Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

IMF dan World Bank Naikkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI 2026

Lembaga keuangan global memperbarui proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 5,1% untuk 2026, didukung data terbaru dari IMF dan Bank Dunia.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 19 Oktober 2026, 12.29 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 115x dibuka
IMF dan World Bank Naikkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI 2026📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Dalam rilis terbaru, Dana Moneter Internasional (IMF) memperkuat proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 5,1% pada tahun ini, mengalami sedikit peningkatan dibandingkan estimasi sebelumnya di April 2026 yang menempatkan angka tersebut pada level 5%. Proyeksi ini mencerminkan optimisme terhadap daya tahan ekonomi domestik meski secara makro masih menghadapi tekanan inflasi.

IMF mempertahankan angka pertumbuhan 5,1% untuk 2027, menunjukkan proyeksi pertumbuhan yang stabil tanpa peningkatan signifikan dalam dua tahun ke depan. Di sisi lain, inflasi diperkirakan mencapai 3,3% pada 2026, lebih tinggi dari proyeksi sebelumnya, namun diperkirakan melambat menjadi 2,8% pada tahun berikutnya.

Sementara itu, Bank Dunia menunjukkan pandangan yang lebih optimistis dibandingkan IMF. Dalam laporan East Asia and Pacific Economic Update edisi Oktober 2026, lembaga tersebut menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 5,2% untuk 2026, meningkat dari estimasi 4,7% pada edisi April. Angka ini menempatkan Indonesia di atas rata-rata pertumbuhan kawasan Asia Timur dan Pasifik yang diperkirakan tumbuh 4,5% pada tahun ini.

Kenaikan proyeksi ini didukung oleh berbagai faktor struktural, termasuk kinerja sektor manufaktur, investasi asing langsung, serta kebijakan fiskal yang tetap terjaga. Kawasan EAP yang menjadi cakupan laporan Bank Dunia mencakup negara-negara seperti China, Filipina, Vietnam, Thailand, Malaysia, dan sejumlah negara kepulauan di Pasifik.

Kedua lembaga internasional menekankan pentingnya menjaga keseimbangan kebijakan moneter dan fiskal untuk memastikan stabilitas ekonomi jangka panjang. Dengan proyeksi yang lebih positif, Indonesia diperkirakan tetap menjadi salah satu motor pertumbuhan utama di kawasan Asia Tenggara.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya