Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

IHSG Awal Pekan Menguat, Lalu Melemah di Menit Awal Perdagangan

Indeks Harga Saham Gabungan dibuka menguat 0,18% ke level 5.397, namun berbalik turun menjadi melemah 0,28% ke 5.372 dalam beberapa menit pertama perdagangan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 23 Oktober 2026, 12.06 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 41x dibuka
IHSG Awal Pekan Menguat, Lalu Melemah di Menit Awal Perdagangan📷 Sindonews

Kendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada awal perdagangan Jumat (23/10/2026), menunjukkan kecenderungan positif dengan kenaikan 0,18 persen ke posisi 5.397. Penguatan ini terjadi di tengah aktivitas pasar yang mulai ramai, dengan nilai transaksi awal mencapai Rp635 miliar dan volume perdagangan mencapai 2,1 miliar lembar saham. Namun, dinamika pasar berubah cepat dalam beberapa menit pertama, ketika indeks berbalik arah dan mulai melemah.

Pada pukul 09.10 WIB, IHSG turun 0,28 persen ke level 5.372, mencerminkan tekanan jual yang mulai muncul di sejumlah emiten. Dari total saham yang diperdagangkan, sebanyak 272 lembar saham berada di zona positif, 208 melemah, dan 483 lainnya stagnan. Pergerakan ini juga terpantau pada sejumlah indeks lain, termasuk LQ45 yang turun 0,51% ke 541, JII melemah 0,45% ke 314, MNC36 turun 0,41% ke 238, serta IDX30 merosot 0,58% ke 303.

Di sektor pasar, sejumlah kelompok menguat, antara lain energi, konsumer non siklikal, infrastruktur, properti, dan teknologi. Sementara itu, sektor yang mengalami penurunan meliputi konsumer siklikal, keuangan, bahan baku, transportasi, industri, serta kesehatan. Kinerja sektor-sektor ini mencerminkan pergeseran sentimen investor terhadap aset-aset berbasis fundamental dan kinerja kuartalan.

Dari sisi saham, tiga emiten yang paling unggul dalam pergerakan harga antara lain RDI Insight ETF FTSE Indonesia Low Volatility Factor, PT Arthavest Tbk (ARTA), dan PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA), yang menjadi penguat utama dalam pergerakan indeks. Di sisi lain, saham-saham yang menunjukkan penurunan terdalam meliputi PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO), PT Artha Mahiya Investama Tbk (AIMS), dan PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk (MTWI).

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya