Senin, 21 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

IHSG Melemah Pekan Ini, Pasar Antisipasi Kebijakan BI dan Fed

Indeks saham turun 0,33% ke level 6.441 akibat tekanan arus modal asing dan sentimen global, sementara proyeksi pekan depan menunjukkan konsolidasi dengan rentang 6.350–6.600.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 21 September 2026, 09.14 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
IHSG Melemah Pekan Ini, Pasar Antisipasi Kebijakan BI dan Fed📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan sebesar 21,27 poin atau 0,33% pada penutupan perdagangan Jumat (18/9), berada di level 6.441. Pergerakan ini tercermin dari aktivitas pasar yang menurun, dengan nilai transaksi mencapai Rp19,25 triliun dan volume perdagangan sebanyak 32,60 miliar lembar saham. Dalam sepekan terakhir, indeks tercatat melemah empat hari, hanya menguat pada satu hari, sehingga secara keseluruhan mengalami penurunan 1,53%.

Kondisi pasar juga tercermin dari penurunan kapitalisasi pasar bursa sebesar 1,58%, dari Rp11.446 triliun menjadi Rp11.266 triliun. Rata-rata volume transaksi harian turun 20,71% dari 36,09 miliar menjadi 28,61 miliar lembar, sementara nilai transaksi harian turun 6,95% dari Rp16,36 triliun ke Rp15,22 triliun. Frekuensi transaksi harian juga menurun 14,73%, dari 2,22 juta menjadi 1,89 juta kali. Investor asing mencatatkan penjualan bersih harian sebesar Rp1,79 triliun, dengan akumulasi penjualan bersih tahun ini mencapai Rp74,36 triliun.

Analis dari MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, memproyeksikan pergerakan IHSG dalam sepekan ke depan berada dalam rentang terbatas, dengan level support di 6.362 dan resistance di 6.570. Pemantauan terhadap hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 22–23 September menjadi kunci utama, dengan perkiraan BI akan mempertahankan suku bunga acuan di 5,75%. Selain itu, pasar juga menunggu arahan kebijakan The Fed yang diperkirakan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama, memperkuat tekanan terhadap pasar negara berkembang.

Dari sisi emiten, Herditya merekomendasikan tiga saham berpotensi menguat: BBCA yang diperkirakan mencapai 6.575, BULL ke level 440, dan KLBF ke posisi 810. Di sisi lain, Hendra Wardana dari Republik Investor memandang IHSG masih dalam fase konsolidasi dengan volatilitas tinggi, bergerak antara 6.350 hingga 6.600. Ia menyoroti arus modal asing yang terus menjual bersih sekitar Rp2,9 triliun sepekan, serta kenaikan dolar AS dan imbal hasil obligasi global sebagai tekanan.

Rekomendasi saham dari Hendra mencakup INCO yang diperkirakan menyentuh 5.200, MAPI ke level 1.650, serta MBMA yang ditargetkan mencapai 580. Penurunan harga minyak Brent ke US$102,68 per barel dan WTI ke US$100,08 per barel memberikan ruang bagi pasar, meski risiko geopolitik di Selat Hormuz tetap menjadi perhatian. Di dalam negeri, pergerakan rupiah di sekitar Rp17.758 per dolar AS, serta isu MSCI juga menjadi fokus investor dalam memutuskan strategi perdagangan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya