Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

IHSG Melonjak 5,65% Setelah Reformasi BEI Diumumkan

Indeks saham utama Indonesia melonjak 5,65% menjadi 5.278,89 setelah BEI umumkan langkah strategis perbaikan transparansi pasar.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 21 Oktober 2026, 09.05 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 67x dibuka
IHSG Melonjak 5,65% Setelah Reformasi BEI Diumumkan📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan hari ini dengan kenaikan tajam, mencapai level 5.278,89, naik 282,28 poin atau 5,65% dari posisi sebelumnya. Meski dibuka di bawah penutupan sebelumnya, yaitu 4.980,16, indeks langsung menguat sejak awal sesi dan menunjukkan kekuatan beli yang signifikan. Pergerakan fluktuatif pada rentang 5.100 hingga 5.200 pada sesi pertama berubah menjadi kenaikan bertahap di sesi kedua, memicu puncak kenaikan menjelang penutupan pasar.

Kenaikan ini didukung aktivitas perdagangan yang tinggi, dengan volume transaksi mencapai 546,64 juta lot dan nilai transaksi sekitar Rp25,1 triliun. Penguatan indeks terjadi di tengah ekspektasi terhadap langkah-langkah reformasi pasar modal yang diumumkan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam respons terhadap konsultasi reklasifikasi MSCI. BEI mengumumkan dua kebijakan baru: pelaporan informasi afiliasi bagi pemegang saham di atas 1%, serta penghapusan saham-saham dalam kategori High Shareholding Concentration (HSC) dari perhitungan IHSG.

Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, menjelaskan bahwa saham-saham HSC saat ini memiliki bobot 18% terhadap IHSG, namun tetap dapat diperdagangkan dan dapat kembali masuk indeks jika sudah keluar dari daftar HSC. Tidak ada sanksi bagi emiten yang masuk daftar tersebut. Langkah ini merupakan bagian dari rangkaian reformasi sebelumnya, termasuk pengungkapan pemegang saham, peningkatan ketentuan free float, dan penghapusan harga minimum Rp50.

MSCI masih menekankan pentingnya transparansi kepemilikan dan penegakan aturan yang konsisten, sementara konsultasi reklasifikasi berlangsung hingga April 2027 dengan keputusan akhir paling lambat 30 Juni 2027. Sebelumnya, IHSG sempat turun 11,57% pada Jumat (16/10/2026) dan 3,64% pada Senin (19/10/2026) menyusul kekhawatiran pasar. Di sisi lain, Kepala BP BUMN dan COO Danantara, Dony Oskaria, menyatakan siap memperkuat kepemilikan saham BUMN berfundamental kuat, menilai pelemahan pasar sebagai dinamika normal dan mendukung transformasi pasar modal melalui demutualisasi BEI.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya