Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Indonesia di Posisi 119 dari 197 Negara dalam Indeks Stres Global

Laporan Global Emotion Report 2025 menempatkan Indonesia di urutan 119 dari 197 negara berdasarkan tingkat stres kesejahteraan masyarakat.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 21 Oktober 2026, 23.11 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 103x dibuka
Indonesia di Posisi 119 dari 197 Negara dalam Indeks Stres Global📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Indonesia berada pada posisi ke-119 dari total 197 negara dalam pemeringkatan tingkat stres global menurut laporan terbaru yang dirilis oleh majalah CEOWorld. Penilaian ini didasarkan pada empat dimensi utama: pekerjaan, kondisi keuangan, hubungan sosial, dan kesehatan. Skor total Indonesia mencapai 51,64, menunjukkan tingkat kesejahteraan yang relatif stabil dibandingkan negara-negara dengan beban stres tinggi.

Dalam kategori pekerjaan, Indonesia meraih skor 65,18, menunjukkan kinerja cukup baik dalam aspek kesejahteraan kerja. Sementara itu, skor kesejahteraan finansial berada di angka 53,35, menggambarkan kondisi ekonomi masyarakat yang cenderung terkendali. Kesejahteraan sosial mencatat skor 42,94, sedangkan kesehatan mendapatkan angka 45,12, menunjukkan bahwa sektor kesehatan masih menghadapi tantangan dalam menjangkau kualitas optimal.

Negara-negara dengan tingkat stres tertinggi berada di peringkat terbawah, dengan Burundi menjadi yang paling tinggi dengan skor 26,31, disusul Sudan Selatan (26,78), Afghanistan (27,49), Suriah (27,69), dan Malawi (28,28). Skor rendah pada negara-negara tersebut mencerminkan tekanan eksternal seperti konflik bersenjata, ketidakstabilan politik, dan keterbatasan akses terhadap layanan dasar.

Laporan ini menekankan bahwa stres tidak hanya dipengaruhi oleh faktor ekonomi, tetapi juga oleh lingkungan sosial, keamanan, dan ketersediaan fasilitas kesehatan. Meski Indonesia tidak masuk dalam 10 besar negara paling stres, survei juga menunjukkan bahwa lebih dari tiga perempat responden di berbagai negara mengalami tingkat stres tinggi. Peringkat ini merupakan gambaran kondisi tahun 2025 dan dapat berubah seiring perkembangan kebijakan dan stabilitas sosial.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya