Indonesia Perkuat Fondasi Pasar Modal Pasca Turunnya IHSG
Penurunan IHSG di bawah 5.000 pada Oktober 2026 menjadi ujian transparansi dan kredibilitas pasar modal, sekaligus dorongan untuk reformasi tata kelola dan penguatan ekonomi domestik.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 22 Oktober 2026, 15.21 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 19x dibuka
📷 ANTARAKendari, ıNarasikita - Ketika Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menyentuh level di bawah 5.000 pada bulan Oktober 2026, bukan sekadar gejolak harian yang terjadi, melainkan refleksi mendalam terhadap kesehatan ekonomi jangka panjang Indonesia. Pergerakan ini mengungkap ketidakseimbangan antara sentimen global dan fondasi ekonomi nasional yang sebenarnya, menekankan pentingnya membangun ketahanan yang berbasis pada kapasitas domestik, bukan hanya kepercayaan asing semata.
Dalam konteks itu, seruan untuk "Buy Indonesia" yang disuarakan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menggambarkan kebutuhan strategis untuk memperkuat ekonomi dalam negeri. Ajakan ini bukan sekadar retorika, melainkan penekanan pada potensi pasar lokal, kapasitas produksi dalam negeri, serta kekuatan pelaku usaha dan investor lokal yang mampu menjadi penopang saat tekanan eksternal meningkat. Namun, kepercayaan tidak bisa dibangun hanya dari ajakan, melainkan harus dibuktikan melalui tata kelola yang terbuka dan transparan.
Pemicu utama tekanan pada pasar adalah keputusan konsultasi Morgan Stanley Capital Index (MSCI) pada 15 Oktober 2026, yang menilai kemungkinan perubahan klasifikasi pasar Indonesia dari emerging market ke standalone market. MSCI menyoroti kekurangan dalam transparansi kepemilikan saham, adanya indikasi perdagangan terkoordinasi, serta ketidakberlanjutan reformasi pasar. Keputusan akhir dijadwalkan hingga akhir Juni 2027, memberi waktu bagi pemerintah dan otoritas pasar untuk menunjukkan komitmen nyata terhadap perbaikan sistem.
Pemulihan pasar yang terjadi pada 20 Oktober 2026, dengan kenaikan 5,3 persen dalam dua hari, menunjukkan respons pasar terhadap sentimen positif, tetapi belum cukup untuk mengembalikan kepercayaan penuh. Investor tetap menuntut bukti konkret: regulasi yang pasti, perlindungan investor yang kuat, serta transparansi yang konsisten dalam operasional pasar. Dengan demikian, momentum ini harus dimanfaatkan untuk mendorong reformasi struktural yang mendalam, bukan hanya sebagai respons terhadap tekanan eksternal, tetapi sebagai langkah strategis membangun ekonomi yang lebih tangguh dan mandiri.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Presiden Iran Masoud Pezeshkian akan bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin pada akhir Oktober di Moskow untuk membahas kerja sama ekonomi, energi, dan isu global tanpa penandatanganan dokumen.
24 Oktober 2026

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
AsetKu hadir dalam Jakarta Financial Festival 2026 untuk tingkatkan pemahaman masyarakat terhadap layanan keuangan digital secara bijak dan inklusif.
24 Oktober 2026

Produk UMKM Ramah Lingkungan Siap Eksplorasi Pasar Global
Menteri Perindustrian optimistis produk fesyen dan kerajinan berbahan alami dari UMKM Indonesia mampu menembus pasar internasional berkat meningkatnya kesadaran global terhadap lingkungan dan kesehatan.
24 Oktober 2026

OJK Dorong Aktivitas Rekening Rp50 Ribu Agar Tak Jadi Dormant
OJK memperkuat edukasi dan pendampingan keuangan untuk memastikan rekening program Rp50 ribu tetap aktif, khususnya di kalangan pelajar dan masyarakat kelas menengah ke bawah.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Panas atau Dingin, Apakah Suhu Kopi Pengaruhi Kesehatan?
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.49 WITA

Empat Acara Besar Serentak Guncang GBK, Dinas Perhubungan Siapkan Langkah Antisipasi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.39 WITA

