IHSG Anjlok 8%, Pakar Soroti Kredibilitas Pasar Modal
Pelemahan tajam IHSG ke level 5.393 memicu kekhawatiran soal integritas pasar saham, dengan ekonom menekankan perlunya reformasi tata kelola dan transparansi kepemilikan untuk menjaga kepercayaan investor global.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 16 Oktober 2026, 23.30 WITA·👁 4 orang membaca· 0 hari ini · 190x dibuka
📷 SindonewsKendari, ıNarasikita - Kondisi pasar saham Indonesia yang mengalami penurunan tajam, ditandai anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) lebih dari 8% ke level 5.393, menjadi bahan pertimbangan serius bagi para pakar ekonomi. Aksi jual massal yang mengakibatkan penghentian sementara perdagangan selama hampir dua menit menunjukkan ketegangan yang mendalam di pasar modal, terutama di tengah upaya klasifikasi ulang pasar oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI) dari emerging market menuju standalone market.
Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Didik J. Rachbini menyoroti bahwa tekanan pasar ini bukan sekadar fluktuasi teknis, melainkan cerminan dari kekhawatiran mendalam terhadap kelayakan investasi dan kredibilitas sistem tata kelola pasar. Ia menegaskan bahwa pemulihan kepercayaan investor tidak bisa hanya dilakukan melalui peraturan formal, tetapi harus dibuktikan dengan praktik perdagangan yang adil dan harga saham yang mencerminkan realitas pasar.
Kekhawatiran terbesar muncul dari kesenjangan antara regulasi yang ada dan pelaksanaannya di lapangan. Meskipun aturan mengenai batas minimum free float dan kewajiban pengungkapan kepemilikan saham atas 1% telah diterapkan, keberhasilan sistem ini dinilai bergantung pada transparansi dan konsistensi pelaksanaan. Didik menekankan perlunya evaluasi independen untuk mengukur dampak nyata dari kebijakan tersebut terhadap kualitas perdagangan harian.
Ia memperingatkan bahwa jika tidak ada perbaikan nyata dalam likuiditas, pengungkapan kepemilikan yang jelas, serta tata kelola Bursa Efek Indonesia yang lebih akuntabel, maka risiko keluarnya modal asing akan semakin tinggi. Dalam konteks global, ketidakpercayaan terhadap pasar modal domestik dapat mengganggu stabilitas ekonomi politik nasional, terlebih saat Indonesia sedang berada dalam proses menarik perhatian investor internasional.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

OJK Tekankan Kewaspadaan dalam Manfaatkan Pembiayaan Digital
OJK imbau masyarakat bijak manfaatkan akses pembiayaan digital dengan tetap mempertimbangkan kemampuan membayar dan pemahaman risiko yang melekat.
25 Oktober 2026

RI Kurangi Ekspor Gas ke Singapura, EMA: Tak Ganggu Ketersediaan
Indonesia memangkas ekspor gas ke Singapura sebesar 31 juta kaki kubik harian, tetapi otoritas energi Singapura menegaskan ketersediaan pasokan tetap terjaga.
25 Oktober 2026

RI Kurangi Ekspor Gas ke Singapura, EMA Jamin Stabilitas Pasokan
Pemerintah Indonesia memangkas ekspor gas ke Singapura sebesar 31 BBTUD, namun otoritas energi Singapura menegaskan pasokan tetap aman berkat cadangan dan diversifikasi sumber.
25 Oktober 2026

Indonesia Kurangi Ekspor Gas ke Singapura untuk Jaga Ketersediaan Dalam Negeri
Pemerintah Indonesia memangkas ekspor gas ke Singapura sebesar 31 BBTUD mulai 24 Oktober 2026 demi menjamin pasokan energi nasional, khususnya untuk sektor kelistrikan.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Gubernur Tegaskan Kedisiplinan Waktu Jadi Syarat Utama JRF 2026
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.28 WITA

Ribuan Orang Ditahan dalam Aksi Protes Prancis Terkait Biaya Hidup
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.28 WITA

Raharjati Raih Medali Perak Panjat Tebing Dunia di Santiago
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.28 WITA

Moto2 dan Moto3 Australia Dibatalkan Akibat Cuaca Ekstrem
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.27 WITA

Vape Berisiko Sebabkan Cedera Paru dan Penyalahgunaan Narkoba
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.27 WITA

Prancis Siap Blokir Media Sosial Jelang Demo Rompi Kuning
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.27 WITA

Indonesia Tekankan Konservasi Air Lewat Pengelolaan Daratan Terpadu
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.26 WITA

GR Garage Ukir Prestasi di Kejurnas ITCR 1200 dan OMR 2026
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.13 WITA

