Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

IHSG Naik 0,94% Didorong Belanja Asing di 10 Saham Unggulan

Indeks harga saham gabungan menguat 49,47 poin ke level 5.328,36 pada perdagangan Rabu, didukung aliran modal asing ke sepuluh emiten kunci.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 22 Oktober 2026, 09.25 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 71x dibuka
IHSG Naik 0,94% Didorong Belanja Asing di 10 Saham Unggulan📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menutup perdagangan hari Rabu (21/10/2026) dengan kenaikan signifikan, mencapai level 5.328,36, naik 0,94% atau setara 49,47 poin dari penutupan sebelumnya. Penguatan ini tercermin dari aktivitas pasar yang dinamis, dengan volume perdagangan mencapai 299,97 juta lot dan nilai transaksi mencapai Rp15,88 triliun. Frekuensi transaksi tercatat sebanyak 1,8 juta kali, menunjukkan tingginya minat investor dalam menyambut pergerakan pasar.

Di tengah pergerakan pasar, investor asing mencatat aktivitas jual beli yang menunjukkan net sell sebesar Rp600 miliar, dengan nilai beli mencapai Rp6,1 triliun dan penjualan sebesar Rp6,7 triliun. Meski terjadi penjualan bersih, dominasi beli terhadap sejumlah emiten kunci mampu mendorong kenaikan indeks secara keseluruhan. Fokus utama investor asing terjadi pada sepuluh saham yang mengantongi belanja bersih terbesar.

Dari sepuluh emiten tersebut, PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) menjadi yang paling banyak dibeli asing, mencapai Rp448,09 miliar. Diikuti oleh PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) dengan belanja bersih Rp51,16 miliar, serta PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) yang menarik perhatian dengan pembelian bersih Rp37,14 miliar. Sementara itu, PT Puradelta Lestari Tbk. (DMAS), PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA), dan PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk. (PACK) juga masuk dalam daftar belanja asing terbesar.

Lainnya, PT Barito Pacific Tbk. (BRPT), PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk. (VKTR), PT Media Nusantara Citra Tbk. (MNCN), dan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. (CPIN) masing-masing mencatat belanja bersih di kisaran Rp15,86 miliar hingga Rp12,32 miliar. Kenaikan harga saham dari emiten-emiten ini berkontribusi signifikan terhadap penguatan IHSG secara keseluruhan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya