Indeks Bisnis UMKM BRI Tetap Ekspansif di Kuartal II 2026
Indeks Bisnis UMKM BRI mencapai 102,1 pada kuartal II 2026, menunjukkan aktivitas usaha tetap berada di zona ekspansif meski melambat dari kuartal sebelumnya.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 17 September 2026, 19.30 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Indeks Bisnis UMKM yang dirilis oleh BRI pada kuartal II 2026 menunjukkan angka sebesar 102,1, mengindikasikan bahwa sektor usaha mikro, kecil, dan menengah masih berada dalam fase ekspansif. Angka ini mencerminkan ketahanan operasional pelaku usaha meski menghadapi tantangan seperti penurunan daya beli dan kenaikan biaya operasional. Peningkatan aktivitas bisnis ini didukung oleh kondisi ekonomi yang tetap tumbuh positif, hasil panen raya, harga komoditas pertanian yang stabil, serta mulai berjalannya proyek infrastruktur baik dari pemerintah maupun swasta.
Meski demikian, laju pertumbuhan bisnis UMKM tercatat melambat dibandingkan kuartal I 2026. Faktor-faktor yang turut berkontribusi antara lain normalisasi permintaan pasca-Hari Besar Keagamaan Nasional, kenaikan harga bahan baku, keterbatasan modal kerja, serta persaingan usaha yang semakin ketat. Dalam konteks yang lebih luas, tren ini selaras dengan moderasi pertumbuhan ekonomi pada kuartal II 2026. Namun, proyeksi untuk kuartal III 2026 tetap menunjukkan arah positif, dengan diperkirakannya aktivitas bisnis tetap berada dalam zona ekspansif meski dengan laju yang lebih moderat.
Penguatan terjadi pada sektor pertanian, konstruksi, dan pertambangan, yang masing-masing mencatat indeks di atas 100. Sektor pertanian mendapat suntikan dari panen raya dan harga jual yang menguntungkan, sementara konstruksi dan pertambangan terdongkrak oleh meningkatnya proyek infrastruktur dan permintaan material bangunan. Sektor industri pengolahan dan jasa lainnya tetap berada di zona ekspansif, meskipun mengalami perlambatan. Faktor utama yang memengaruhi antara lain penyesuaian permintaan pasca-HBKN dan tekanan biaya operasional.
Sentimen bisnis pelaku UMKM untuk tiga bulan ke depan tercatat cukup optimistis, dengan Indeks Ekspektasi Sentimen Bisnis mencapai 120,2—jauh di atas ambang 100. Sektor konstruksi mencatat kenaikan signifikan menjadi 110,8, sedangkan pertambangan naik menjadi 108,3, berkat dukungan proyek dan kondisi cuaca yang mendukung. Di sisi lain, kepercayaan pelaku UMKM terhadap pemerintah tetap terjaga, dengan Indeks Kepercayaan Pelaku UMKM terhadap Pemerintah (IKP) sebesar 107,4. Aspek paling tinggi dalam penilaian adalah rasa aman dan tenteram (130,4), disusul penyediaan dan perawatan infrastruktur (116,5).
Direktur Utama BRI menegaskan bahwa hasil survei menunjukkan bahwa UMKM memiliki daya tahan yang kuat meski menghadapi tekanan ekonomi. Optimisme terhadap prospek bisnis tetap menjadi fondasi penting bagi kelangsungan usaha. BRI menyatakan akan terus memantau dinamika ekonomi dan kebutuhan UMKM sebagai bagian dari komitmen mendukung keberlanjutan usaha serta memperbesar peluang pertumbuhan di tengah kondisi yang terus berubah.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Tesla Resmi Hadir di Vietnam Lewat Anak Perusahaan Baru
Tesla memperluas jaringan ASEAN dengan mendirikan anak perusahaan di Vietnam, fokus pada distribusi dan layanan, seiring persaingan ketat dengan produsen lokal seperti VinFast.
17 September 2026

Pendapatan PNBP Kemnaker Dominasi dari Izin Tenaga Asing
Pendapatan negara bukan pajak Kementerian Ketenagakerjaan mencapai hampir 779 miliar rupiah, sebagian besar berasal dari biaya izin tenaga kerja asing senilai US$100 per orang.
17 September 2026

Bursa Mineral Nasional Siap Beroperasi 4 Januari 2027
Bursa Mineral dan Komoditas Strategis resmi dibentuk hari ini, dengan operasional perdana direncanakan pada 4 Januari 2027, sebagai langkah strategis penguatan tata kelola ekspor dan pembentukan harga acuan dalam negeri.
17 September 2026

INET Perkuat Lini Bisnis Kabel Laut dengan Akuisisi Saham SGI
INET menyelesaikan akuisisi 60% saham PT Sarana Global Indonesia senilai Rp280,4 miliar, memperluas cakupan usaha ke bidang EPC dan pemeliharaan kabel bawah laut.
17 September 2026
Berita Lainnya

Kebiasaan Menunda Nikmati Kopi Bisa Cerminan Pola Hidup
Kamis, 17 September 2026, 19.46 WITA

Fitur Motion Assist Bantu Kurangi Mabuk Saat Naik Kendaraan
Kamis, 17 September 2026, 19.38 WITA

Zuckerberg Dorong AI Berkembang Bebas, Tekankan Tanggung Jawab Mandiri
Kamis, 17 September 2026, 19.37 WITA

Prabowo Langsung ke Jepang Tuntaskan Proyek Masela yang 28 Tahun Terbengkalai
Kamis, 17 September 2026, 19.37 WITA

Pemerintah Perketat Sistem Magang Nasional
Kamis, 17 September 2026, 19.37 WITA

Antrean BBM di Makassar Tuntas, Pemerintah Ungkap Penimbunan dan Faktor Teknis
Kamis, 17 September 2026, 19.37 WITA

Indonesia dan Malaysia Percepat Pembaruan MoU Perlindungan Pekerja Migran
Kamis, 17 September 2026, 19.37 WITA

PPN Kejawanan Dibangun Jadi Ikon Pariwisata dan Perikanan Modern
Kamis, 17 September 2026, 19.36 WITA


