IHSG Melonjak 5,65% Setelah Reformasi BEI Diumumkan
Indeks saham utama Indonesia melonjak 5,65% menjadi 5.278,89 setelah BEI umumkan langkah strategis perbaikan transparansi pasar.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 21 Oktober 2026, 09.05 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 67x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan hari ini dengan kenaikan tajam, mencapai level 5.278,89, naik 282,28 poin atau 5,65% dari posisi sebelumnya. Meski dibuka di bawah penutupan sebelumnya, yaitu 4.980,16, indeks langsung menguat sejak awal sesi dan menunjukkan kekuatan beli yang signifikan. Pergerakan fluktuatif pada rentang 5.100 hingga 5.200 pada sesi pertama berubah menjadi kenaikan bertahap di sesi kedua, memicu puncak kenaikan menjelang penutupan pasar.
Kenaikan ini didukung aktivitas perdagangan yang tinggi, dengan volume transaksi mencapai 546,64 juta lot dan nilai transaksi sekitar Rp25,1 triliun. Penguatan indeks terjadi di tengah ekspektasi terhadap langkah-langkah reformasi pasar modal yang diumumkan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam respons terhadap konsultasi reklasifikasi MSCI. BEI mengumumkan dua kebijakan baru: pelaporan informasi afiliasi bagi pemegang saham di atas 1%, serta penghapusan saham-saham dalam kategori High Shareholding Concentration (HSC) dari perhitungan IHSG.
Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, menjelaskan bahwa saham-saham HSC saat ini memiliki bobot 18% terhadap IHSG, namun tetap dapat diperdagangkan dan dapat kembali masuk indeks jika sudah keluar dari daftar HSC. Tidak ada sanksi bagi emiten yang masuk daftar tersebut. Langkah ini merupakan bagian dari rangkaian reformasi sebelumnya, termasuk pengungkapan pemegang saham, peningkatan ketentuan free float, dan penghapusan harga minimum Rp50.
MSCI masih menekankan pentingnya transparansi kepemilikan dan penegakan aturan yang konsisten, sementara konsultasi reklasifikasi berlangsung hingga April 2027 dengan keputusan akhir paling lambat 30 Juni 2027. Sebelumnya, IHSG sempat turun 11,57% pada Jumat (16/10/2026) dan 3,64% pada Senin (19/10/2026) menyusul kekhawatiran pasar. Di sisi lain, Kepala BP BUMN dan COO Danantara, Dony Oskaria, menyatakan siap memperkuat kepemilikan saham BUMN berfundamental kuat, menilai pelemahan pasar sebagai dinamika normal dan mendukung transformasi pasar modal melalui demutualisasi BEI.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Presiden Iran Masoud Pezeshkian akan bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin pada akhir Oktober di Moskow untuk membahas kerja sama ekonomi, energi, dan isu global tanpa penandatanganan dokumen.
24 Oktober 2026

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
AsetKu hadir dalam Jakarta Financial Festival 2026 untuk tingkatkan pemahaman masyarakat terhadap layanan keuangan digital secara bijak dan inklusif.
24 Oktober 2026

Produk UMKM Ramah Lingkungan Siap Eksplorasi Pasar Global
Menteri Perindustrian optimistis produk fesyen dan kerajinan berbahan alami dari UMKM Indonesia mampu menembus pasar internasional berkat meningkatnya kesadaran global terhadap lingkungan dan kesehatan.
24 Oktober 2026

OJK Dorong Aktivitas Rekening Rp50 Ribu Agar Tak Jadi Dormant
OJK memperkuat edukasi dan pendampingan keuangan untuk memastikan rekening program Rp50 ribu tetap aktif, khususnya di kalangan pelajar dan masyarakat kelas menengah ke bawah.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Panas atau Dingin, Apakah Suhu Kopi Pengaruhi Kesehatan?
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.49 WITA

Empat Acara Besar Serentak Guncang GBK, Dinas Perhubungan Siapkan Langkah Antisipasi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.39 WITA

