IHSG Menguat Pagi Ini, Regulator Siapkan Reformasi Struktural
Indeks saham utama Indonesia menguat pada awal pekan, didorong oleh langkah regulator dan kembali optimisme pasar global.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 23 Oktober 2026, 12.03 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 31x dibuka
📷 ANTARAKendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membuka perdagangan hari ini dengan kenaikan tipis, mencatat penguatan 9,44 poin atau 0,18 persen ke level 5.397,34. Pergerakan positif ini terjadi setelah pasar menunjukkan tanda-tanda pemulihan pasca-koreksi tajam pada akhir pekan lalu. Sementara itu, Indeks LQ45 juga menguat tipis 0,56 poin, berada di posisi 545,13, mencerminkan kembali minat investor terhadap saham-saham unggulan.
Regulator pasar modal, Bursa Efek Indonesia (BEI), mengumumkan sejumlah inisiatif strategis yang akan berdampak jangka panjang. Salah satunya adalah pengecualian saham kategori High Shareholding Concentration (HSC) dari perhitungan IHSG mulai 2 November 2026. Saat ini terdapat 80 saham yang masuk kategori HSC, sebagian besar terkait pelanggaran aturan pasar modal. BEI telah menyerahkan surat sanksi kepada emiten seperti DSSA, BREN, dan CUAN sebagai tindak lanjut dari temuan pelanggaran.
Di sisi teknis, analis memperkirakan IHSG akan berupaya menembus level resistance 5.400 jika mampu bertahan di atas level 5.300, yang menjadi support utama. Jika terjadi tekanan jual, area 5.180–5.200 diproyeksikan sebagai lini pertahanan selanjutnya. BEI juga memperkenalkan keterangan afiliasi saham bagi pemegang saham dengan kepemilikan 1 persen, sebagai upaya meningkatkan transparansi pasar. Langkah ini sejalan dengan konsultasi global yang digelar MSCI terkait rencana perubahan klasifikasi pasar Indonesia dari Emerging Market ke Standalone Market.
Di pasar global, kenaikan harga minyak Brent hingga 99 dolar AS per barel pada Kamis (22/10) memicu kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi, terutama akibat eskalasi ketegangan di Timur Tengah. Serangan baru oleh kelompok Houthi yang didukung Iran terhadap infrastruktur Arab Saudi memperburuk tensi, berdampak pada penurunan bursa Eropa dan Wall Street. Bursa Asia pagi ini juga menunjukkan tekanan, dengan kebanyakan indeks melemah, kecuali Hang Seng dan Straits Times yang sedikit menguat.
Kondisi ini menambah tekanan terhadap kebijakan moneter global. Kenaikan harga energi berpotensi memperkuat tekanan inflasi, membatasi ruang pelonggaran kebijakan oleh The Fed dan Bank of Japan. Dalam situasi tersebut, risiko suku bunga tetap tinggi atau kembali naik meningkat, yang dapat menekan pasar saham dan obligasi serta memperbesar volatilitas. Namun, sektor energi dan batu bara diprediksi mendapat sentimen positif dari kekhawatiran keamanan pasokan global, meski dampaknya tetap tergantung pada kondisi fundamental masing-masing emiten.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Presiden Iran Masoud Pezeshkian akan bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin pada akhir Oktober di Moskow untuk membahas kerja sama ekonomi, energi, dan isu global tanpa penandatanganan dokumen.
24 Oktober 2026

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
AsetKu hadir dalam Jakarta Financial Festival 2026 untuk tingkatkan pemahaman masyarakat terhadap layanan keuangan digital secara bijak dan inklusif.
24 Oktober 2026

Produk UMKM Ramah Lingkungan Siap Eksplorasi Pasar Global
Menteri Perindustrian optimistis produk fesyen dan kerajinan berbahan alami dari UMKM Indonesia mampu menembus pasar internasional berkat meningkatnya kesadaran global terhadap lingkungan dan kesehatan.
24 Oktober 2026

OJK Dorong Aktivitas Rekening Rp50 Ribu Agar Tak Jadi Dormant
OJK memperkuat edukasi dan pendampingan keuangan untuk memastikan rekening program Rp50 ribu tetap aktif, khususnya di kalangan pelajar dan masyarakat kelas menengah ke bawah.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Panas atau Dingin, Apakah Suhu Kopi Pengaruhi Kesehatan?
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.49 WITA

Empat Acara Besar Serentak Guncang GBK, Dinas Perhubungan Siapkan Langkah Antisipasi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.39 WITA

