IHSG Naik 1,36% Didorong Ekspektasi The Fed Bersikap Lebih Rendah
Indeks saham domestik menguat signifikan seiring sentimen global yang membaik akibat data ketenagakerjaan AS yang lebih lemah dari perkiraan.
Redaksi iNarasikita·Senin, 5 Oktober 2026, 17.46 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 ANTARAKendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 81,97 poin atau 1,36% ke level 6.118,86 pada Senin sore, mencatatkan penguatan berkelanjutan mengikuti tren positif di bursa Asia. Kenaikan ini didorong oleh ekspektasi bahwa The Fed akan mempertahankan kebijakan moneter tetap stabil pada pertemuan Oktober 2026, seiring dengan data ekonomi AS yang menunjukkan perlambatan di sektor ketenagakerjaan.
Data terbaru menunjukkan bahwa sektor lapangan kerja AS hanya menambah 29.000 pekerjaan pada September 2026, jauh di bawah proyeksi 90.000 posisi kerja baru. Di sisi lain, tingkat pengangguran naik menjadi 4,2% dan pertumbuhan upah tahunan melambat ke 3,0%, menandakan tekanan inflasi yang mulai menurun. Angka-angka ini mengurangi peluang kenaikan suku bunga lebih lanjut oleh The Fed, yang berdampak positif terhadap pasar saham global.
Di dalam negeri, meskipun IHSG mengalami tekanan dari pelemahan nilai tukar Rupiah dan imbal hasil obligasi pemerintah AS yang masih tinggi, kenaikan indeks tetap terjaga. Imbal hasil obligasi AS 10 tahun turun ke sekitar 5,25% dan 30 tahun ke 5,6%, meski masih berada di level yang relatif tinggi. Sementara itu, harga minyak dunia tetap tinggi, menimbulkan kekhawatiran inflasi, meskipun sudah mulai mengalami penurunan.
Penguatan IHSG juga didukung oleh kinerja sektor properti yang memimpin kenaikan sebesar 2,13%, disusul oleh sektor barang baku dan barang konsumen non primer dengan kenaikan masing-masing 1,89% dan 1,84%. Sementara itu, sektor teknologi menjadi satu-satunya yang melemah, turun 0,98%. Saham-saham seperti AKKU, PPRI, KKES, BLTZ, dan MITI menjadi penguat terbesar, sedangkan INTD, SONA, FORU, JAWA, dan TIRA menjadi yang paling turun.
Perdagangan saham mencatat 1,64 juta transaksi dengan volume 40,24 miliar lembar saham senilai Rp9,96 triliun. Sebanyak 547 saham menguat, 164 melemah, dan 252 tidak bergerak. Di kawasan Asia, indeks Nikkei, Kospi, Hang Seng, Kuala Lumpur, dan Strait Times juga menguat, menunjukkan konsensus positif terhadap sentimen pasar global.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Menkeu Lantik 17 Pejabat, Tekankan Penuntasan APBN 2026 dan Persiapan 2027
Menteri Keuangan melantik 17 pejabat dari Kemenkeu dan KSSK, menekankan konsistensi pencapaian target APBN 2026 serta persiapan eksekusi anggaran 2027 secara bersamaan.
5 Oktober 2026

Harga BBM dan Avtur Indonesia Lebih Murah dari Tetangga
Indonesia menempati posisi terdepan dalam kompetitivitas harga bahan bakar minyak dan avtur di kawasan Asia Tenggara, menurut data terbaru dari perusahaan energi nasional.
5 Oktober 2026

Penyaluran Kredit Perbankan Capai Rp9,178 Triliun di Agustus 2026
Pertumbuhan kredit perbankan Agustus 2026 mencapai 13,65 persen year on year, didorong dominasi kredit investasi dan korporasi, sementara kualitas kredit tetap terjaga.
5 Oktober 2026

Transaksi Aset Kripto Naik, OJK Tekankan Ekosistem Sehat dan Berkelanjutan
Jumlah akun transaksi aset kripto di Indonesia mencapai 23,21 juta pada Agustus 2026, dengan nilai transaksi mencapai Rp23,16 triliun, menunjukkan pertumbuhan positif dan kepercayaan konsumen yang stabil.
5 Oktober 2026
Berita Lainnya

Musk dan Tokoh Teknologi Bantu Pentagon Rancang Perang Masa Depan
Senin, 5 Oktober 2026, 17.58 WITA

Penurunan Populasi Jepang Ditetapkan sebagai Krisis Nasional
Senin, 5 Oktober 2026, 17.54 WITA

Ben Gvir Tegaskan Tepi Barat Milik Israel Sepenuhnya
Senin, 5 Oktober 2026, 17.54 WITA

Impor BBM Tanpa Tender, Pemerintah Jaga Stok Nasional
Senin, 5 Oktober 2026, 17.54 WITA

Letjen Saleh Mustafa Pensiun Dini Usai Dilantik Jadi Wamentan
Senin, 5 Oktober 2026, 17.53 WITA

Dudung Serahkan Jabatan KSP ke Listyo Sigit dengan Pesan Strategis
Senin, 5 Oktober 2026, 17.53 WITA

Pengusaha Miras Diduga Sumbang Rp30 Juta untuk CSR Palsu
Senin, 5 Oktober 2026, 17.52 WITA

Saleh Mustafa Resmi Mundur dari TNI Setelah Dilantik Jadi Wamentan
Senin, 5 Oktober 2026, 17.52 WITA

