Indonesia Tawarkan Skema Pendanaan Inovatif untuk Hadapi Bencana
Indonesia mengajukan dua proposal ke dana global bencana dengan pendekatan mitigasi dan pemulihan, sekaligus menawarkan blended finance berbasis dana abadi nasional.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 22.28 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Indonesia tengah memperkuat posisinya dalam akses pendanaan global untuk penanganan bencana melalui mekanisme The Fund for Responding to Loss and Damage (FRLD) yang dikelola Bank Dunia. Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPLDH), yang berada di bawah Kementerian Keuangan, kini menyusun dua usulan pendanaan berbeda: satu untuk wilayah daratan dan lainnya untuk kawasan pesisir. Pendekatan ini diambil sebagai respons atas ketidakjelasan arah pendanaan FRLD yang masih dalam tahap pengembangan, terutama terkait fokus pada penanganan pasca-bencana atau mitigasi sebelum terjadi.
Dengan mempertimbangkan kompleksitas dan dinamika risiko bencana, BPLDH memilih strategi dua arah. Salah satu proposal difokuskan pada pemulihan pasca-bencana, sementara yang lain berupaya mengurangi risiko melalui langkah preventif. Langkah ini memungkinkan Indonesia untuk tetap fleksibel menghadapi berbagai skenario, sekaligus menunjukkan kesiapan dalam merespons krisis iklim secara komprehensif.
Yang membedakan pendekatan Indonesia dari negara lain adalah penggunaan skema blended finance. BPLDH tidak hanya mengajukan dana bantuan, tetapi juga menawarkan kontribusi modal dari dana abadi kebencanaan yang dikelolanya. Dana ini, meski tidak boleh digunakan langsung, menghasilkan keuntungan melalui investasi dan dapat digunakan untuk membiayai asuransi aset publik. Contohnya, premi asuransi telah dibayar untuk Istana Presiden, rumah sakit daerah, dan sekolah milik Kementerian Agama, sehingga pemulihan bisa segera dilakukan saat terjadi bencana.
Keunggulan sistem ini terletak pada keberlanjutan. Jika tidak terjadi bencana, hasil investasi tetap mengalir kembali ke dana abadi, sehingga dana terus berkembang. Dengan demikian, Indonesia tidak hanya menjadi penerima bantuan, tetapi juga mitra strategis dalam pendanaan iklim yang berkelanjutan. Pendekatan ini menjadi jawaban atas tantangan geopolitik dan keterbatasan pendanaan konvensional.
Dalam pernyataannya, kepala BPLDH menegaskan pentingnya beralih dari ketergantungan pada hibah (grant) ke model investasi yang inklusif dan berkelanjutan. Dengan menggabungkan dana global dan dana nasional, Indonesia berharap mampu memperkuat ketahanan infrastruktur dan layanan publik terhadap ancaman iklim, sekaligus memperluas ruang kolaborasi dalam kerangka kebijakan iklim global.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

PMI Manufaktur RI Masih di Zona Kontraksi
Aktivitas industri manufaktur Indonesia mengalami penurunan pada Agustus 2026, tercatat di level 49,8, menunjukkan penurunan aktivitas produksi.
9 September 2026

Imos 2026 Siap Hadirkan Solusi Mobilitas Modern di Tangerang
Pameran sepeda motor terbesar Tanah Air bakal digelar 20–29 November 2026 di ICE BSD City, menawarkan inovasi teknologi dan beragam solusi mobilitas produktif bagi masyarakat.
8 September 2026

Dana Desa Rp40 T Siap Lunasi Cicilan Kopdes Merah Putih
Pemerintah menjamin pembayaran cicilan proyek Koperasi Desa Merah Putih tidak akan membebani bank negara berkat alokasi dana desa Rp40 triliun per tahun selama enam tahun.
8 September 2026

237 SPBU di Jatim, Bali, NTB, dan NTT Diberi Sanksi BBM Subsidi
Pertamina menerapkan sanksi terhadap 237 SPBU di lima wilayah karena pelanggaran penyaluran BBM bersubsidi hingga September 2026.
8 September 2026
Berita Lainnya

Anak Rentan Iritasi Paru Akibat Abu Vulkanik
Rabu, 9 September 2026, 11.47 WITA

Wisata Bromo Tetap Beroperasi, Syuting Dibekukan Sementara
Rabu, 9 September 2026, 11.46 WITA

7 Langkah Alami Atasi Tenggorokan Gatal Akibat Abu Vulkanik
Rabu, 9 September 2026, 11.46 WITA

7 Makanan Alami Bantu Atasi Lendir di Tenggorokan Akibat Abu Vulkanik
Rabu, 9 September 2026, 11.44 WITA

Penjualan Motor Agustus 2026 Turun Signifikan
Rabu, 9 September 2026, 11.44 WITA

Penjualan Mobil Nasional Agustus 2026 Tumbuh, Toyota Puncaki Peringkat
Rabu, 9 September 2026, 11.44 WITA

Harga Apple Naik Akibat Kelangkaan Chip, Penjualan Tetap Stabil
Rabu, 9 September 2026, 11.37 WITA

Penjualan Mobil Capai Rekor Tertinggi, BYD Masuk Lima Besar
Rabu, 9 September 2026, 11.37 WITA


