Indonesia Ajak ASEAN Jaga Damai di Laut Cina Selatan
Indonesia menekankan pentingnya dialog damai dan hukum internasional dalam menyelesaikan ketegangan di Laut Cina Selatan pasca-insiden provokatif dengan Filipina.
Redaksi iNarasikita·Senin, 31 Agustus 2026, 21.01 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 5x dibuka
📷 TempoKendari, ıNarasikita - Indonesia kembali menegaskan komitmen terhadap perdamaian dan stabilitas di kawasan Laut Cina Selatan, menyusul insiden maritim yang melibatkan pasukan penjaga pantai Tiongkok dan angkatan bersenjata Filipina. Juru bicara Kementerian Luar Negeri, Nabyl Achmad Mulachela, menekankan bahwa penyelesaian sengketa harus dilakukan secara damai melalui mekanisme diplomasi dan berdasarkan prinsip hukum internasional, khususnya Konvensi PBB tentang Hukum Laut (UNCLOS).
Insiden yang terjadi pada 20 Juli 2026 di sekitar Second Thomas Shoal menjadi perhatian utama, di mana kedua belah pihak saling menyalahkan atas tindakan provokatif. Filipina melaporkan adanya tabrakan yang menyebabkan luka pada seorang nelayan, sementara Beijing menyatakan bahwa kapal Filipina melanggar peringatan dan justru menabrak kapal patroli Tiongkok.
Kementerian Luar Negeri Indonesia menyerukan agar seluruh negara anggota ASEAN serta mitra strategis mengedepankan prinsip-prinsip yang tercantum dalam Treaty of Amity and Cooperation, ASEAN Outlook on the Indo-Pacific, dan ASEAN Charter sebagai landasan dalam menghadapi ketegangan maritim. Indonesia menekankan perlunya implementasi konsisten terhadap norma-norma multilateral guna mencegah eskalasi konflik.
Di tingkat internasional, Amerika Serikat mengecam tindakan Tiongkok sebagai “berbahaya dan agresif”, menilai bahwa pola provokasi terhadap operasi maritim Filipina yang sah telah merusak stabilitas regional dan bertentangan dengan komitmen Beijing untuk menyelesaikan sengketa secara damai. Pernyataan ini menegaskan kembali posisi Washington dalam mendukung hukum maritim internasional dan kebebasan navigasi di kawasan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Prancis Catat Kematian Pertama Akibat Virus Shamonda pada Manusia
Prancis melaporkan kematian pertama manusia akibat infeksi virus Shamonda, yang menyerang pasien dengan imunodefisiensi berat, menjadi kasus global pertama tanpa risiko kesehatan umum saat ini.
25 Oktober 2026

Widodo AS: Pahlawan Transisi Demokrasi yang Tak Terlupakan
Mantan Panglima TNI Widodo Adi Sutjipto meninggal dunia pada usia 82 tahun, meninggalkan warisan penting dalam proses reformasi lembaga negara pasca-Orde Baru.
25 Oktober 2026

Tentara AS Didakwa Insider Trading Rp7,2 Miliar
Seorang tentara aktif AS didakwa menggunakan informasi rahasia militer untuk meraih keuntungan hingga Rp7,2 miliar dari pasar prediksi, terancam hukuman maksimal 20 tahun penjara.
25 Oktober 2026

Lutfi dan Dino Berbeda Sikap Soal Tekanan Singapura Terkait Pasar Saham dan Karhutla
Perbedaan pandangan muncul antara dua tokoh publik soal respons terhadap tekanan Singapura terkait klasifikasi pasar modal dan kebakaran hutan, dengan Lutfi menyoroti kepentingan ekonomi dan lingkungan, sementara Dino menekankan pentingnya diplomasi dan kerja sama regional.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pembantaian Massal Warga Tionghoa di Batavia 1740
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.30 WITA

Kim Jong Un Kunjungi China Lewat Jembatan Baru Yalu
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.29 WITA

Pencabutan Izin Tambang Emas di Papua Tengah Ditetapkan
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.28 WITA

BMKG Lakukan Modifikasi Cuaca di Jakarta untuk Kurangi Polusi
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.28 WITA

Pengawal Energi Buka Pendaftaran untuk Lulusan Muda
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.26 WITA

Target PNBP ESDM 2026 Naik Jadi Rp165 Triliun
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.26 WITA

Jasa Marga Jalankan Preservasi Berkala Jalan Tol
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.25 WITA

Prabowo Bahas Pendidikan Kepemimpinan di Hambalang
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.25 WITA

