Indonesia Siap Jadi Penentu Harga Komoditas Global
Kepala BMKS OJK menegaskan komitmen membangun bursa komoditas nasional untuk ubah posisi Indonesia dari penentu harga jadi penentu harga global.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 9 September 2026, 22.29 WITA·👁 4 orang membaca· 3 hari ini · 10x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Indonesia kini memasuki fase strategis dalam transformasi sektor komoditas, dengan langkah konkret untuk mengubah posisi sebagai produsen utama menjadi aktor penentu harga global. Kepala Eksekutif Pengawas Bursa Mineral dan Komoditas Strategis (BMKS) OJK menegaskan bahwa meski negara ini menjadi penghasil nikel terbesar di dunia, hingga kini belum memiliki kekuatan menentukan harga pasar. “Kita memproduksi, tapi harga ditentukan di luar negeri—ini sebuah ironi yang harus diakhiri,” tegasnya dalam sambutan pelantikan di Mahkamah Agung.
Upaya perubahan dimulai dari pembentukan bursa komoditas nasional yang dirancang sebagai pusat transaksi terpadu. Tujuannya bukan sekadar menciptakan pasar, tetapi menjadikan Indonesia sebagai pemengaruh harga (price influencer) dan akhirnya menjadi penentu harga (price maker). Dalam jangka panjang, bursa ini diharapkan menjadi rujukan harga internasional, memperkuat kredibilitas dan stabilitas ekonomi nasional.
Pembentukan bursa juga menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk memperkuat pengawasan terhadap perdagangan komoditas. Dengan mencatat semua transaksi secara terbuka dan terintegrasi, pemerintah dapat memantau potensi pelanggaran seperti transfer pricing dan under-invoicing. “Semua data harga dan volume akan tercatat, sehingga transparansi dan akuntabilitas terjamin,” jelasnya.
Dengan mekanisme ini, diharapkan nilai ekspor komoditas tidak hanya meningkat, tetapi juga memberikan kontribusi optimal bagi negara. Devisa yang masuk serta pajak dari sektor ini diperkirakan akan tumbuh secara proporsional dan profesional, memastikan manfaat ekonomi dirasakan secara luas oleh seluruh rakyat. “InsyaAllah, Indonesia tidak hanya kaya secara sumber daya, tetapi juga makmur secara kebijakan dan keadilan ekonomi,” tutupnya.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Perlindungan Anak Saat Paparan Abu Vulkanik dari Anak Krakatau
Orang tua diminta meningkatkan proteksi anak dari abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau melalui tindakan preventif dan penanganan dini gejala pernapasan.
10 September 2026

APBN Tangguh Hadapi Lonjakan Harga Minyak
Menteri Keuangan menegaskan APBN masih aman meski harga minyak dunia menyentuh US$100 per barel, dengan defisit tetap di bawah 3% dan ruang fiskal cukup.
10 September 2026

10 Bank Mulai Uji Coba Pemungutan PPN Digital
Sepuluh lembaga perbankan resmi melaksanakan uji coba sistem pemungutan PPN atas transaksi digital luar negeri, sebagai langkah awal perluasan kebijakan pajak digital di Indonesia.
10 September 2026

Tunggal Jaya Investama Perkuat Kendali di IMPC Lewat Pembelian Saham Besar
Perusahaan yang mengendalikan Impack Pratama Industri memperbesar kepemilikan hingga 38,39% lewat pembelian 6,6 juta saham dengan harga rata-rata Rp1.465 per saham pada September 2026.
10 September 2026
Berita Lainnya

Jaguar Land Rover Potong 4.000 Pekerja Akibat Tekanan Pasar Global
Kamis, 10 September 2026, 15.46 WITA

Atto 1 Pimpin Penjualan Mobil Listrik di Indonesia
Kamis, 10 September 2026, 15.46 WITA

Perpanjang STNK Tanpa KTP Pemilik, Berlaku Hingga 2026
Kamis, 10 September 2026, 15.45 WITA

Malon Lam Diciduk Usai Curi Bitcoin Rp4,2 Triliun untuk Beli Mobil Mewah
Kamis, 10 September 2026, 15.45 WITA

iPhone Duo Siap Meluncur di Indonesia Akhir 2026
Kamis, 10 September 2026, 15.38 WITA

Apple Perkenalkan Seri Wearables Terbaru dengan Fokus Kesehatan dan Performa
Kamis, 10 September 2026, 15.38 WITA

Apple Perkenalkan iPhone Duo, Ponsel Lipat Pertama Secara Global
Kamis, 10 September 2026, 15.38 WITA

Harga iPhone 18 Pro Series Diprediksi Melonjak di Pasar Indonesia
Kamis, 10 September 2026, 15.38 WITA


