Jumat, 11 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

IHSG Diproyeksi Menguat Jelang Penutupan Pekan

Indeks Harga Saham Gabungan diperkirakan menguat pada perdagangan Jumat, meski risiko koreksi tetap perlu diwaspadai di tengah pergerakan teknikal yang dinamis.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 11 September 2026, 07.29 WITA·👁 2 orang membaca· 2 hari ini · 8x dibuka
IHSG Diproyeksi Menguat Jelang Penutupan Pekan📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak menguat pada perdagangan Jumat (11/9), dengan analis memperhatikan dinamika teknikal yang menunjukkan adanya potensi penguatan dalam gelombang wave v dari wave (c). Herditya Wicaksana dari MNC Sekuritas menilai rentang area penguatan berada di level 6.737 hingga 6.837, sementara jika terjadi koreksi, indeks dapat menguji level support di 6.505 hingga 6.584. Ia menyebutkan bahwa posisi saat ini masih dalam tren penguatan jangka pendek, meski volatilitas tetap menjadi faktor penentu.

Berdasarkan analisis, IHSG diproyeksikan bergerak dalam rentang support 6.561 hingga 6.476, dengan resistance di kisaran 6.705 hingga 6.755. Dalam pandangan tersebut, emiten-emiten seperti CDIA, DEWA, UNTR, dan AADI disebut layak menjadi pertimbangan investasi. Penguatan ini terjadi setelah indeks mengalami penurunan pada perdagangan Kamis (10/9), ketika menutup di level 6.589, turun 88,86 poin atau 1,33 persen dari penutupan sebelumnya.

Di sisi lain, Ivan Rosanova dari Binaartha Sekuritas memandang indeks masih bergerak dalam kondisi mixed dengan kecenderungan melemah. Ia menyoroti pola ending diagonal pada grafik 4 jam yang mengisyaratkan kemungkinan koreksi lebih dalam, terutama jika indeks bergerak di bawah level fraktal 6.610. Menurutnya, IHSG berpotensi terkoreksi hingga mencapai level 6.541. Ia memprediksi rentang support di 6.542, 6.476, dan 6.376, dengan resistance di 6.765, 6.835, 6.916, hingga 7.071.

Volume perdagangan pada hari sebelumnya mencatatkan nilai transaksi sebesar Rp21,51 triliun, dengan total saham yang diperdagangkan mencapai 50,05 miliar lembar. Dari keseluruhan saham yang diperdagangkan, 150 menguat, 516 melemah, dan 127 stagnan. Meskipun ada tekanan jual, pergerakan pasar tetap dipengaruhi oleh sentimen teknikal dan dinamika investor domestik maupun asing.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya