Hongaria Percepat Reboisasi untuk Hadapi Krisis Iklim
Pemerintah Hongaria resmi meluncurkan program penghijauan besar dengan anggaran puluhan miliar forint untuk tanam jutaan pohon dan bangun koridor hijau hingga 2030.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 16.46 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 5x dibuka
📷 ANTARAKendari, ıNarasikita - Pemerintah Hongaria mengumumkan peluncuran program reboisasi nasional skala besar yang akan berlangsung hingga tahun 2030, dengan alokasi dana mencapai puluhan miliar forint Hongaria. Program ini disetujui dalam sidang parlemen pertama dan dirancang untuk memperkuat ketahanan ekosistem terhadap tekanan iklim yang semakin intens. Fokus utamanya adalah penanaman kembali jutaan pohon, pembangunan hutan baru, serta penciptaan kawasan pejalan kaki dan koridor hijau di sepanjang aliran sungai dan wilayah perkotaan.
Langkah ini menekankan pemilihan spesies pohon yang tahan terhadap kekeringan, perbaikan kualitas hutan, serta pengendalian spesies invasif yang mengancam keanekaragaman hayati. Selain itu, penanaman pohon akan dikombinasikan dengan strategi retensi air guna mengurangi dampak panas ekstrem, kekeringan, dan perubahan cuaca ekstrem. Program ini disusun sebagai respons terhadap musim panas terpanas dalam sejarah negara sejak pencatatan dimulai pada 1901.
Kekeringan parah selama musim panas telah menyebabkan penurunan permukaan air Sungai Danube secara signifikan, yang berdampak langsung pada operasional pembangkit listrik tenaga nuklir Paks. Kondisi tersebut memaksa pengurangan produksi listrik dan mendorong penerapan langkah darurat dalam pengelolaan sumber daya air. Program penghijauan diharapkan menjadi solusi jangka panjang untuk memperbaiki keseimbangan ekologis dan memitigasi risiko bencana alam akibat perubahan iklim.
Kelompok lingkungan "10 Millio Fa" (10 Juta Pohon) menyambut positif langkah pemerintah, menilai inisiatif ini sebagai awal yang berarti. Namun, mereka menekankan perlunya reformasi ekologis yang lebih menyeluruh dan berkelanjutan, termasuk pengawasan ketat terhadap pelaksanaan program dan transparansi penggunaan anggaran.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pupuk Indonesia Perkuat Irigasi di 5 Wilayah, Dorong Ketahanan Pangan
Pupuk Indonesia bersama Rabu Biru Foundation resmikan infrastruktur irigasi di lima daerah untuk tingkatkan akses air bagi petani lahan tadah hujan.
26 Oktober 2026

Indonesia Butuh Lebih Banyak Penulis Naskah Film Profesional
Ketua BPI ungkap industri film lokal kekurangan talenta, terutama penulis naskah, meski lulusan perfilman jumlahnya melimpah namun hanya sedikit yang masuk ke industri.
26 Oktober 2026

Adegan Pernikahan Chandler Bing Menggambarkan Harapan Terdalam Perry
Keluarga Matthew Perry mengungkapkan kesedihan mendalam saat menyaksikan adegan pernikahan Chandler dan Monica, yang mencerminkan keinginan abang mereka untuk memiliki keluarga di tengah perjuangan melawan kecanduan.
26 Oktober 2026

Ubed Siap Laga Penentu di Final French Open 2026
Tunggal putra Indonesia, Moh Zaki Ubaidillah, melangkah ke final French Open 2026 setelah menaklukkan unggulan Prancis dalam pertandingan sengit tiga gim.
26 Oktober 2026
Berita Lainnya

Lula Menang Pilpres Brasil, Ulangi Sejarah sebagai Presiden Terlama
Senin, 26 Oktober 2026, 09.29 WITA

Singapura Tanggapi Pemangkasan Ekspor Gas RI dengan Langkah Hukum
Senin, 26 Oktober 2026, 09.29 WITA

Pembayaran Gaji ASN Tetap Melalui Perbankan
Senin, 26 Oktober 2026, 09.29 WITA

Indonesia Siap Tentukan Nasib Rating Pasar Modal Sendiri
Senin, 26 Oktober 2026, 09.28 WITA

9 Perusahaan Siap Melantai di Bursa, Tiga Punya Aset Jumbo
Senin, 26 Oktober 2026, 09.28 WITA

Asing Jual Bersih Rp8,73 Triliun, 10 Saham Ini Paling Dijual
Senin, 26 Oktober 2026, 09.28 WITA

Asing Borong Saham Unggulan, IHSG Akhiri Pekan Naik 1,21%
Senin, 26 Oktober 2026, 09.28 WITA

IHSG Diproyeksi Naik Terbatas dengan Risiko Koreksi
Senin, 26 Oktober 2026, 09.25 WITA

