Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

IHSG Melemah Tipis di Akhir Sesi, Tekanan dari Sektor Teknologi dan Geopolitik

Indeks Harga Saham Gabungan turun 0,17% ke level 5.925,98 setelah sempat terpicu tekanan pasar akibat isu geopolitik dan dinamika MSCI.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 14 Oktober 2026, 09.14 WITA·👁 4 orang membaca· 0 hari ini · 54x dibuka
IHSG Melemah Tipis di Akhir Sesi, Tekanan dari Sektor Teknologi dan Geopolitik📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir melemah pada perdagangan Selasa (13/10/2026), menutup sesi dengan penurunan 10,17 poin atau 0,17% ke posisi 5.925,98. Pergerakan awal indeks berada di bawah level penutupan sebelumnya, dibuka di 5.914,98, lalu melanjutkan penurunan hingga menyentuh titik terendah harian di 5.828,68 pada sesi pagi. Meski demikian, tekanan jual tidak berlanjut, dan indeks berangsur menguat kembali, mencapai level tertinggi harian di 5.930,08 sebelum menutup di kisaran puncak gerakannya.

Aktivitas perdagangan mencatat volume transaksi sebanyak 319,63 juta lot dengan nilai transaksi mencapai Rp8,89 triliun. Dari total saham yang tercatat, 308 mengalami pelemahan, 304 stagnan, dan 351 menguat. Sektor teknologi menjadi penekan utama dengan penurunan 1,3%, disusul sektor keuangan yang melemah 0,2%. Beberapa emiten utama seperti DCII, VKTR, BBRI, TLKM, dan ASII turut menjadi pemberat indeks. Di sisi lain, saham EMAS, BREN, AMMN, UNTR, dan INDF menjadi penyumbang koreksi terbesar.

Dinamika pasar juga terdampak oleh perkembangan konflik di Yaman, di mana serangan rudal dan drone dari kelompok Houthi terhadap Arab Saudi kembali terjadi. Bandara Internasional Riyadh sempat ditutup setelah serangan sebelumnya menewaskan 13 orang dan melukai lebih dari 300 warga. Eskalasi konflik yang melibatkan Iran dan AS, serta ancaman terhadap infrastruktur energi, memicu kekhawatiran terhadap pasokan minyak global. Harga minyak dunia melonjak, dengan Brent naik 1,8% ke US$106,65 per barel dan WTI melonjak 2% ke US$93,74.

Sentimen pasar juga didominasi oleh isu MSCI, yang masih menjadi perhatian utama. Analis Phintraco Sekuritas, Desy Erawati, menyatakan pasar tetap waspada terhadap kemungkinan penurunan status Indonesia dari emerging market ke frontier market, serta prospek pencabutan pembekuan perubahan indeks MSCI yang diproyeksikan pada semester kedua 2027. Meski belum ada keputusan final, isu ini tetap menjadi faktor penghambat pergerakan pasar secara teknis.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya