Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Indonesia Perkuat Ekspor dan UMKM Lewat Kolaborasi dengan IFC

Pemerintah memperkuat ekspor dan akses pembiayaan UMKM melalui kerja sama strategis dengan IFC, termasuk mobilisasi pendanaan jangka panjang dan digitalisasi layanan keuangan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 15 Oktober 2026, 21.17 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 27x dibuka
Indonesia Perkuat Ekspor dan UMKM Lewat Kolaborasi dengan IFC📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah Indonesia sedang memperluas kerja sama strategis dengan International Finance Corporation (IFC) untuk mendorong pertumbuhan ekspor dan penguatan ekosistem usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Pertemuan bilateral yang berlangsung di Bangkok, Thailand, menjadi momen penting dalam membahas pendekatan baru terhadap pembiayaan ekspor dan inklusi keuangan bagi pelaku usaha di sektor pertanian, manufaktur, logistik, jasa, serta perikanan. Fokus utama adalah memperkuat rantai pasok domestik agar lebih kompetitif dalam pasar global.

Kerja sama ini dilakukan melalui Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), yang akan menjadi pusat penghimpunan pendanaan jangka panjang dan penggerak dana eksternal. Dengan pendekatan ini, diharapkan pelaku usaha berorientasi ekspor dapat memperluas jangkauan pasar internasional tanpa terkendala keterbatasan modal. Langkah ini juga bertujuan meningkatkan daya saing produk lokal di kancah global melalui peningkatan efisiensi dan kualitas produksi.

Di sektor UMKM, IFC berkomitmen memperluas akses pembiayaan melalui mitra strategis seperti PT Permodalan Nasional Madani (PNM), OTO Finance, dan Amartha. Fokus khusus diberikan pada perempuan pelaku usaha dan masyarakat di wilayah pedesaan, yang selama ini menghadapi tantangan akses ke layanan keuangan formal. Digitalisasi layanan keuangan juga menjadi bagian penting dari inisiatif ini, guna mempercepat inklusi dan efisiensi transaksi.

Untuk memperdalam keterlibatan, IFC menyatakan rencana memindahkan sejumlah posisi eksekutif dari Singapura ke Jakarta, menandai komitmen jangka panjang terhadap pengembangan ekonomi Indonesia. Di sisi pasar modal, pembahasan juga mencakup pengembangan instrumen pembiayaan tematik dan perluasan basis investor, dengan tetap menjaga kredibilitas dan keandalan pasar sebagai sumber dana bagi sektor swasta.

Pertemuan ini merupakan bagian dari strategi lebih luas Menteri Keuangan dalam memperkuat kemitraan dengan lembaga keuangan internasional. Tujuannya adalah mendukung prioritas pembangunan nasional melalui pendekatan inklusif dan berkelanjutan, termasuk memastikan bahwa kebijakan ekonomi mampu menjangkau pelaku usaha di seluruh wilayah, baik perkotaan maupun pedesaan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya