Honda Rancang Penghematan 1,5 Triliun Yen Lewat Pemasok China
Honda mulai alihkan pengadaan komponen ke produsen asal Tiongkok demi capai penghematan 1,5 triliun yen hingga 2030.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 18.45 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Honda tengah menyusun strategi besar dalam pengelolaan biaya produksi dengan fokus pada pengurangan ketergantungan pada pemasok tradisional dan memperluas kerja sama dengan perusahaan manufaktur dari Tiongkok. Langkah ini merupakan respons terhadap tekanan kompetitif yang meningkat, khususnya dari merek otomotif asal Tiongkok yang mampu menawarkan produk dengan harga lebih kompetitif. Target utamanya adalah mencapai penghematan sebesar 1,5 triliun yen—setara sekitar RM40 miliar—dalam lima tahun ke depan melalui optimasi rantai pasok global.
Dalam dokumen internal yang diungkap oleh sumber terpercaya, perusahaan menetapkan target pengurangan biaya hingga 30 persen untuk sejumlah komponen kunci. Komponen yang menjadi fokus meliputi bagian hasil proses *stamping* dan *forging*, elemen kelistrikan, serta perangkat keras pendukung kendaraan berbasis perangkat lunak atau *software-defined vehicles* (SDV). Penekanan ini menunjukkan bahwa Honda tidak hanya mengejar harga murah, tetapi juga memperkuat efisiensi dalam produksi teknologi modern.
Alih-alih hanya bernegosiasi dengan pemasok eksisting, Honda kini mendorong penggunaan komponen dari produsen Tiongkok yang telah terbukti mampu memenuhi standar kualitas dengan biaya lebih rendah. Selain itu, perusahaan juga memperluas pengadaan dari pemasok lapis kedua dan ketiga yang memproduksi komponen standar, sehingga mengurangi ketergantungan pada pemasok utama. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat proses pengadaan dan meningkatkan fleksibilitas dalam rantai pasok.
Tujuan akhir dari rencana ini adalah memperkuat daya saing Honda di pasar global yang semakin ketat, terutama dalam sektor kendaraan listrik dan teknologi terintegrasi. Dengan mengoptimalkan struktur biaya produksi, perusahaan berharap dapat mempertahankan profitabilitas tanpa mengorbankan kualitas produk. Langkah ini juga menjadi bagian dari transformasi strategis jangka panjang yang menekankan efisiensi dan inovasi berkelanjutan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau yang menutupi kaca mobil berpotensi menyebabkan baret jika wiper digunakan secara salah, sebagaimana dijelaskan pakar otomotif ITB.
8 September 2026

Agustus 2026 Catat Rekor Penjualan Mobil Baru
Penjualan mobil baru di Indonesia mencapai rekor tertinggi sepanjang 2026, didorong lonjakan penjualan ritel dan momentum GIIAS yang sukses menarik minat konsumen.
8 September 2026

Penjualan Mobil Agustus 2026 Tembus Rekor 83 Ribu Unit
Penjualan mobil ritel di Agustus 2026 mencatat rekor tertinggi sepanjang tahun, melampaui angka 80 ribu unit, didorong oleh momentum GIIAS 2026 dan pertumbuhan tahunan signifikan.
8 September 2026

Pemerintah Siap Bangun Pabrik Motor Listrik Nasional
Pemerintah RI menegaskan komitmen membangun pabrik motor listrik sendiri melalui program MOLINAS demi percepatan industri hijau dan kemandirian teknologi nasional.
8 September 2026
Berita Lainnya

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.37 WITA

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Anggaran Cost Recovery Naik, Produksi Migas Turun: Mekeng Minta Transparansi
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA


