IHSG Terkoreksi Ringan di Akhir Sesi
Indeks harga saham gabungan turun 0,12% ke level 6.678, dipengaruhi pelemahan sektor keuangan dan sentimen geopolitik global.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 9 September 2026, 19.31 WITA·👁 3 orang membaca· 2 hari ini · 9x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan tipis pada penutupan perdagangan hari ini, Rabu (9/9/2026), bergerak di kisaran 6.678,20, melemah 8,21 poin atau 0,12% dari posisi sebelumnya. Pergerakan intraday menunjukkan variasi, dengan IHSG sempat menyentuh level tertinggi sementara di 6.707,30 dan terendah di 6.642,15 sepanjang sesi. Dari total saham yang diperdagangkan, 308 menguat, 317 melemah, serta 169 stagnan, menunjukkan tekanan jual yang sedikit lebih dominan.
Volume perdagangan mencapai 34,51 miliar saham dengan frekuensi transaksi sebanyak 2,17 juta kali dan nilai transaksi mencapai Rp16,17 triliun. Sejumlah sektor mengalami tekanan, terutama konsumer non primer, kesehatan, dan sektor finansial yang menjadi penyumbang utama penurunan. Bank Central Asia (BBCA) menjadi faktor penekan utama kinerja IHSG, menyumbang penurunan sekitar 14 poin dalam pergerakan indeks gabungan.
Sentimen pasar dipengaruhi berbagai faktor eksternal, termasuk revisi pertumbuhan ekonomi Jepang yang lebih tinggi dan perluasan surplus perdagangan China, yang memberi sinyal positif bagi pasar Asia. Namun, ketegangan geopolitik tetap menjadi perhatian utama, terutama menyusul peningkatan tensi antara Iran dan Amerika Serikat, yang memicu serangan terhadap kapal militer AS. Di sisi lain, Kanada menerapkan tarif balasan terhadap produk AS, menambah ketegangan perdagangan di kawasan Amerika Utara.
Pergerakan harga minyak mentah menjadi faktor pemicu kekhawatiran pasar. Harga minyak Brent sempat melonjak ke level US$99 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) menyentuh US$94 per barel, menyusul laporan serangan kedua Iran terhadap kapal Angkatan Laut AS. Lonjakan harga komoditas ini memperkuat kecemasan investor terhadap inflasi dan prospek kebijakan moneter The Fed. Di Wall Street, tiga indeks utama mengalami koreksi, dengan Dow Jones turun 1,2%, S&P 500 melemah 0,6%, dan Nasdaq Composite terkoreksi 0,3%.
Investor kini fokus pada data inflasi China dan tingkat kepercayaan konsumen di Indonesia, yang diyakini dapat memengaruhi pergerakan mata uang regional, harga komoditas, serta sentimen pasar saham. Secara keseluruhan, pergerakan IHSG hari ini mencerminkan ketidakpastian yang masih menghiasi pasar global, meski belum menimbulkan tekanan ekstrem.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Perlindungan Anak Saat Paparan Abu Vulkanik dari Anak Krakatau
Orang tua diminta meningkatkan proteksi anak dari abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau melalui tindakan preventif dan penanganan dini gejala pernapasan.
10 September 2026

APBN Tangguh Hadapi Lonjakan Harga Minyak
Menteri Keuangan menegaskan APBN masih aman meski harga minyak dunia menyentuh US$100 per barel, dengan defisit tetap di bawah 3% dan ruang fiskal cukup.
10 September 2026

10 Bank Mulai Uji Coba Pemungutan PPN Digital
Sepuluh lembaga perbankan resmi melaksanakan uji coba sistem pemungutan PPN atas transaksi digital luar negeri, sebagai langkah awal perluasan kebijakan pajak digital di Indonesia.
10 September 2026

Tunggal Jaya Investama Perkuat Kendali di IMPC Lewat Pembelian Saham Besar
Perusahaan yang mengendalikan Impack Pratama Industri memperbesar kepemilikan hingga 38,39% lewat pembelian 6,6 juta saham dengan harga rata-rata Rp1.465 per saham pada September 2026.
10 September 2026
Berita Lainnya

Jaguar Land Rover Potong 4.000 Pekerja Akibat Tekanan Pasar Global
Kamis, 10 September 2026, 15.46 WITA

Atto 1 Pimpin Penjualan Mobil Listrik di Indonesia
Kamis, 10 September 2026, 15.46 WITA

Perpanjang STNK Tanpa KTP Pemilik, Berlaku Hingga 2026
Kamis, 10 September 2026, 15.45 WITA

Malon Lam Diciduk Usai Curi Bitcoin Rp4,2 Triliun untuk Beli Mobil Mewah
Kamis, 10 September 2026, 15.45 WITA

iPhone Duo Siap Meluncur di Indonesia Akhir 2026
Kamis, 10 September 2026, 15.38 WITA

Apple Perkenalkan Seri Wearables Terbaru dengan Fokus Kesehatan dan Performa
Kamis, 10 September 2026, 15.38 WITA

Apple Perkenalkan iPhone Duo, Ponsel Lipat Pertama Secara Global
Kamis, 10 September 2026, 15.38 WITA

Harga iPhone 18 Pro Series Diprediksi Melonjak di Pasar Indonesia
Kamis, 10 September 2026, 15.38 WITA


