IHSG Melemah Tipis di Akhir Sesi, Tekanan dari Sektor Teknologi dan Geopolitik
Indeks Harga Saham Gabungan turun 0,17% ke level 5.925,98 setelah sempat terpicu tekanan pasar akibat isu geopolitik dan dinamika MSCI.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 14 Oktober 2026, 09.14 WITA·👁 4 orang membaca· 0 hari ini · 54x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir melemah pada perdagangan Selasa (13/10/2026), menutup sesi dengan penurunan 10,17 poin atau 0,17% ke posisi 5.925,98. Pergerakan awal indeks berada di bawah level penutupan sebelumnya, dibuka di 5.914,98, lalu melanjutkan penurunan hingga menyentuh titik terendah harian di 5.828,68 pada sesi pagi. Meski demikian, tekanan jual tidak berlanjut, dan indeks berangsur menguat kembali, mencapai level tertinggi harian di 5.930,08 sebelum menutup di kisaran puncak gerakannya.
Aktivitas perdagangan mencatat volume transaksi sebanyak 319,63 juta lot dengan nilai transaksi mencapai Rp8,89 triliun. Dari total saham yang tercatat, 308 mengalami pelemahan, 304 stagnan, dan 351 menguat. Sektor teknologi menjadi penekan utama dengan penurunan 1,3%, disusul sektor keuangan yang melemah 0,2%. Beberapa emiten utama seperti DCII, VKTR, BBRI, TLKM, dan ASII turut menjadi pemberat indeks. Di sisi lain, saham EMAS, BREN, AMMN, UNTR, dan INDF menjadi penyumbang koreksi terbesar.
Dinamika pasar juga terdampak oleh perkembangan konflik di Yaman, di mana serangan rudal dan drone dari kelompok Houthi terhadap Arab Saudi kembali terjadi. Bandara Internasional Riyadh sempat ditutup setelah serangan sebelumnya menewaskan 13 orang dan melukai lebih dari 300 warga. Eskalasi konflik yang melibatkan Iran dan AS, serta ancaman terhadap infrastruktur energi, memicu kekhawatiran terhadap pasokan minyak global. Harga minyak dunia melonjak, dengan Brent naik 1,8% ke US$106,65 per barel dan WTI melonjak 2% ke US$93,74.
Sentimen pasar juga didominasi oleh isu MSCI, yang masih menjadi perhatian utama. Analis Phintraco Sekuritas, Desy Erawati, menyatakan pasar tetap waspada terhadap kemungkinan penurunan status Indonesia dari emerging market ke frontier market, serta prospek pencabutan pembekuan perubahan indeks MSCI yang diproyeksikan pada semester kedua 2027. Meski belum ada keputusan final, isu ini tetap menjadi faktor penghambat pergerakan pasar secara teknis.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Rupiah Terus Melemah di Atas Rp18.000/US$
Rupiah mengalami tekanan berkelanjutan dengan nilai tukar menembus level Rp18.040 per dolar AS, dipicu penguatan greenback dan penurunan persepsi investasi global.
25 Oktober 2026

BRILink Agen Fillio Dorong Inklusi Keuangan di Dumai
Layanan keuangan melalui BRILink Agen Fillio di Dumai berhasil meningkatkan akses transaksi keuangan bagi masyarakat, terutama UMKM dan lansia, sekaligus mendukung perputaran ekonomi lokal.
25 Oktober 2026

Obama: Pemilu Sela adalah Batas Terakhir Menghentikan Kebodohan Politik
Mantan Presiden AS Barack Obama menyerukan dukungan terhadap Demokrat dalam pemilu sela, menilai pemerintahan Trump telah membawa kekacauan dan kebijakan yang merusak stabilitas ekonomi dan keamanan nasional.
25 Oktober 2026

Singapura Jamin Stabilitas Energi Meski RI Kurangi Ekspor Gas
Singapura menegaskan kesiapan menghadapi pemangkasan pasokan gas dari Indonesia, dengan cadangan dan diversifikasi sumber yang memadai.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

BMKG Lakukan Modifikasi Cuaca di Jakarta untuk Kurangi Polusi
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.28 WITA

Pengawal Energi Buka Pendaftaran untuk Lulusan Muda
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.26 WITA

Target PNBP ESDM 2026 Naik Jadi Rp165 Triliun
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.26 WITA

Jasa Marga Jalankan Preservasi Berkala Jalan Tol
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.25 WITA

Prabowo Bahas Pendidikan Kepemimpinan di Hambalang
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.25 WITA

Pemerintah Siapkan Rp883 Miliar untuk Diskon Transportasi Nataru
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.21 WITA

Kebijakan Pertanian Dorong Peningkatan Daya Beli Petani Lampung
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.21 WITA

Copshop: Dua Musuh dalam Sel yang Harus Bersatu
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.15 WITA

