Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Indonesia Pemilik Pertama Properti Mandiri di Mekkah

Pemerintah Indonesia resmi mengakuisisi hotel bintang empat dan lahan di Mekkah, menjadi negara asing pertama yang memiliki aset properti secara mandiri di tanah suci.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 23 Oktober 2026, 23.07 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 13x dibuka
Indonesia Pemilik Pertama Properti Mandiri di Mekkah📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Indonesia telah mencatat sejarah baru dalam sektor investasi internasional dengan menjadi negara asing pertama yang memiliki kepemilikan mandiri atas aset properti di Mekkah, Arab Saudi. Akuisisi ini dilakukan oleh Badan Pengelola Investasi Danantara melalui pembelian aset bernilai 2 miliar riyal Saudi, setara sekitar Rp9,5 triliun, di kawasan Thakher Mekkah. Proses kepemilikan telah diserahkan secara resmi oleh pengembang utama, Thakher Development, menandai langkah strategis dalam pengelolaan infrastruktur haji dan umrah bagi warga Indonesia.

Aset yang diperoleh mencakup Hotel Novotel Thakher Mekkah, sebuah properti bintang empat dengan kapasitas 1.461 kamar, serta 14 kavling tanah untuk pengembangan di sekitarnya. Lokasinya berada di Distrik Al Andalus, berjarak sekitar 2,5 kilometer dari Masjidil Haram, dilengkapi fasilitas lengkap seperti restoran, pusat kebugaran, dan ruang pertemuan. Fasilitas ini dirancang untuk mendukung kebutuhan jemaah selama musim haji dan umrah secara terpadu.

Pembelian ini dimungkinkan berkat diberlakukannya Undang-Undang Kepemilikan Real Estat oleh Non-Saudi yang mulai berlaku Januari lalu. Regulasi baru tersebut menjadi fondasi bagi investor asing untuk memperoleh hak kepemilikan atas properti di wilayah suci, sekaligus mendukung agenda diversifikasi ekonomi Arab Saudi. Target pemerintah kerajaan adalah menampung hingga 30 juta jemaah umrah per tahun pada 2030, meningkat drastis dari 8,5 juta pada 2019.

Dengan kepemilikan ini, Indonesia berharap dapat mengurangi ketergantungan pada skema sewa akomodasi musiman yang sering kali tidak stabil. Sebagai negara dengan kuota haji terbesar di dunia—203.320 jemaah pada 2026—dan sekitar 1,5 juta warga yang menunaikan umrah setiap tahun, keberadaan aset permanen menjadi kunci stabilitas layanan. Hotel Novotel Thakher Mekkah diperkirakan mampu menampung hingga 4.400 jemaah secara bersamaan pada puncak musim haji.

Rosan Roeslani, CEO Danantara, menegaskan bahwa akuisisi ini merupakan langkah konkret dalam membangun ekosistem perhotelan jangka panjang milik Indonesia di Tanah Suci. Ia menilai bahwa investasi ini bukan hanya untuk kebutuhan ibadah, tetapi juga sebagai fondasi ekonomi berkelanjutan yang mendukung keberlangsungan program haji dan umrah secara sistemik dan terintegrasi.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya