Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

IHSG Ditutup Menguat Setelah Tertekan Awal Pagi

Indeks Harga Saham Gabungan naik 0,94% ke level 5.328,36, setelah sempat terpuruk di bawah 5.200 sebelum rebound tajam menjelang penutupan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 21 Oktober 2026, 23.02 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 52x dibuka
IHSG Ditutup Menguat Setelah Tertekan Awal Pagi📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan hari ini dengan posisi positif, mencatat kenaikan 49,47 poin atau 0,94% dibanding penutupan sebelumnya. Posisi akhir indeks berada di level 5.328,36, setelah sempat mengalami tekanan signifikan pada sesi pagi. Pergerakan harian menunjukkan volatilitas tinggi, dengan rentang fluktuasi mencapai sekitar 143 poin, dimulai dari level pembukaan 5.310,85, kemudian menyentuh titik terendah harian di 5.185,36 pada pukul 10.30 WIB.

Penguatan terjadi secara bertahap mulai siang hari, terutama di sesi kedua, ketika indeks mampu menembus level 5.300 dan mencatat puncak harian sebelum akhirnya menutup di angka 5.328,36. Kenaikan ini berbeda jauh dari kondisi awal sesi, di mana indeks sempat melemah hingga 1,31% ke posisi 5.209,5 sebelum pulih sedikit ke level 5.234,36 pada awal sesi I. Pergerakan ini mencerminkan pergeseran sentimen pasar yang cukup cepat dalam waktu singkat.

Dalam perdagangan hari ini, volume transaksi mencapai 299,97 juta lot dengan nilai transaksi sebesar Rp15,88 triliun. Investor asing tercatat melakukan penjualan bersih sekitar Rp600 miliar, dengan beli senilai Rp6,1 triliun dan jual Rp6,7 triliun. Frekuensi transaksi mencapai 1,8 juta kali, menunjukkan aktivitas yang cukup tinggi meskipun terjadi aksi jual dari pelaku asing.

Pasangan faktor domestik dan global terus menjadi perhatian pasar. Sentimen terkait kebijakan Bank Indonesia, khususnya pengumuman suku bunga hari ini, menjadi kunci utama. Di sisi global, keputusan bank sentral China yang menahan suku bunga dan rilis data ketenagakerjaan Inggris turut memengaruhi arah pasar. Kekhawatiran terhadap penurunan peringkat pasar Indonesia oleh MSCI masih menghantui, seiring ekspektasi terhadap aksi pembelian saham oleh Danantara dan kelanjutan kenaikan saham BUMN.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya