Sabtu, 26 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Indonesia Pimpin Dunia dalam Pemanfaatan AI untuk Pendidikan

Indonesia menduduki peringkat tertinggi global dalam pemanfaatan kecerdasan buatan untuk pendidikan, namun perlu kewaspadaan terhadap dampaknya terhadap kemampuan kognitif peserta didik.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 25 September 2026, 21.04 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 4x dibuka
Indonesia Pimpin Dunia dalam Pemanfaatan AI untuk Pendidikan📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Indonesia kini menjadi negara terdepan dunia dalam pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam sektor pendidikan, menurut data yang dikumpulkan oleh Statista Consumer Insights. Angka tersebut menunjukkan dominasi Indonesia dalam integrasi teknologi AI di berbagai lapisan sistem pembelajaran, mulai dari sekolah menengah hingga perguruan tinggi. Namun, di balik pencapaian ini, muncul peringatan serius dari para pakar terkait potensi risiko yang mengancam perkembangan kognitif siswa.

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi menegaskan bahwa meski Indonesia berada di posisi teratas, penggunaan AI dalam pendidikan harus diiringi dengan pendekatan kritis dan batasan yang jelas. Ia menyoroti bahwa eksposur berlebihan terhadap AI dapat menurunkan kemampuan berpikir kritis, memori, serta daya analisis peserta didik—kemampuan yang menjadi fondasi utama dalam pendidikan berkualitas.

Menurutnya, tujuan ideal bukan sekadar menjadi pengguna AI, melainkan mampu mengevaluasi dan mengarahkan teknologi tersebut secara mandiri. Dalam kesempatan berbicara di forum tingkat tinggi, ia menekankan perlunya membangun sistem insentif yang mendorong pemahaman mendalam terhadap logika dan proses kerja AI, agar manusia tetap menjadi pihak yang mengendalikan teknologi, bukan sebaliknya.

Untuk mewujudkan visi tersebut, diperlukan transformasi dalam pendidikan yang menekankan pada kemampuan berpikir kritis, inovasi, dan evaluasi teknologi. Investasi tidak hanya harus fokus pada infrastruktur digital, tetapi juga pada pembentukan kapasitas manusia untuk memahami, mengontrol, dan mengembangkan AI secara bertanggung jawab. Tanpa fondasi ini, risiko kegagalan dalam transformasi pendidikan akan semakin besar.

Pendekatan ini menekankan bahwa keunggulan teknologi harus diimbangi dengan keunggulan manusia. Kemampuan untuk berpikir kritis, mencipta, dan menilai AI secara mendalam justru menjadi aset paling penting dalam menghadapi era digital. Dengan demikian, pendidikan Indonesia tidak hanya menjadi pengguna AI, tetapi juga pembentuk dan penilai sistem teknologi yang berkelanjutan dan bermakna.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya