Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

IHSG Anjlok 31% Sejak Awal Tahun, Pasar Kehilangan Rp5,5 Triliun

Indeks pasar saham Indonesia turun 31,14% sejak awal 2026, menyebabkan kapitalisasi pasar menyusut Rp5,548 triliun dari level tertinggi tahun lalu.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 14 Oktober 2026, 15.22 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 29x dibuka
IHSG Anjlok 31% Sejak Awal Tahun, Pasar Kehilangan Rp5,5 Triliun📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat penurunan signifikan sejak awal tahun 2026, dengan kerugian kumulatif mencapai 31,14% secara year to date. Meski sempat bergerak stabil di awal perdagangan pada 14 Oktober, dengan pembukaan di level 5.940,68 dan fluktuasi sempit antara 5.938,30 hingga 5.946,28, tekanan jangka panjang tetap menghantui pasar. Penurunan ini didorong oleh sejumlah faktor global, termasuk kekhawatiran terhadap keputusan indeks MSCI yang masih menunggu evaluasi akhir tahun.

Kapitalisasi pasar saham Indonesia kini berada pada angka Rp10.452 triliun, menurun dari puncaknya pada 8 Desember 2025 yang mencapai Rp16.000 triliun. Jika dibandingkan dengan level tertinggi tersebut, nilai pasar telah menyusut sebesar Rp5.548 triliun atau setara 34,68%. Penurunan ini mencerminkan ketidakpastian yang terus berlanjut, terutama terkait prospek kenaikan status pasar Indonesia dalam indeks global MSCI.

Laporan dari BRI Danareksa Sekuritas menegaskan bahwa sentimen MSCI tetap menjadi faktor utama yang memengaruhi pergerakan pasar. Kekhawatiran terhadap transparansi kepemilikan saham, potensi perdagangan terkoordinasi, serta konsistensi implementasi reformasi pasar, seperti klasifikasi investor dan roadmap free float minimum 15%, menjadi sorotan utama. Meskipun MSCI telah mencatat adanya upaya reformasi, termasuk pengungkapan kepemilikan di atas 1% dan kerangka HSC, efektivitasnya masih dinilai secara kritis.

Evaluasi indeks MSCI di bulan November 2026 menjadi kunci. Sebelumnya, MSCI menunda kenaikan foreign inclusion factor dan penambahan saham baru, sambil mempertimbangkan opsi reklasifikasi Indonesia ke kategori Frontier Market jika kemajuan tidak memadai. Meski belum ada keputusan final, keberadaan proses konsultasi menunjukkan bahwa risiko downgrade tetap ada. Perubahan status indeks, jika terjadi, akan berlaku efektif mulai 1 Desember, bukan secara otomatis pada tanggal pengumuman.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya