IHSG Terpuruk, Rupiah Nyaris Sentuh Rp18.000
Pasar modal dan nilai tukar rupiah melemah signifikan akibat tekanan suku bunga AS dan perubahan regulasi perdagangan saham.
Redaksi iNarasikita·Senin, 28 September 2026, 17.55 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 3x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan tajam sebesar 1,51% atau 94 poin, berakhir di level 6.147,86 pada penutupan perdagangan sesi kedua hari ini, Senin (28/9/2026). Pelemahan ini terjadi di tengah penurunan tajam mata uang lokal terhadap dolar AS, dengan rupiah menetap di posisi Rp17.965 per dolar AS, melemah 0,53% dan mendekati ambang psikologis Rp18.000. Kondisi ini mencerminkan tekanan eksternal yang kian menguat terhadap pasar keuangan domestik.
Dari total 793 saham yang diperdagangkan, 532 mengalami penurunan harga, sementara 180 menguat dan 81 lainnya stagnan. Volume perdagangan tercatat rendah, hanya mencapai Rp12,58 triliun dengan 37,37 miliar saham diperjualbelikan dalam 1,66 juta transaksi. Sektor konsumer non-primer, properti, dan teknologi menjadi yang paling terdampak, sementara sektor energi menjadi satu-satunya yang menunjukkan ketahanan terhadap koreksi.
Penyebab utama pelemahan rupiah dipicu oleh penguatan dolar AS yang dipicu kenaikan suku bunga The Federal Reserve sebesar 25 basis poin, menaikkan kisaran suku bunga menjadi 3,75%-4,00%. Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti, menyatakan bahwa ekspektasi kenaikan suku bunga lagi pada kuartal IV-2026 akan mendorong aliran modal ke aset berdenominasi dolar. Di sisi lain, harga minyak global melonjak hingga US$125,53 per barel pada 24 September 2026, meningkat dari rata-rata US$90,88 di Agustus, menambah tekanan inflasi global yang mendorong kebijakan moneter ketat di berbagai negara.
Di sisi pasar saham, penurunan IHSG didorong oleh perubahan regulasi perdagangan saham yang mulai berlaku hari ini. Bursa Efek Indonesia (BEI) menurunkan batas harga terendah saham dari Rp50 menjadi Rp1 per lembar, baik di pasar reguler maupun pasar tunai. Perubahan ini bertujuan meningkatkan likuiditas dan kualitas price discovery, serta memberikan fleksibilitas lebih besar bagi pelaku pasar. Penyesuaian ini juga disertai penyesuaian batasan Auto Rejection (AR), dengan perubahan khusus untuk saham di rentang harga Rp1–Rp10 yang kini memiliki batas AR sebesar Rp1.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Tawaran Rp443 T Ditolak, Akuisisi Emas Global Gagal
Northern Star menolak tawaran akuisisi senilai Rp443 triliun dari Gold Fields karena dianggap belum mencerminkan nilai aset perusahaan.
28 September 2026

Rupiah Sentuh Rp17.965, Dekati Level Psikologis Rp18.000
Rupiah melemah 0,53% ke posisi Rp17.965 per dolar AS, menyusut mendekati ambang psikologis Rp18.000 akibat kekuatan dolar global dan kenaikan suku bunga The Fed.
28 September 2026

Haji Isam Dikabarkan Incar Saham BCA, Perusahaan Bantah Tegas
Kabar rencana akuisisi saham BCA oleh pengusaha Andi Syamsudin Arsyad atau Haji Isam dibantah secara resmi oleh pihak bank, yang menegaskan informasi tersebut tidak benar.
28 September 2026

DPR Desak BI Perkuat Rupiah Berdasarkan Fundamental
Komisi XI DPR menekankan perlunya kebijakan BI yang konsisten memperkuat rupiah sesuai kondisi ekonomi nasional, bukan sekadar menjaga stabilitas melalui pelemahan bertahap.
28 September 2026
Berita Lainnya

Mahkamah Konstitusi Thailand Hadapi Ujian Kerahasiaan Suara
Senin, 28 September 2026, 18.00 WITA

Impor Udang Ilegal Diamankan, Trenggono Tekankan Perlindungan Pembudidaya
Senin, 28 September 2026, 17.59 WITA

PT Ceria Nugraha Indotama Jadi Tersangka Korupsi Nikel
Senin, 28 September 2026, 17.58 WITA

Trump dan AI Pendidikan RI Jadi Sorotan Global
Senin, 28 September 2026, 17.58 WITA

Netanyahu Rahasia Temui Pemimpin UEA di Abu Dhabi
Senin, 28 September 2026, 17.57 WITA

Wajib Halal 2026: 7 Kategori Produk Wajib Sertifikasi
Senin, 28 September 2026, 17.56 WITA

Toba Surimi Perbarui Kepemimpinan, Beston Barto Jabat Dirut Baru
Senin, 28 September 2026, 17.56 WITA

BI Perkuat Stabilitas Rupiah Lewat Strategi Intervensi Baru
Senin, 28 September 2026, 17.56 WITA

