukkan bahwa Honda tidak hanya mengejar harga murah, tetapi juga memperkuat efisiensi dalam produksi teknologi modern.

Alih-alih hanya bernegosiasi dengan pemasok eksisting, Honda kini mendorong penggunaan komponen dari produsen Tiongkok yang telah terbukti mampu memenuhi standar kualitas dengan biaya lebih rendah. Selain itu, perusahaan juga memperluas pengadaan dari pemasok lapis kedua dan ketiga yang memproduksi komponen standar, sehingga mengurangi ketergantungan pada pemasok utama. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat proses pengadaan dan meningkatkan fleksibilitas dalam rantai pasok.

Tujuan akhir dari rencana ini adalah memperkuat daya saing Honda di pasar global yang semakin ketat, terutama dalam sektor kendaraan listrik dan teknologi terintegrasi. Dengan mengoptimalkan struktur biaya produksi, perusahaan berharap dapat mempertahankan profitabilitas tanpa mengorbankan kualitas produk. Langkah ini juga menjadi bagian dari transformasi strategis jangka panjang yang menekankan efisiensi dan inovasi berkelanjutan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya