IHSG Diproyeksi Stabil di Rentang 5.850–6.300
Indeks Harga Saham Gabungan diproyeksi bergerak dalam kisaran 5.851 hingga 6.296 pada perdagangan Rabu, dengan potensi rebound terbatas meski sinyal teknikal masih negatif.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 14 Oktober 2026, 09.10 WITA·👁 4 orang membaca· 0 hari ini · 24x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan menguat dalam perdagangan hari ini, dengan level support utama berada di kisaran 5.887 hingga 5.851. Analis dari MNC Sekuritas menyatakan bahwa pergerakan indeks saat ini berada pada fase wave v dari wave a dalam pola gelombang (x), yang menunjukkan potensi penguatan menuju area 5.943 hingga 5.978. Namun, risiko koreksi lebih dalam tetap ada, dengan titik terendah yang mungkin terjadi di level 5.744 hingga 5.794.
Di sisi lain, analis dari Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai bahwa meskipun terdapat sinyal awal pemulihan melalui pola candlestick hammer dan pendekatan terhadap support krusial di 5.851, tekanan jual masih dominan. Indikator teknikal seperti Stochastics K_D dan RSI masih mengarah negatif, sehingga mengurangi optimisme terhadap pemulihan kuat. IHSG diperkirakan bergerak di rentang 5.851–5.647 sebagai support, dan 6.016–6.180 sebagai resistance.
Pada penutupan perdagangan Selasa, IHSG berada di posisi 5.925, turun 10,17 poin atau 0,17 persen dari penutupan sebelumnya. Volume perdagangan mencapai 36,45 miliar saham dengan nilai transaksi mencapai Rp10,65 triliun. Dari total saham yang diperdagangkan, sebanyak 336 menguat, 290 terkoreksi, dan 168 stagnan.
Beberapa saham disebut memiliki prospek menarik menurut rekomendasi analis, termasuk ARCI, BMRI, INDY, MIDI dari MNC Sekuritas, serta ADRO, CTRA, dan ARCI dari Mirae Asset. Namun, disampaikan secara tegas bahwa informasi ini bukan merupakan ajakan investasi, melainkan analisis teknikal yang bertujuan memberikan gambaran pergerakan pasar.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Rupiah Terus Melemah di Atas Rp18.000/US$
Rupiah mengalami tekanan berkelanjutan dengan nilai tukar menembus level Rp18.040 per dolar AS, dipicu penguatan greenback dan penurunan persepsi investasi global.
25 Oktober 2026

BRILink Agen Fillio Dorong Inklusi Keuangan di Dumai
Layanan keuangan melalui BRILink Agen Fillio di Dumai berhasil meningkatkan akses transaksi keuangan bagi masyarakat, terutama UMKM dan lansia, sekaligus mendukung perputaran ekonomi lokal.
25 Oktober 2026

Obama: Pemilu Sela adalah Batas Terakhir Menghentikan Kebodohan Politik
Mantan Presiden AS Barack Obama menyerukan dukungan terhadap Demokrat dalam pemilu sela, menilai pemerintahan Trump telah membawa kekacauan dan kebijakan yang merusak stabilitas ekonomi dan keamanan nasional.
25 Oktober 2026

Singapura Jamin Stabilitas Energi Meski RI Kurangi Ekspor Gas
Singapura menegaskan kesiapan menghadapi pemangkasan pasokan gas dari Indonesia, dengan cadangan dan diversifikasi sumber yang memadai.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pengawal Energi Buka Pendaftaran untuk Lulusan Muda
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.26 WITA

Target PNBP ESDM 2026 Naik Jadi Rp165 Triliun
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.26 WITA

Jasa Marga Jalankan Preservasi Berkala Jalan Tol
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.25 WITA

Prabowo Bahas Pendidikan Kepemimpinan di Hambalang
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.25 WITA

Pemerintah Siapkan Rp883 Miliar untuk Diskon Transportasi Nataru
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.21 WITA

Kebijakan Pertanian Dorong Peningkatan Daya Beli Petani Lampung
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.21 WITA

Copshop: Dua Musuh dalam Sel yang Harus Bersatu
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.15 WITA

Serangan di Gereja Karak Tewaskan Sembilan Orang, Raja Yordania Tegaskan Tindakan Tegas
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.03 WITA

