Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Impor Kendaraan Udara Naik 594% dalam Tujuh Bulan

Impor kendaraan udara dan bagiannya melonjak 594,46 persen pada Januari-Juli 2026, menjadi kenaikan terbesar di antara komoditas nonmigas.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 14.43 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Impor Kendaraan Udara Naik 594% dalam Tujuh Bulan
Foto: ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Kenaikan signifikan dalam impor kendaraan udara dan komponennya mencatat pertumbuhan 594,46 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, menjadi komoditas nonmigas dengan kenaikan terbesar pada Januari-Juli 2026. Data dari Kementerian Perdagangan menunjukkan lonjakan ini menyusul permintaan yang meningkat untuk kebutuhan produksi dan investasi di sektor transportasi udara dalam negeri. Peningkatan tersebut turut mendorong total nilai impor Indonesia mencapai 163,33 miliar dolar AS dalam periode tersebut, naik 19,94 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Dari total impor, sektor nonmigas menyumbang 137,56 miliar dolar AS atau tumbuh 16,78 persen, sementara impor migas mencapai 25,77 miliar dolar AS dengan kenaikan 40,24 persen. Pada bulan Juli 2026, nilai impor mencapai 26,09 miliar dolar AS, naik 0,72 persen dari Juni dan tumbuh 27,02 persen dibandingkan Juli 2025. Kenaikan terutama berasal dari sektor nonmigas yang tumbuh 4,57 persen secara bulanan, mencapai 22,33 miliar dolar AS, sementara impor migas turun 17,33 persen.

Komposisi impor menunjukkan bahwa sebagian besar barang impor digunakan sebagai bahan baku dan penolong, yang mencapai 71,45 persen dari total, disusul barang modal sebesar 19,88 persen, dan barang konsumsi 8,67 persen. Secara keseluruhan, dua golongan utama ini menyumbang 91,33 persen dari total impor. Pertumbuhan impor bahan baku dan penolong mencapai 20,42 persen, barang modal tumbuh 20 persen, serta barang konsumsi naik 16,03 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Dari sisi negara asal, China tetap menjadi pemasok utama impor nonmigas dengan pangsa 42,38 persen. Namun, pertumbuhan tertinggi terjadi pada impor dari Prancis yang melonjak 168,36 persen, diikuti Argentina dengan kenaikan 70,57 persen dan Federasi Rusia 70,41 persen. Menteri Perdagangan menekankan bahwa impor yang meningkat perlu dipahami secara proporsional, terutama karena sebagian besar digunakan untuk mendukung produksi dan investasi dalam negeri.

Pemerintah menegaskan komitmen untuk menjaga keseimbangan antara penguatan perdagangan domestik dan peningkatan ekspor, dengan fokus pada peningkatan daya saing produk, pengembangan nilai tambah, serta diversifikasi pasar ekspor. Tujuan utamanya adalah menjaga pertumbuhan perdagangan yang berkelanjutan, tanpa mengorbankan kemandirian sektor strategis dalam negeri.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya