IHSG Melemah Pekan Ini, Pasar Antisipasi Kebijakan BI dan Fed
Indeks saham turun 0,33% ke level 6.441 akibat tekanan arus modal asing dan sentimen global, sementara proyeksi pekan depan menunjukkan konsolidasi dengan rentang 6.350–6.600.
Redaksi iNarasikita·Senin, 21 September 2026, 09.14 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan sebesar 21,27 poin atau 0,33% pada penutupan perdagangan Jumat (18/9), berada di level 6.441. Pergerakan ini tercermin dari aktivitas pasar yang menurun, dengan nilai transaksi mencapai Rp19,25 triliun dan volume perdagangan sebanyak 32,60 miliar lembar saham. Dalam sepekan terakhir, indeks tercatat melemah empat hari, hanya menguat pada satu hari, sehingga secara keseluruhan mengalami penurunan 1,53%.
Kondisi pasar juga tercermin dari penurunan kapitalisasi pasar bursa sebesar 1,58%, dari Rp11.446 triliun menjadi Rp11.266 triliun. Rata-rata volume transaksi harian turun 20,71% dari 36,09 miliar menjadi 28,61 miliar lembar, sementara nilai transaksi harian turun 6,95% dari Rp16,36 triliun ke Rp15,22 triliun. Frekuensi transaksi harian juga menurun 14,73%, dari 2,22 juta menjadi 1,89 juta kali. Investor asing mencatatkan penjualan bersih harian sebesar Rp1,79 triliun, dengan akumulasi penjualan bersih tahun ini mencapai Rp74,36 triliun.
Analis dari MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, memproyeksikan pergerakan IHSG dalam sepekan ke depan berada dalam rentang terbatas, dengan level support di 6.362 dan resistance di 6.570. Pemantauan terhadap hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 22–23 September menjadi kunci utama, dengan perkiraan BI akan mempertahankan suku bunga acuan di 5,75%. Selain itu, pasar juga menunggu arahan kebijakan The Fed yang diperkirakan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama, memperkuat tekanan terhadap pasar negara berkembang.
Dari sisi emiten, Herditya merekomendasikan tiga saham berpotensi menguat: BBCA yang diperkirakan mencapai 6.575, BULL ke level 440, dan KLBF ke posisi 810. Di sisi lain, Hendra Wardana dari Republik Investor memandang IHSG masih dalam fase konsolidasi dengan volatilitas tinggi, bergerak antara 6.350 hingga 6.600. Ia menyoroti arus modal asing yang terus menjual bersih sekitar Rp2,9 triliun sepekan, serta kenaikan dolar AS dan imbal hasil obligasi global sebagai tekanan.
Rekomendasi saham dari Hendra mencakup INCO yang diperkirakan menyentuh 5.200, MAPI ke level 1.650, serta MBMA yang ditargetkan mencapai 580. Penurunan harga minyak Brent ke US$102,68 per barel dan WTI ke US$100,08 per barel memberikan ruang bagi pasar, meski risiko geopolitik di Selat Hormuz tetap menjadi perhatian. Di dalam negeri, pergerakan rupiah di sekitar Rp17.758 per dolar AS, serta isu MSCI juga menjadi fokus investor dalam memutuskan strategi perdagangan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Bantuan Beras Perpanjangan Dukungan Daya Beli di Tengah Perlambatan Konsumsi
Pemerintah perpanjang bantuan beras hingga Desember 2026 untuk jaga daya beli rumah tangga berpendapatan rendah di tengah melambatnya pertumbuhan penjualan eceran.
21 September 2026

New York Siap Bantu Jakarta Rancang Obligasi Daerah
Wali Kota New York menawarkan dukungan teknis melalui tim keuangan untuk mendukung penerbitan obligasi daerah oleh Pemprov DKI Jakarta.
21 September 2026

Harga Emas di Pegadaian Hari Ini Beragam Per Jenama
Harga emas di Pegadaian pada Senin menunjukkan variasi antarjenama, dengan Antam paling tinggi per gram, disusul UBS dan Galeri24.
21 September 2026

Menkeu Tekankan Penguatan Sistem Perpajakan dan Pengawasan Berbasis Risiko
Menteri Keuangan meminta pejabat DJP dan DJBC memperkuat pengawasan berbasis risiko serta mampu membaca dinamika ekonomi untuk capai target penerimaan negara secara berkelanjutan.
21 September 2026
Berita Lainnya

Pramono Paparkan Strategi Transportasi Gratis Hadapi Kemacetan Jakarta
Senin, 21 September 2026, 12.29 WITA

Gibran Tegaskan Keprihatinan atas Kelakuan Karyawan SPPG Bantul
Senin, 21 September 2026, 12.29 WITA

Penutupan Sementara GKPI Rajeg Usai Keributan Viral
Senin, 21 September 2026, 12.29 WITA

BGN Berhentikan Pegawai SPPG Usai Lecehkan Siswi Keracunan MBG
Senin, 21 September 2026, 12.28 WITA

8 Terdakwa Kasus Korupsi LPEI Divonis di PN Jakpus
Senin, 21 September 2026, 12.28 WITA

Pemerintah Jaga Stabilitas Harga Sembako di Sleman
Senin, 21 September 2026, 12.27 WITA

Musik Serial Harry Potter Dibuat Orisinal, Jauh dari Jejak John Williams
Senin, 21 September 2026, 12.26 WITA

Baznas Perkuat Pengelolaan Zakat di 48 K/L
Senin, 21 September 2026, 12.26 WITA

