Senin, 28 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

IHSG Berpotensi Melemah di Awal Pekan

Indeks Harga Saham Gabungan diproyeksikan turun pada perdagangan Senin, terdorong tekanan jual dan koreksi mingguan di atas 3 persen.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 28 September 2026, 12.08 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
IHSG Berpotensi Melemah di Awal Pekan📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan mengalami tekanan penurunan pada awal pekan ini, menyusul penutupan pekan sebelumnya di level 6.241. Penurunan sebesar 0,9 persen atau 56,7 poin terjadi setelah indeks gagal mempertahankan posisi di atas 6.300, menandai kelanjutan koreksi dari level tertinggi sebelumnya. Kondisi ini diperparah oleh pergerakan bearish di time frame mingguan, yang menunjukkan dominasi penjual pada pasar saham.

Analis dari MNC Sekuritas menyatakan bahwa pergerakan IHSG saat ini berada dalam fase wave a dari wave (x), yang menandakan potensi penurunan lebih lanjut hingga mencapai area 6.157 hingga 6.209. Dalam skenario ini, level support terdekat diproyeksikan berada di angka 6.174 dan 6.108, sementara resistensi berada pada rentang 6.380 hingga 6.535. Rekomendasi saham yang disebutkan mencakup COIN, INDF, HMSP, dan ENRG sebagai instrumen yang dinilai memiliki prospek tertentu dalam kondisi pasar saat ini.

Di sisi lain, analis Binaartha Sekuritas menilai bahwa pergerakan IHSG menunjukkan sinyal pelemahan lebih dalam, terutama setelah membentuk candle bearish marubozu pada grafik mingguan. Target penurunan terdekat dipatok di level 6.159, dengan potensi penurunan lebih lanjut hingga klaster support 6.015 hingga 6.029 jika tekanan jual tetap kuat. Dalam proyeksi ini, level support terendah yang diantisipasi adalah 5.850, sementara resistensi utama berada di 6.423, 6.552, dan 6.712. Rekomendasi saham yang disebutkan meliputi ADRO, BBRI, BUMI, dan DEWA.

Data perdagangan Jumat (25/9) menunjukkan aktivitas pasar dengan nilai transaksi mencapai Rp9,43 triliun, volume perdagangan 33,23 miliar saham, dan frekuensi transaksi sebanyak 1,63 juta kali. Dari total saham yang diperdagangkan, sebanyak 558 mengalami penurunan harga, 118 menguat, dan 117 stagnan. Angka-angka ini menunjukkan dominasi penurunan yang konsisten di sektor pasar modal, mengindikasikan sentimen investor yang masih cenderung defensif.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya