Kamis, 10 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

IHSG Terkoreksi Ringan di Akhir Sesi

Indeks harga saham gabungan turun 0,12% ke level 6.678, dipengaruhi pelemahan sektor keuangan dan sentimen geopolitik global.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 9 September 2026, 19.31 WITA·👁 3 orang membaca· 2 hari ini · 9x dibuka
IHSG Terkoreksi Ringan di Akhir Sesi📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan tipis pada penutupan perdagangan hari ini, Rabu (9/9/2026), bergerak di kisaran 6.678,20, melemah 8,21 poin atau 0,12% dari posisi sebelumnya. Pergerakan intraday menunjukkan variasi, dengan IHSG sempat menyentuh level tertinggi sementara di 6.707,30 dan terendah di 6.642,15 sepanjang sesi. Dari total saham yang diperdagangkan, 308 menguat, 317 melemah, serta 169 stagnan, menunjukkan tekanan jual yang sedikit lebih dominan.

Volume perdagangan mencapai 34,51 miliar saham dengan frekuensi transaksi sebanyak 2,17 juta kali dan nilai transaksi mencapai Rp16,17 triliun. Sejumlah sektor mengalami tekanan, terutama konsumer non primer, kesehatan, dan sektor finansial yang menjadi penyumbang utama penurunan. Bank Central Asia (BBCA) menjadi faktor penekan utama kinerja IHSG, menyumbang penurunan sekitar 14 poin dalam pergerakan indeks gabungan.

Sentimen pasar dipengaruhi berbagai faktor eksternal, termasuk revisi pertumbuhan ekonomi Jepang yang lebih tinggi dan perluasan surplus perdagangan China, yang memberi sinyal positif bagi pasar Asia. Namun, ketegangan geopolitik tetap menjadi perhatian utama, terutama menyusul peningkatan tensi antara Iran dan Amerika Serikat, yang memicu serangan terhadap kapal militer AS. Di sisi lain, Kanada menerapkan tarif balasan terhadap produk AS, menambah ketegangan perdagangan di kawasan Amerika Utara.

Pergerakan harga minyak mentah menjadi faktor pemicu kekhawatiran pasar. Harga minyak Brent sempat melonjak ke level US$99 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) menyentuh US$94 per barel, menyusul laporan serangan kedua Iran terhadap kapal Angkatan Laut AS. Lonjakan harga komoditas ini memperkuat kecemasan investor terhadap inflasi dan prospek kebijakan moneter The Fed. Di Wall Street, tiga indeks utama mengalami koreksi, dengan Dow Jones turun 1,2%, S&P 500 melemah 0,6%, dan Nasdaq Composite terkoreksi 0,3%.

Investor kini fokus pada data inflasi China dan tingkat kepercayaan konsumen di Indonesia, yang diyakini dapat memengaruhi pergerakan mata uang regional, harga komoditas, serta sentimen pasar saham. Secara keseluruhan, pergerakan IHSG hari ini mencerminkan ketidakpastian yang masih menghiasi pasar global, meski belum menimbulkan tekanan ekstrem.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya