Indonesia Respons Tantangan Klasifikasi Pasar Modal Global
Pemerintah dan otoritas keuangan menanggapi pengumuman konsultasi MSCI soal penurunan status pasar saham Indonesia dengan komitmen perbaikan berkelanjutan dan penegakan integritas pasar.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 18 Oktober 2026, 12.06 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 101x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pengumuman periode konsultasi oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI) terkait peninjauan klasifikasi pasar modal Indonesia menuai respons serius dari berbagai lembaga terkait. Meski belum menjadi keputusan final, kebijakan ini memicu kekhawatiran pasar, ditunjukkan dengan penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga 11,57% pada Jumat (16/10/2026), salah satu penurunan terdalam sejak krisis 1998. Namun, otoritas menegaskan bahwa proses ini masih berlangsung hingga 30 April 2027, dengan keputusan akhir ditetapkan paling lambat 30 Juni 2027.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan sikap terbuka terhadap masukan dari lembaga indeks global, termasuk MSCI, sambil menegaskan bahwa pasar modal nasional tetap memiliki prospek menjanjikan. Dalam pernyataan resmi, Ketua OJK Friderica Widyasari Dewi menekankan bahwa kondisi fundamental ekonomi, pertumbuhan basis investor, valuasi saham yang kompetitif, serta kinerja emiten yang secara umum positif menjadi landasan utama kepercayaan pasar. Ia menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengimplementasikan reformasi yang telah direncanakan.
Komisi OJK yang membidangi pasar modal, Hasan Fawzi, menyoroti bahwa masukan dari MSCI sejalan dengan Rencana Aksi Percepatan Reformasi Integritas Pasar Modal Indonesia, khususnya dalam penegakan hukum yang konsisten dan berkelanjutan. Ia menegaskan bahwa sinergi antar lembaga, termasuk Bursa Efek Indonesia (BEI), OJK, dan institusi keamanan, akan terus diperkuat untuk memastikan transparansi dan keadilan pasar. Upaya komunikasi konstruktif dengan investor institusi global juga akan dilanjutkan secara rutin.
Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan keheranan terhadap waktu pengumuman yang dinilai tidak tepat, terlebih setelah pertemuan langsung dengan perwakilan MSCI di Bangkok beberapa waktu sebelumnya. Ia mempertanyakan konsistensi penyampaian informasi, namun menekankan pentingnya tidak langsung berprasangka negatif. Menurutnya, fokus utama kini adalah implementasi kebijakan yang telah disepakati, termasuk penyesuaian tenggat waktu yang kini diperpanjang hingga Juni 2027, sebagai bentuk kepastian bagi pihak-pihak terkait.
Di sisi lain, DPR RI bersama perwakilan Danantara dan Kepolisian RI melakukan kunjungan mendadak ke Gedung BEI untuk memastikan proses perbaikan pasar berjalan sesuai rencana. Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco menegaskan bahwa lembaga legislatif terus menjalankan fungsi pengawasannya, termasuk meminta BEI menindaklanjuti masukan dari lembaga internasional. Ia menilai bahwa pengumuman MSCI yang muncul lebih awal dari jadwal yang diharapkan menunjukkan perlunya peningkatan koordinasi dan transparansi dalam proses reformasi pasar modal nasional.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Lula dan Flavio Bolsonaro Saling Serang di Debat Akhir Pemilu
Debat terakhir sebelum putaran kedua pemilu Brasil memperlihatkan pertarungan sengit antara Lula dan Flavio Bolsonaro, yang saling menyerang secara pribadi dan menyoroti kebijakan masing-masing.
25 Oktober 2026

RI Kurangi Ekspor Gas ke Singapura, Dampaknya Di Bawah 2 Persen
Pengurangan pasokan gas ke Singapura oleh Indonesia mencapai 17 miliar Btu per hari selama 18 hari, berdampak kurang dari 2 persen terhadap kebutuhan harian negara tersebut.
25 Oktober 2026

OpenAI Perkuat Riset Farmasi Lewat Akuisisi Startup AI
OpenAI mengakuisisi Orchestra Bio untuk memperluas penerapan kecerdasan buatan dalam pengembangan obat melalui otomasi proses riset dan koordinasi tim ilmiah.
25 Oktober 2026

Gerindra Ungguli PDIP dan Golkar dalam Elektabilitas Survei IPO
Survei IPO menunjukkan Partai Gerindra memimpin elektabilitas dengan 23,1 persen, diikuti PDIP 11,6 persen dan Golkar 10,7 persen, sementara sebagian besar partai lain berada di bawah 10 persen.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Transformasi Energi Indonesia Menapaki Jalur Kemandirian
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.30 WITA

Penghapusan Insentif Flat Hemat Rp3 Triliun untuk MBG
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.29 WITA

Koneksi Starlink Stabil di Kecepatan 400 km/Jam, Ungkap Menteri Pertahanan Ukraina
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.08 WITA

Penyintas Serangan Gereja Yordania Ungkap Detik-detik Pelaku Arahkan Pistol
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.07 WITA

Richard Lee: Jangan Lawan Iblis dengan Logika
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.06 WITA

Houthi Negasi Serangan ke Makkah dan Madinah, Sebut Klaim Saudi Bohong
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.06 WITA

Kanye West Tutup Konser GBK dengan Runaway Emosional
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.06 WITA

4 Pilot Tewas dalam Tabrakan Pesawat Latih di Filipina
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.06 WITA

