Senin, 5 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Investor Singapura Kuasai 56,84% Saham Teguk

Perusahaan minuman Teguk resmi berubah pengendali setelah investor asing beli saham senilai Rp40,6 miliar, menguasai lebih dari separuh kepemilikan dengan penguatan kontrol hingga 56,84%.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 5 Oktober 2026, 15.26 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Investor Singapura Kuasai 56,84% Saham Teguk📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Perusahaan PT Platinum Wahab Nusantara Tbk (TGUK) kini memiliki pemegang saham pengendali baru setelah transaksi kepemilikan saham senilai Rp40,6 miliar dilakukan oleh Visionary Capital Global Pte. Ltd. pada 2 Oktober 2026. Pembelian dilakukan melalui Perjanjian Pembelian Saham Bersyarat (CSPA) dengan harga Rp20 per saham, mencatatkan pembelian sebanyak 2,03 miliar saham.

Sebelum transaksi, entitas asing tersebut tidak memiliki saham di TGUK, sehingga posisi kepemilikan dan hak suara tercatat nol persen. Setelah transaksi, kepemilikan Visionary Capital Global mencapai 2.030.032.377 saham, setara dengan 56,84% hak suara, secara resmi menjadikannya pemegang saham pengendali baru perusahaan.

Pihak investor asing menyatakan komitmen untuk mempertahankan kendali atas perseroan dalam jangka panjang. Transaksi ini terjadi seiring dengan penjualan saham besar-besaran dari pengendali sebelumnya, PT Dinasti Kreatif Indonesia, yang melepas seluruh 2.030.032.377 saham biasa TGUK dengan harga serupa, Rp20 per saham.

Sebelumnya, PT Dinasti Kreatif Indonesia memiliki 2.476.250.000 saham dengan hak suara mencapai 69,33%. Setelah penjualan, kepemilikannya menyusut menjadi 446.217.623 saham, atau hanya 12,49% hak suara, sehingga kehilangan kendali operasional dan pengambilan keputusan strategis di perusahaan.

Pergantian pengendali ini menjadi langkah strategis dalam transformasi kepemilikan perusahaan, yang dipicu oleh rencana pengembangan bisnis jangka panjang dan peningkatan efisiensi operasional. Keputusan ini juga menunjukkan minat kuat investor asing terhadap potensi pertumbuhan sektor minuman di pasar Indonesia.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya