IHSG Melesat 1,14% Dipimpin Sektor Energi dan Material
Indeks Harga Saham Gabungan naik 61,18 poin atau 1,14% ke level 5.449,09 pada sesi pertama, didorong penguatan sektor energi dan material dasar serta perubahan aturan BEI.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.31 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membukukan kenaikan signifikan pada awal perdagangan hari ini, mencapai level 5.449,09 pada pukul 10.24 WIB, menguat 61,18 poin atau 1,14% dibanding pembukaan di 5.397,34. Pergerakan positif ini terjadi sejak awal sesi, menunjukkan sentimen pasar yang cenderung optimistis. Volume perdagangan hingga pukul 10.23 WIB mencapai 161,48 juta lot dengan nilai transaksi mencapai Rp5,08 triliun, menggambarkan aktivitas yang cukup tinggi di pasar modal.
Penguatan IHSG dipimpin oleh sektor energi yang melonjak 2,3%, disusul sektor material dasar naik 2% dan sektor konsumer kritikal menguat 1,9%. Dari sisi saham penggerak, PT. Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), PT. Astra International Tbk (ASII), PT. Bayan Resources Tbk (BYAN), PT. Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS), serta PT. Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) menjadi penopang utama kenaikan indeks. Di sisi lain, saham-saham seperti PT. Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT. DCI Indonesia Tbk (DCII), PT. Bank Mega Tbk (MEGA), PT. Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL), dan PT. Barito Renewables Energy Tbk (BREN) menjadi penekan kenaikan pasar.
Perhatian pasar hari ini juga tertuju pada perkembangan kebijakan domestik, khususnya pernyataan Presiden Prabowo Subianto mengenai pengelolaan sumber daya alam dan rencana perampingan BUMN. Selain itu, pertumbuhan kredit perbankan yang mencapai level tertinggi dalam satu dekade serta rencana peningkatan penyaluran kredit akhir tahun menjadi sorotan. Pelaku pasar juga menantikan rilis data uang beredar bulan September 2026 dari Bank Indonesia, setelah dua bulan berturut-turut mengalami perlambatan pertumbuhan.
Perubahan aturan Bursa Efek Indonesia (BEI) juga turut memengaruhi dinamika pasar. Mulai 2 November 2026, saham berkategori High Shareholding Concentration (HSC) tidak lagi dimasukkan dalam perhitungan IHSG, dengan sebelumnya hanya saham di Papan Akselerasi yang dikecualikan. Tujuan kebijakan ini adalah menjadikan indeks lebih representatif terhadap pergerakan pasar secara luas. Di sisi global, pasar mengamati data inflasi Jepang yang naik menjadi 2,1% pada September 2026, menandai kenaikan tertinggi sejak Desember 2025, sesuai ekspektasi pasar dan menjadi isyarat kenaikan inflasi inti yang melampaui target BOJ.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Presiden Iran Masoud Pezeshkian akan bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin pada akhir Oktober di Moskow untuk membahas kerja sama ekonomi, energi, dan isu global tanpa penandatanganan dokumen.
24 Oktober 2026

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
AsetKu hadir dalam Jakarta Financial Festival 2026 untuk tingkatkan pemahaman masyarakat terhadap layanan keuangan digital secara bijak dan inklusif.
24 Oktober 2026

Produk UMKM Ramah Lingkungan Siap Eksplorasi Pasar Global
Menteri Perindustrian optimistis produk fesyen dan kerajinan berbahan alami dari UMKM Indonesia mampu menembus pasar internasional berkat meningkatnya kesadaran global terhadap lingkungan dan kesehatan.
24 Oktober 2026

OJK Dorong Aktivitas Rekening Rp50 Ribu Agar Tak Jadi Dormant
OJK memperkuat edukasi dan pendampingan keuangan untuk memastikan rekening program Rp50 ribu tetap aktif, khususnya di kalangan pelajar dan masyarakat kelas menengah ke bawah.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Panas atau Dingin, Apakah Suhu Kopi Pengaruhi Kesehatan?
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.49 WITA

Empat Acara Besar Serentak Guncang GBK, Dinas Perhubungan Siapkan Langkah Antisipasi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.39 WITA

