Honda Rancang Penghematan 1,5 Triliun Yen Lewat Pemasok China
Honda mulai alihkan pengadaan komponen ke produsen asal Tiongkok demi capai penghematan 1,5 triliun yen hingga 2030.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 18.45 WITA·👁 3 orang membaca· 0 hari ini · 14x dibuka
📷 SindonewsKendari, ıNarasikita - Honda tengah menyusun strategi besar dalam pengelolaan biaya produksi dengan fokus pada pengurangan ketergantungan pada pemasok tradisional dan memperluas kerja sama dengan perusahaan manufaktur dari Tiongkok. Langkah ini merupakan respons terhadap tekanan kompetitif yang meningkat, khususnya dari merek otomotif asal Tiongkok yang mampu menawarkan produk dengan harga lebih kompetitif. Target utamanya adalah mencapai penghematan sebesar 1,5 triliun yen—setara sekitar RM40 miliar—dalam lima tahun ke depan melalui optimasi rantai pasok global.
Dalam dokumen internal yang diungkap oleh sumber terpercaya, perusahaan menetapkan target pengurangan biaya hingga 30 persen untuk sejumlah komponen kunci. Komponen yang menjadi fokus meliputi bagian hasil proses *stamping* dan *forging*, elemen kelistrikan, serta perangkat keras pendukung kendaraan berbasis perangkat lunak atau *software-defined vehicles* (SDV). Penekanan ini menunjukkan bahwa Honda tidak hanya mengejar harga murah, tetapi juga memperkuat efisiensi dalam produksi teknologi modern.
Alih-alih hanya bernegosiasi dengan pemasok eksisting, Honda kini mendorong penggunaan komponen dari produsen Tiongkok yang telah terbukti mampu memenuhi standar kualitas dengan biaya lebih rendah. Selain itu, perusahaan juga memperluas pengadaan dari pemasok lapis kedua dan ketiga yang memproduksi komponen standar, sehingga mengurangi ketergantungan pada pemasok utama. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat proses pengadaan dan meningkatkan fleksibilitas dalam rantai pasok.
Tujuan akhir dari rencana ini adalah memperkuat daya saing Honda di pasar global yang semakin ketat, terutama dalam sektor kendaraan listrik dan teknologi terintegrasi. Dengan mengoptimalkan struktur biaya produksi, perusahaan berharap dapat mempertahankan profitabilitas tanpa mengorbankan kualitas produk. Langkah ini juga menjadi bagian dari transformasi strategis jangka panjang yang menekankan efisiensi dan inovasi berkelanjutan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Honda Bikers Day 2026 Tancapkan Semangat Kebangkitan di Ambarawa
Acara puncak Honda Bikers Day 2026 digelar di Ambarawa dengan tema Legacy of Spirit, menegaskan komitmen mempererat persaudaraan dan berdampak positif pada ekonomi lokal.
24 Oktober 2026

Honda ADV160 Uji Ketangguhan di Jalur Menantang
Dua puluh jurnalis menguji performa New Honda ADV160 dalam perjalanan 151 kilometer dari Semarang ke Ambarawa melalui berbagai kondisi jalan.
24 Oktober 2026

Veloz Hybrid Puncaki Penjualan Hybrid di Indonesia
Toyota Veloz Hybrid menduduki posisi teratas penjualan hybrid nasional pada September 2026, mengungguli Innova Zenix Hybrid dengan selisih 182 unit berdasarkan data wholesales Gaikindo.
24 Oktober 2026

BYD Atto 1 Kuasai Pasar Mobil Listrik September 2026
BYD Atto 1 memimpin penjualan mobil listrik di Indonesia dengan distribusi 4.840 unit sepanjang September 2026, unggul jauh dari pesaing lainnya.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

D-8 Dorong Perdamaian Melalui Diplomasi dan Kolaborasi Ekonomi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

Madrasah Harus Jadi Ruang Belajar Inklusif dan Aman Digital
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

PLTS Terapung di Waduk Tembesi Capai 74 Persen Progres
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

OJK Sultra Dorong Inklusi Keuangan Lewat BIK 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

Gubernur Kalteng Tanam Pohon di Lokasi Karhutla Tumbang Nusa
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA

Menteri Tinjau Langsung BSPS di Jakarta Barat
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA
Sulut Juara Umum Kejurnas Pacuan Kuda 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.23 WITA

7 Kebiasaan Sederhana untuk Hidup Lebih Bahagia
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.21 WITA

