Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Indonesia Perkuat Ekonomi Global Lewat Digitalisasi dan Kerja Sama Strategis

Pemerintah mempercepat transformasi ekonomi nasional melalui perluasan akses pasar global dan percepatan digitalisasi untuk mendorong pertumbuhan berkelanjutan dan kesejahteraan rakyat.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 22 Oktober 2026, 17.30 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 13x dibuka
Indonesia Perkuat Ekonomi Global Lewat Digitalisasi dan Kerja Sama Strategis📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah kini memperkuat posisi Indonesia di kancah ekonomi global dengan mengeksekusi serangkaian kerja sama internasional strategis dan mempercepat transformasi digital dalam negeri. Langkah ini menjadi fondasi utama dalam menjaga stabilitas dan daya saing ekonomi nasional di tengah tantangan global yang terus berubah. Fokus utama terletak pada pengembangan ekosistem digital, pembukaan akses pasar ekspor, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia guna mendukung pertumbuhan berkelanjutan.

Salah satu capaian penting adalah penyelesaian perundingan ASEAN Digital Economy Framework Agreement (DEFA), yang kini siap ditandatangani dalam forum KTT ASEAN. Kerangka kerja sama ini diperkirakan mampu meningkatkan nilai ekonomi digital kawasan hingga mencapai US$2 triliun pada 2030, dengan Indonesia menjadi pemain utama dalam peta ekonomi digital regional. Di sisi lain, tiga perjanjian perdagangan bebas strategis—Indonesia-EU CEPA, Indonesia-Canada CEPA, dan Indonesia-Eurasian Economic Union FTA—masuk tahap finalisasi, dengan potensi peningkatan ekspor mencapai total US$14,7 miliar.

Implementasi IEU-CEPA diproyeksikan mulai berlaku pada awal 2027, setelah proses ratifikasi diselesaikan pada semester kedua 2026. Perjanjian ini diharapkan menghapus hambatan tarif, memperkuat rantai pasok global, serta membuka peluang ekspor manufaktur Indonesia ke pasar Eropa. Di samping itu, Indonesia terus bergerak maju sebagai calon anggota OECD, satu-satunya negara di Asia Tenggara yang berstatus akseptor resmi, dengan target keanggotaan penuh pada 2028.

Di ranah teknologi, Indonesia secara resmi menjadi salah satu pendiri World Artificial Intelligence Cooperation Organization (WAICO) dalam KTT WAIC di Shanghai. Inisiatif ini menegaskan komitmen Indonesia dalam menyusun tata kelola kecerdasan buatan global yang beretika, aman, dan berbasis kedaulatan manusia. Menurut pihak pemerintah, potensi ekonomi digital Indonesia saat ini mencapai US$130 miliar dan diproyeksikan mencapai US$300 miliar pada 2030, dengan AI menjadi pendorong utama pertumbuhan tersebut.

Untuk mendukung transformasi ini, pemerintah mempercepat pelatihan SDM digital, dengan target memenuhi kebutuhan 9 juta talenta digital hingga 2030, atau rata-rata 600 ribu per tahun. Fokus pelatihan mencakup bidang kecerdasan buatan, ilmu data, dan keamanan siber. Dengan sinergi antara diplomasi ekonomi yang agresif dan digitalisasi inklusif, pemerintah optimistis dapat menciptakan lapangan kerja berkualitas, meningkatkan ketahanan ekonomi, dan membawa Indonesia menuju status negara berpendapatan tinggi.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya