Indonesia Belum Teken Kontrak F-15 Meski Disebut AS
Kementerian Pertahanan AS menyebut Indonesia masuk daftar pembeli F-15, tetapi Kemhan RI membantah telah mengaktifkan kontrak atau LOA untuk pengadaan pesawat tempur tersebut.
Redaksi iNarasikita·Senin, 31 Agustus 2026, 20.44 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 4x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Kementerian Pertahanan Amerika Serikat mengungkapkan bahwa Boeing telah mendapatkan kontrak strategis bernilai hingga US$131,23 miliar untuk program F-15 Eagle Crest, dengan mencakup negara-negara seperti Indonesia. Kontrak berbasis indefinite-delivery/indefinite-quantity (IDIQ) ini mencakup berbagai aspek, mulai dari produksi, modernisasi, retrofit, hingga dukungan pemeliharaan jangka panjang untuk sistem senjata F-15. Proyek ini direncanakan berlangsung hingga Agustus 2037, dengan periode pemesanan berakhir pada 24 Agustus 2031, dan dapat diperpanjang hingga 2036.
Dalam rilis resmi, pihak AS menyebut bahwa kontrak tersebut melibatkan skema Foreign Military Sales (FMS) ke sejumlah negara, termasuk Indonesia, Jepang, Israel, Arab Saudi, Korea Selatan, Singapura, dan Polandia. Proses pengadaan dilakukan secara tunggal (sole-source acquisition), tanpa lelang terbuka. Semua aktivitas teknis dan produksi akan dilakukan di fasilitas Boeing di St. Louis, Missouri, sebagai pusat utama pengembangan dan perakitan jet tempur tersebut.
Namun, pihak Indonesia menegaskan bahwa informasi tersebut tidak merefleksikan realitas kebijakan pertahanan saat ini. Kepala Biro Informasi Pertahanan Kementerian Pertahanan RI, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, secara tegas menyatakan bahwa hingga saat ini belum ada pembahasan lanjutan mengenai pengadaan jet tempur F-15 di lingkungan Kemhan. Ia menegaskan bahwa tidak ada kontrak aktif maupun Letter of Agreement (LOA) yang telah diaktifkan untuk pengadaan F-15.
Rico menekankan bahwa pencantuman Indonesia dalam rilis AS tidak bisa diartikan sebagai komitmen pengadaan yang telah disetujui atau dilaksanakan. “Pencantuman Indonesia dalam daftar pembeli tidak serta-merta berarti negara telah mengaktifkan kontrak atau proses pengadaan,” tegasnya melalui pesan tertulis. Ia menekankan pentingnya membedakan antara daftar potensial pelanggan dengan keputusan resmi pengadaan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Festival Indonesia 2026 Perkuat Koneksi Budaya di Melbourne
Festival Indonesia 2026 di Melbourne sukses menarik lebih dari 6.000 pengunjung dengan persembahan budaya, kuliner, dan UMKM dari berbagai daerah.
25 Oktober 2026

Ratusan Ribu Warga Israel Desak Pertanggungjawaban atas Kegagalan Keamanan
Ribuan warga Israel menggelar demonstrasi besar di Tel Aviv menuntut penyelidikan independen atas kegagalan keamanan sebelum serangan 7 Oktober 2023, menjelang pemilu yang menentukan arah kebijakan militer dan politik negara.
25 Oktober 2026

Trump Pertimbangkan Serangan Militer ke Iran dalam Waktu Dekat
Presiden AS Donald Trump menyatakan sedang mempertimbangkan serangan terhadap Iran, bahkan bisa terjadi besok, dengan tujuan mencegah pengembangan senjata nuklir secara permanen.
25 Oktober 2026

Kim Jong Un Kunjungi Monumen Perang Korea di Dandong
Pemimpin Korea Utara melakukan kunjungan singkat ke Dandong, China, menjelang peringatan 76 tahun kehadiran relawan Tiongkok dalam Perang Korea, dengan fokus pada simbolisme sejarah dan kebersamaan strategis.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Lonjakan Pasien RS di Kalteng Akibat Kabut Asap, Kemenkes Percepat Bantuan Medis
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.29 WITA

Klaten Perluas Akses PAUD Dukung Wajar 13 Tahun
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.28 WITA

Operasi Modifikasi Cuaca Turunkan Polusi Selama Acara Besar
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.27 WITA

Presiden Tak Bisa Hentikan Gibran Secara Sepihak, Tegas Anggota DPR Gerindra
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.27 WITA

Tito Karnavian Masuk Lima Besar Menteri dengan Kinerja Terbaik
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.27 WITA

PDIP Respons Ajakan PKS Periksa Ijazah Wapres Gibran
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

Ledakan di Lapak Besi Tua, Tim Jibom Sterilisasi TKP
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

Kumitra Jambore 2026 Dorong Integrasi UMKM Kalsel ke Pasar Nasional
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

